Pengembalian Wanalestari

Bagikan:

Upcoming Events

  • No events in this tag
  • thoughts on “Pengembalian Wanalestari

    • 15 September 2018 at 19:58
      Permalink

      Lawei sendiri menuliskan ” Dalam beberapa kisah yang penulis dapat, serupa dengan apa yang dituliskan oleh HAK Pulungan dalam silsilah Pulungan diberi judul Asal Pulungan, disebut bahwa sesungguhnya Si Baroar adalah Anak dari Sutan Pulungan itu sendiri. ”

      sekarang dimana tulisan HAK pulungan yang menyatakan demikian?

      dalam ” Asal Usul Pulungan” yang diupload Zulfan Ibrahim Hasibuan pada scribd ( https://www.scribd.com/doc/56796857/ASAL-PULUNGAN-HAL-4 ) tidak ada dikatakan demikian.

    • 12 September 2018 at 15:44
      Permalink

      tulisan anda terlalu dipaksakan, tidak ada sumber dari HAK Pulungan yang menyatakan ” adalah Anak dari Sutan Pulungan itu sendiri “.

      • 15 September 2018 at 09:04
        Permalink

        tidak ada sumber dari HAK pulungun? saudara seharusnya mencari sumbernya sebelum membantah, gambar TArombo itu ada keterangan :Sutan Pulungan adalah generaasi ke 11 dari Raja Borbor atau ke 8 dari Datu Pulungan Tua Shang Maima Sumber: artikel Asal Pulungan (H.A.K Pulungan)
        pertanyaanya adakah anda tidak menemukan atau tidak mencari sama sekali?

    • 12 September 2018 at 15:39
      Permalink

      Tulisan diatas terlalu dipaksakan sehingga mengubah beberapa nomenklatur dari sumber sumber yang dikutip.

      • 15 September 2018 at 09:06
        Permalink

        Terlalu dipaksakan yang mana? silahkan saudara beri alasan kenapa tulisan di atas yang punya sumber saudara katakan di paksakan. Sejarah bukan cerita perasaan, maaf. sejarah adalah cerita masa lalu dari masa ke masa.
        elok berdikusi Sejarah dengan dan pembanding. terimakasih sudah singgah.

    • 5 February 2018 at 06:42
      Permalink

      siapakah sebenarnya namora pande bosi (daeng malela )yg berasal dri tanah bugis yg sudah di klaim leluhur lubis?
      kita merujuk sejarah 5 daeng bersaudara dri tanah luwu tdk menyebutkan nama daeng malela.
      hanya daeng marewah dan daeng cella”yg pernah ketanah melayu di luar itu belum ada catatan sejarah keturunan bugis yg berlayar ke barus

      • 16 February 2018 at 16:10
        Permalink

        Ya Ampara, jejak-jejak Daeng terbaca di Sejarah kesultanan Belanda saat Melawan Belanda sekitar 1800-an sebelumnya saya belum data referensi.

    • 4 February 2018 at 21:14
      Permalink

      Saya tidak ketemu Jejak Daeng Malela Ampara dalam tulisan-tulisan sebelum merdeka, yang dihubungkandengan Daeng Malela sebagai leluhur Marga Lubis. Kalau pun ada Seorang Melayu membantu Sultan Hasanuddin tidaklah langsung itu bisa di hubungkan Namora Pandebosi.

      • 5 February 2018 at 06:43
        Permalink

        kalau saya ke bugis saya sdh di ajak sumber saya untuk ke makam daeng malela yg di sulawesi,

    • 3 February 2018 at 06:03
      Permalink

      catatan juga
      pada masa YM SULTAN HASANUDDIN benar ada mpu yg bernama daeng malela seorang pande bosi yg membantu sultan hasanuddin dan beliau asli berasal dri tanah melayu.sumber saya tdk menyebutkan karena privasi appara

