d. Mebat

Forums Batak Adat/Budaya Adat Toba d. Mebat

  • This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated by .
Viewing 0 reply threads
  • Author

    Posts

    • #6863

      Hasiholan Sinaga

      Moderator
      @batakpewarisnusantara76

      Acara mebat ‘berkunjung’ atau paebathon ‘perkunjungan’ dapat dibedakan atas tiga bagian, yaitu:
      1. Paebathon parumaen ‘membawa menantu perempuan berkunjung (ke rumah hula-hula),
      2. paebathon anak ‘membawa anak berkunjung ke rumah mertua/orang tua istri’, dan
      3. Mebat ke rumah orang tua atau mertua karena rindu.

      Mebat atau paebathon anak dimaksudkan untuk menghormati mertua dan seluruh kerabat mertua dan sekaligus memohon doa restu.

      Umpasa yang diperdengarkan dalam acara seperti ini, bukan saja ditujukan kepada sang cucu, tetapi juga kepada putri dan hela ‘menantu laki-laki’-nya. Umpasa yang diperuntukkan kepada sang cucu tidak jauh berbeda dengan umpasa yang dituturkan ketika acara mangupa.

      Misalnya:

      Habang anduhur titi
      Tu dolok tu toruan
      Sai na olo mangihut ma dakdanak i
      Na olo pangihuton

      Artinya:
      Terbang tekukur titi       ‘sejenis tekukur’
      Ke hulu dan ke hilir
      Kiranya sang anak jadi orang yang penurut
      Di hari tuanya jadi orang yang diturut

      Kepada orang tua anak itu umpasa yang disampaikan oleh pihak hula-hula dapatberupa:

      Pidong siruba-ruba
      Tu pidong ni Parsambilan
      Sai lam naek ma ulaonmuna
      Lam tamba nang pansarian

      Artinya:

      Burung siruba-ruba                ‘sejenis semak’
      Bwriring dengan burung (dari) Parsambilan
      Semoga meningkat rezekimu
      Pencaharian juga semakm bertambah

      Sumber: TRADISI UMPASA SUKU BATAK TOBA DALAM UPACARA PERNIKAHAN
      oleh: S.R.H. Sitanggang
      Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
      Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
      Jakarta – 1996

Viewing 0 reply threads
  • You must be logged in to reply to this topic.

Forums Batak Adat/Budaya Adat Toba d. Mebat