b. Mangupa

Forums Batak Adat/Budaya Adat Toba b. Mangupa

  • This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated by .
Viewing 0 reply threads
  • Author

    Posts

    • #6860

      Hasiholan Sinaga

      Moderator
      @batakpewarisnusantara76

      Acara mangupa ‘menepungtawari’ dapat dibedakan atas dua bagian, yaitu:
      1) mangupa seorang (keluarga) yang baru terlepas dari marabahaya dan
      2) Orang yang memperoleh kebahagiaan atau baru melahirkan.

      Dalam hal ini, keluarga yang baru dianugerahi anak perlu diupa ‘ditepungtawari’ dengan harapan agar anak yang beru lahir dalam keadaan sehat dan kelak berguna bagi masyarakat dan membawa
      peruntungan pada orang tuanya.

      Pada lazimnya pihak yang mangupa adalah keluarga hula-hula kepada boru-nya, orang tua kepada anaknya, atau dari kakak laki-laki kepada adiknya. Pihak yang mangupa selalu kerabat yang kedudukannya lebih tinggi dalam struktur Dalihan Na Tolu.

      Pada kesempatan mangupa pihak yang datang (pangupa) membawa ulos dan perangkat makanan (ikan mas dan nasi putih), lain menyampaikan Umpasa misalnya:

      Dangka ni hariara
      Tanggo pinangait-aitkon
      Sai horas ma hamu antong
      Sai tongka panahit-nahiton

      Artinya:
      Cabang pohon ara
      Teguh walau diayun-ayunkan
      Kiranya kalian sehat sejahtera
      Terhindari dari sakit-sakitan

      Sumber: TRADISI UMPASA SUKU BATAK TOBA DALAM UPACARA PERNIKAHAN
      oleh: S.R.H. Sitanggang
      Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
      Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
      Jakarta – 1996

Viewing 0 reply threads
  • You must be logged in to reply to this topic.

Forums Batak Adat/Budaya Adat Toba b. Mangupa