    • 3 February 2018 at 05:55
      Permalink

      Nenek moyang marga Lubis berasal dari Daeng Malela

      Diyakini marga Lubis adalah berasal dari garis keturunan Daeng Malela seorang bangsawan yang berasal dari Sulawesi Selatan, sekitar tahun 1500an atau abad ke XVI. Saat ini, marga Lubis di Sumatera meyakini nenek moyang mereka berasal dari Bugis. Namun yang jadi pertanyaan dan agak aneh bagi saya adalah, Daeng adalah nama khas orang Makassar dan pada tahun 1500an, belum ada orang-orang Bugis yang bisa ditemui jejaknya di luar pulau Sulawesi apa lagi di negeri Sumatera.
      Daeng Malela III disebut dengan Namora Pande Bosi hidup di Mandailing sekitar Abad ke XIII . Daeng Malela III atau Namora Pande Bosi ditabalkan Marga Lubis sewaktu Namora Pande Bosi menikahi Anak dari Raja Dalimunte di Mandailing. Anak Namora Pande Bosi dari Boru Dalimunte adalah Sutan Borayun dan Sutan Bugis, sedangkan dari Istri kedua adalah Langkitang dan Baitang
      Daeng Malela III dan Daeng Malela IV berlayar dari Sulawesi. Daeng Malela IV terdampar di Palembang Sumatera Selatan sedangkan Daeng Malela III terdampar di Riau. Daeng Malela III dari Riau bergerak ke Minang Kabau atau Sumatera Barat dan terakhir di Mandiling Sumatera Utara
      Di sinilah letak kelirunya,

      Orang orang Bugis baru bisa ditemui jejaknya di Sumatera dan Malaysia setelah kerajaan Gowa Tallo (Makassar) tumbang dari VOC Belanda. Jejaknya baru muncul sekitar tahun 1712 era 5 Opu Daeng.

      Catatan
      Di luar Arung Palakka di Minangkabau dan Pariman dibawah komando 3 Serangkai Speelman.

      Di luar itu
      Belum ada jejaknya bisa ditemukan, alias dalam kurung waktu tahun 1600an kebawah.

    • 26 August 2017 at 09:05
      Permalink

      Bagus….kita jadi mengerti sejarah batak.
      sungguh bersyukur dgn adanya history batak, kalo bisa lebih detil lagi.thanks .
      :good

    • 10 February 2017 at 11:24
      Permalink

      Horas sude aka poparan ni sibarani.Adong do naboi patikos hon tarombo sian op sipullit soit.
      Mauliate

    • 6 September 2016 at 13:07
      Permalink

      Jadi ada istilah batak di melayukan itu kebenarannya jadi kita bangso batak adalah bangsa yang berbudaya tinggi dan tapi sebagian dari turunan batak malu mengatakan sebenarnya bahwa dibatak hal ini ada unsur perbedaan agama, kepercayaan adalah urusan hirarhi masing masing kepada sang pencipta.ada istilah batak dimelayukan di suku karo ada turunan batak toba bergabung ke sub marga karo jadi ada karo mengatakn bukan batak hak dia tapi bangsa yang besar menghargai perbedaan

    • 29 July 2014 at 13:17
      Permalink

      Kalimat “Bedil Belanda telah membantu merubah Toba memeluk Kristen,” perlu diluruskan sebab menurut sejarah perkembangan kekristenan di tanah Batak pada umumnya tidak pernah mendapat bantuan dari belanda apalagi dengan kekuatan senjata justru Misionari Batak yang umumnya datang dari Jerman bertentangan dengan sikap politik penjajahan Belanda pada saat itu,,,jadi pekabaran injil di tanah Batak murni perjuangan Misionaris semata,,

    • 1 July 2014 at 21:55
      Permalink

      horas bapa tua..

    • 30 June 2014 at 22:26
      Permalink

      ai halaki sarupa naeng menguasai batak , alai dang tarpajojor nomennsen do na adong di pihak na tigor…
      B-)

    • 9 March 2014 at 11:29
      Permalink

      muliate,segera perlu dikaji secara akdemisi baik di univesitas sumatera uatara atau universitas indonesia atau universitas i belanda karena ada literaratur menyatakan bangsa batak dari sumatera barat yang melaut ke sumatera timur namanya si pakpakunal mhn di luruskan sejarah batak yang punya aksara tersendiri yaitu tulisan batak ,maka kita sebagai anak bangsa indonesia meminta kepada pemerintah untuk melakukan ini sehingga kita mengerti sejarah tanah batak yang pada akhirnya kita menyadari baik budi pekerti dan adat istiadat yg menjadi pergerakan sosail bangsa ini,MERDEKA

