A. Mangirdak atau Pasahat Ulos Tondi

Forums Batak Adat/Budaya Adat Toba A. Mangirdak atau Pasahat Ulos Tondi

  • This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated by .
Viewing 0 reply threads
  • Author

    Posts

    • #6858

      Hasiholan Sinaga

      Moderator
      @batakpewarisnusantara76

      Acara mangirdak mirip. dengan ntitoni dalam adat Jawa (Herusatoto, 1987:111—112), yaitu selamatan seorang ibu yang kandungannya berusia tujuh bulan. Selamatan ini diiringi dengan tindakan simbolik dengan maksud agar bayi lahir dalam keadaan selamat sebagaimana harapan orang tuanya.

      Menurut Aman Duma Sitanggang (wawancara, 21 Desember 1991), seorang pengetua adat Batak Toba, dalam mangirdak dikenal acara atau tindak simbolik berupa penyerahan Ulos tondi Ulos ‘Penguat Roh Bayi yang dalam kandungan’.

      Ulos tondi ini diserahkan oleh pihak hula-hula kepada borunya, biasanya sekali dalam seumur hidup, yaitu menjelang kelahiran anak pertama. Pada waktu acara marhata, pihak hula-hula menyatakan maksud kedatangan dan harapannya, antara lain, dalam bentuk Umpasa:

      Bona ni Aek Puli
      Di dolok ni Purbatua
      Sai ro do angka nauli
      Molo mamasu-masu hula-hula

      Artinya:
      Hulu Sungai Puli
      Di sebelah bukit Purbatua
      Niscaya terkabul hasrat di hati
      Jika ada berkat dari hula-hula

      Untuk mempertegas pengharapan ni Hula-hula mengambil sehelai Ulos, lain menyampirkannya pada bahu boru dan menantu laki-lakinya seraya menuturkan Umpasa:

      Habang isa-lsa
      Laos mangihut ambaroba
      Sai tibu ma ro na tapaima
      Jala sahat na hihirim ni roha

      Artinya:

      Terbang melayang isa-isa      ‘sejenis burung’
      Beriring dengan ambaroba    ‘sejenis burung’
      Semoga nyata yang diharap
      Terkabul hasrat cita-cita

      Namun, pihak hula-hula juga menyadari bahwa manusia berencana, tetapi putusannya berada di tangan Sang Pencipta. Untuk itu, umpasa biasanya diakhiri dengan Umpasa:

      Pusuk ni jabi-jabi
      Tu bulung ni simarlasuna
      Di hata pasu-pasunami
      Sai Mulajadi Na Bolon ma na mamhahen Sautna

      Artinya:
      Pucuk pohon jawi
      Bersama daun simarlasuna         ‘sejenis pohon’
      Berkat sudah kami beri
      Putusannya ada pada Yang Kuasa

      Sumber: TRADISI UMPASA SUKU BATAK TOBA DALAM UPACARA PERNIKAHAN
      oleh: S.R.H. Sitanggang
      Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
      Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
      Jakarta – 1996

Viewing 0 reply threads
  • You must be logged in to reply to this topic.

Forums Batak Adat/Budaya Adat Toba A. Mangirdak atau Pasahat Ulos Tondi