Jenis Marsitogol

Forums Batak Adat/Budaya Adat Angkola Jenis Marsitogol

  • This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated by .
Viewing 0 reply threads
  • Author

    Posts

    • #6951

      Hasiholan Sinaga

      Moderator
      @batakpewarisnusantara76

      Jenis marsitogol sangat tergantung pada situasi pemakaiannya. Jika pada situasi sedih (silutluton), maka jenis marsitogol adalah kematian dan bahasa yang dipakai adalah baliasa andung.

      Contoh:
      Bia make pambaen ni simangidongku/’Bagaimana keadaan diriku’
      Mangalupahon simangidomu/’melupakan dirimu’
      Muda taringot simangidongku/’Jika teringat akan diriku’
      Di ayam-ayam hadungdung/’Di main-mainan yang sarat/banyak’
      Ayam-ayam malungun/’main-mainan yang dirindu itu’

      Maksud andung ini adalah bagaimanakah caranya saya melupakan dirimu (orang yang pergi) apabila saya teringat saat bersama-sama, bermain, bercerita, tertawa, dan bahagia yang akan kurindukan selamanya.

      Andung itu disamapaikan oleh pe-marsitogol sambil menangis dan menceritakan kebaikan orang yang meninggal (riwayat hidup orang yang meninggal) dengan kosakata khusus dan diucapkan dengan irama yang diatur sedemikian rupa sehingga sangat menyentuh hati orang yang melayat. Jika pe-marsitogol pandai membawakan andung ini, semua orang yang hadir akan menangis. Bahkan di dalam kegiatan ini, ada orang yang menyewa pe-marsitogol yang kadang-kadang diiringi gondang ‘gendang’ untuk gengsi keluarga.

      Selain situasi sedih (silutluton), marsitogol dipakai juga pada situasi gembira (siriaori). Untuk itu, dipakai jenis tnarsitogol siriaon, misainya,pada peristiwa kelahiran atau perkawinan.

      Contoh:
      Burangir on sapanjang adat/’Sirih ini sepanjang adat’
      Ingot-ingoton sapanjang bunga/’Di ingatkan sepanjang bunga’
      Tu Tuhan do on hami pasahat/’Kepada Tuhan ini kami serahkan’
      Anso sada manjadi dua/’Supaya satu menjadi dua’

      Kata burangir ‘sirih’ dalam contoh itu adalah persetujuan pada adat; kata bunga mempunyai makna harum, kebanggaan dan ke cantikan/ketampanan; kata sada (satu) manjadi dua bermakna rezeki. Dengan kata lain, makna marsitogol ini adalah agar bayi selalu ingat akan adat; dan semoga menjadi kebanggaan keluarga dan murah rezeki.

      Sukacita di balik Warna Merah Ulos Sadum Angkola
      Kain Istimewa Untuk Berbagai Keperluan
      Ulos Sadum dimaknai oleh suku Batak sebagai simbol suka cita dan pertanda motifasi penyemangat dalam suatu keluarga agar tetap bersuka cita melakukan segala aktifitas sehari-hari. Simbol suka cita itu kemudian diaplikasikan oleh para penenun ke motif Ulos Sadum.
      Motif dan corak dari Ulos Sadum ini sangat banyak, misalnya Ulos Sadum Tikar, Ulos Sadum Angkola Tujuh, Ulos Sadum Angkola Lima, Ulos Sadum Lampion atau Marlampion, Ulos Sadum Hande-hande, Ulos Sadum Tarutung dan yang lainnya. (narasi dan photo: https://pesona.travel/)

      Pe-marsitogol adalah keluarga dekat dan tetangga dekat. Mereka datang melihat bayi sambil membawa indahan tukkus nasi yang dibungkus berbentuk kerucut, ulos, dan pira manuk (telur). Pada waktu memberi makan telur dan menyelimutkan ulos, mereka marsi togol untuk memberi kekuatan {tondi) kepada si bayi agar pintar, sehat dan murah rezeki.

      Contoh:

      Marsitogol Perkawinan
      Habang ma langkupa/’Terbanglah burung Langupa’
      Songgop tu bulung ni hapandan/’Hinggap ke daun pandan-pandan’
      Diung ma pangupa/’Diungkaplah nasi pengupa’
      Pangupa ni tondi dohot badan/’Pengupa dari diri dan semangatmu’

      Contoh ini adalah marsitogol telah memulai upacara adat perkawinan, yaitu dengan kata diungkap. Kata mangupa ‘memberi’ dan tondi ‘semangat’ menunjukkan makna memberi nasihat kepada pengantin sudah dimulai.

      Sumber:

      MARSITOGOL PERKAWINAN DALAM BUDAYA BATAK ANGKOLA
      Marida Gahara Siregar
      Pusat Perabinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
      Jakarta – 1995

Viewing 0 reply threads
  • You must be logged in to reply to this topic.

Forums Batak Adat/Budaya Adat Angkola Jenis Marsitogol