    • 25 June 2013 at 16:29
      Permalink

      simargolang telah hilang dari tarombo raja batak, sisingamangaraja lenyap tiba-tiba dan diketemukan di tanah karo ………..
      tak usah mengada- ngada lah kau, tak usah kau hubung- hubungkan yang tak berhubungan ………

    • 26 April 2013 at 15:23
      Permalink

      Dalam diskusi ini, kita harus bisa menelaah secara objektif dan mendudukkan semua pokok pikiran pada tempatnya sehingga diskusi ini berjalan baik dan permasalahannya menjadi jernih.
      Kalau orang karo mengganggap dirinya bukan batak, harus dapat dimengerti apa alasannya. (antropologis?, etimologis?, psykologis ?, politis ?, supaya dianggap “kemayu”/atau kemelayu-melayuan ???? atau hal2 lain ??)
      1. Kalau karena alasan antropologis harus dapat dibuktikan secara ilmiah.
      2. Kalau karena etimologis ya itu memang benar.(dari hurufnya aja sudah berbeda )
      3. Kalau karena alasan psyikologis karena istilah “batak” diartikan =”barbar” ya jelas dong orang dari Toba sendiri gk mau disebut batak.
      4. Kalau alasan politis apa tujuannya ( Negara Karo Merdeka ?????)
      5. Karena pingin dianggap bergaya “halus/kemayu” . Masalah ini nilainya relatif lho halus kasar tergantung daerahnya/ nilai-nilai budaya lokal.
      6. Hal2 lain ambil contoh begini : Orang Toba/tapanuli yg menyebut diri sbg orang batak secara umum tutur kata/bicaranya relatif lebih kasar dari tutur kata/bicara orang melayu/orang jawa.Ok lah pertanyaannnya apakah ini kejahatan ?, Kalau di pasaran banyak orang batak jadi preman/pencopet/perampok/rentenir,…dll. pertanyaannya, apakah orang karo tidak ada premannya , ? tidak ada perampoknya ? rentenir, apa gk ada ? oh ya kernet bus ! banyak orang batak, apa orang karo gk ada ??? copet ??? pliiis deh..?
      Jadi gini. Masing2 suku batak ada kelebihan ada kekurangan. Dalam banyak hal suku batak tapanuli sangat berhasil ! contoh dibidang hukum banyak putra Tapanuli ngetop ! dibidang dunia usaha banyak orang batak jadi pengusaha papan atas, presenter, artis dll. Jadi orang Batak itu keren Lho !!. Pertanyaan sekarang ada apa dg orang karo ???? (maaf saya sendiri orang karo lho margaju sitepu)
      kesimpulan :
      7. Jadi kalau orang karo bukan batak “so what ghituu lho” apa aku mesti bilang wow ?

      • 26 April 2013 at 16:02
        Permalink

        Yah memang gitulah keadaan Kade Kade, dalam kamus onlin kita akan termukan artik Kata Batak itu: kasar dan negatif, tapi Catatan Tomi Pires yang mengatakan bahwa perompak Itu Kerajaan Aru bukan Batak meski disebut ada hubungan Aru Dengan Batak.
        Nah semoga ini bukan “devidet at impera” jilid 2 karena Kalau batak bisa bersatu dan Sumatra Bisa Bersatu, maka Indonesia Bisa Bersatu. Nah kan bagi beberapa kalangan ini jadi Masalah,
        Akhirnya segala sesuatu yang mengarahkan pada perbedaan semua akan bermuara Pada UANG yang merupakan ujung dari kepentingan itu. :wacko:

        :heart: Bujur Ras Mejuah-juah atas kunjungan dan komentar, Kam juga bisa menulis artikel atau posting Topik ditunggu. :rose:

    • 26 April 2013 at 13:49
      Permalink

      Artikel2 yg menyatakan Karo bukan Batak adalah tulisan atau gagasan yang TIDAK BERASAL dari orang karo pada umumnya, itu hanya pemikiran segelintir orang yg gk jelas maksud dan tujuannya. dan kalau kita telaah dari tulisannya saja dapat kita nilai sedalam apa pengetahuan mereka. Jadi gk usah dikritisi. kata orang Jawa “Ora Mutu “…wkwkwkwkwkwk ! :negative:

    • 25 March 2013 at 14:12
      Permalink

      kenapa Nias tidak termasuk salah satu suku Batak??

      • 1 April 2013 at 11:21
        Permalink

        Memang sebenarnya Nias dari segala segi tidak termasuk Suku Batak, tetapi memang sebaiknya kita lebih mendekatkan diri pada mereka. Sangat baik kita bersatu dengan Nias, tapi apakah mereka mau memakai label Batak Nias? karena batak pasti tidak mau di sebut Nias Batak.
        :good:

    • 15 March 2013 at 20:38
      Permalink

      Hal serupa juga pernah terjadi di batam…..saat itu kalau tidak salah ……Pasaribu n sianturi….

      Halo Batak….caraktermu berubahlah

    • 17 January 2013 at 21:00
      Permalink

      Logikanya Fansur adalah bagian dari Kerajaan Batak, Fansur yang hancur pada sekitar 1200 sampai 1400 akibat dari garagasi dari laut yang menurut beberapa kalangan adalah Tsunami.
      Itulah mengapa sebelum Belanda masuk rata-rata pemukiman di Pantai barat Sumatra itu jauh dari Tepi Pantai (Menurut Tim Expedisi Cincin Api Kompas).
      Raja Batak itu ada dan nyata, kemungkinan saat itu belum ada penggunaan Marga.
      Silahkan tangapannya untuk link di Bawah ini. Horas.
      http://batak.web.id/raja-batak/

    • 15 January 2013 at 19:30
      Permalink

      bETUL SEKITAR ITULAH TAROMBO YG TERCATAT TAPI BILA BELAJAR LAGI PENGHUNI BARUS ATAU ADA KEHIDUPAN DI DAERAH TERSEBUT ADANYA SUATU KEHIDUPAN PADA ZAMAN LOBU TUA ATAU NEGERI FANSUR SEKARANG PANSUR BATU…DAN BAGAIMANA HANCURNYA NEGERI OPIR ATAU PANSUR PASTI TAHUN ANTARA 1200 SAMPAI 13OO ITULAH ADANYA KOMUNITAS BARU KEMBALI…NEGERI OPIR JAMANNYA NABI SULAIMAN ATAU RAJA SALOMO SUDAH DIKISAHKAN 2000 TAHUN SEBELUM MASEHI DAN DIKISAHKAN JUGA HANCURNYA AKIBAT GARAGASI DARI LAUT…MAKANYA TAROMBO ITU TERCIPTA SESUAI ADANYA KOMUNITAS BARU SETELAH PERISTIWA GARAGASI ATAU TSUNAMI KALAU YG KITA TAU SEKARANG…….SILAHKAN BACA WIKIPWDIA BARUS ITU INFORMASI BAGUS TENTANG BATAK ATAU SUMATRA……..KALAU SAYA PIKIR DAN ANALISA BEBAS….DULU ADA SUATU PEMERINTAHAN YG DIKELOLA OLE MARGA MALAU YG NOTE BENE PERUBAHAN BAHASA JADI MELAYU SESUAI JUGA CERITA DAYAK ATAU KUTAI SUKU MANYAN…..BILA DARI PEMERINTAHAN MALAU MENJADI SRIWIJAYA ATAU PA LIM PO ( PALEMBANG ) atau dibatak marga limbong…yg dilanjutkan ke wangsa sailendra atau dibataknya marga silaen…yg cikal bakal majapahit…….yg terakhir samudra pasai di aceh…..yg di bataknya marga pase raja….semua marga itu adalah satu pusat yaitu anaknya raja batak jadi kerajaan di indonesia waktu itu hanyalah sifat menduduki tempat utk mempercepat suatu proses perjalanan pelayaran yg dilakukan dari kerajaan india utk mendapatkan emas dan kapur barus yg pada waktu itu harganya cukup potensial di bagian afreika dan eropa…itulah mengapa bahasa batak hampir mirip dari sumatra,sulawesi,philipina,nusa tenggara dan sebagian sunda atau jawa barat…..ada sejarah byg hilang atau pada waktu tersebut huruf kurang digunakan yg digunakan hanya komonikasi mungkinitulah yg disebut lingua franca…….
      :yahoo: