Sidang/Rapat/Pengadilan Adat Batak: 15 November 1929

SALINAN PEMEREKSAAN, Pada ini malam Jumaat masuk tanggal 15 November 1929 saya kepala-kepala kuria Panyabungan Tonga telah memereksa perkara Pengaduan (Yang Mendakwa):

Air Panas Sibanggor yang berada di Kecamatan Tambangan, terdiri dari tiga desa, Sibanggor Jae, Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu.
Air Panas Sibanggor yang berada di Kecamatan Tambangan, terdiri dari tiga desa, Sibanggor Jae, Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu. (photo: Andiny Husnul https://andinyhusnul.wordpress.com/)

  1. Ja Batangari umur kira-kira 30 tahun
  2. Ja Bintjaran umur kira-kira 45 tahun
  3. Sutan Abidin umur kira-kira 28 tahun
  4. Sutan Kadatuon umur kira-kira 25 tahun

Contra.

Si Kuton umur kira-kira 18 tahun yang terdakwa» wakil dari familienya semuanya orang kampung Berbaran Julu perkara:

1e. Rumah pusaka.

2e. Tanah perumahan pusaka. dikampung Barbaran Julu.

yang mendakwa menerangkan:

Sebuah rumah dan perumahan kami bersama telah di kuasai terdakwa yang menurut pendapatan orang2 tua2 dalam adat di Barbaran Julu rumah itu kami mendapat 1/3 bahagian dari perkakasnya sebab sudah di buka; akan tetapi sebab hak itu kami bersama punya dengan terdakwa dari itu saya merasa kurang senang saya mendapat 1/3 bahagian, sebaiknya kami mendapat 1/2 bahagian dari perkakasnya, juga hal perumahan itu sepatutnya tinggal pada kami; sebab perumahan pusaka (bersama) sudah banyak di berikan orang tua terdakwa kepada orang lain dan juga ia tukarkan perumahan kami dengan pekarangan lain seperti pada Ja Muamat.

Tanah yang diberikan kepada orang lain itu ada juga termasuk pekarangan kami sendiri. Dari karena tiada perumahan buat kami lagi, apalagi sudah banyak diberikan fihak terdakwa kepada orang lain2 seperti kepada: Ja Maludin, Haji Amat, Ja Maidin, Ja Malaju, Lobe Baduohop dan Pautan Barani, oleh sebab itu saya minta supaya perumahan sekarang tinggal pada kami.

Jawab yang terdakwa: “Tidak betul keterangan mendakwa, perumahan dan rumah yang di perkarakan bukan hak pusaka (persamaan) tetapi yang diusahakan nenek saya Haji Sutan; ia yang mendirikan rumah itu, dan perumahannya juga bekas kebun2 nya. Tetapi betul juga rumah itu ditempati mendakwa satu kamar. Tanah2 yang diberikan kepada orang itu ialah dengan seidzin Ja Batanga Ari; hal perumahan saya yang sekarang, asalnya Ja Muamat punya, yang ditukarkan Haji Sutan dengan kebunnya.”

Didengar keterangan orang tua-tua dalam adat yang kedua belah fihak terima sebagai saksi dan mendamaikan ini perkara.

  1. Lobe Isa umur kira2 55 tahun,
  2. Ja Mulia umur „ 30 „ ,
  3. Banduk Mompang „ 40 „
  4. Ja Muamat Momp. „ 35
  5. Gading Ulubalang „ 48 „
  6. Ja Ulubalang „ 23 „
  7. Lobe Bahman „ 25 „
  8. Ja Sudin „ 50 „
  9. Ja Mangamin „ 48 „
  10. Ja Palaon „ 38

 

Semuanya orang tua-tua ini sama-sama menerangkan. Rumah yang diperkarakan dan perumahannya itu Haji Sutan punya seperti keterangan terdakwa. Juga halnya tanah2 yang diberikan orang tua terdakwa itu adalah seperti keterangan terdakwa; hanya yang mereka tidak tahu halnya ialah perumahan yang ada pada Pautan Barani siapa punya; pendapatan mereka itu ialah perumahan pusaka juga. Rumah tersebut betul ditempati mandakwa tetapi hanya satu kamar; yang menurut adat kamar yang tiga lagi untuk Haji Sutan Haji Abdullah Umar dan Mangaraja Ipar fihak terdakwa dan saudaranya Si Rajamin sedang Haji Sutan ialah nenek mereka itu menurut itu nyata pada kami sebagai perbagian, hak yang mendakwa pada rumah itu hanya 1/4 bahagian, sebab ia hanya mendapat satu kamar saya.

Dari perumahan itu juga sudah ditempati mendakwa (Ja Bincaran) sebagian.

 

Keputusan

Telah diputuskan menurut mufakat dengan orang tua2 tersebut yang lebih dahulu disetejui mendakwa dia terdakwa sebagei bunyi surat pengakuan yang terlampir ini bahwa perkara ini di putuskan menurut adat (peraturan) mereka itu yang telah lalu sebagai keterangen orang tua2  yaitu: le. Sebab rumah sudah dibuka apalagi dengan ongkos kerugian terdakwa, maka perkakas rumah itu diserahkan kepada mendakwa 1/4 bahagian dari tiap2 rupa perkakas sebagai haknya pada rumah itu juga menurut perbahagian kamarnya.

2e. Hal tanah perumahannya tidak dibagi lagi; sebab segala perumahan yang diberikan kepada orang tersebut betul dengan seizin Ja Batangari, sedang Ja Bintjaran telah menempati sebagian dari perumahan yang diperkarakan itu sekarang. Ini perumahan yang di tempati Ja Bintjaran ditetapkan padanya.

3e. Perumahan pusaka yang ada pada Pautan Barani, kalau masih perlu, kedua belah fihak berhak sama menentuinya sebab tidak dapat kenyataan apa sebab dimiliki Pautan Barani.

Panyabungan Tonga, 15 November 1929.

Het Kuriahoofd, (w.g.)

Mangaraja Iskander Panusunan

 

Sumber: MEDEDEELINGEN  SERIE B No. 6: Nota omtrent de inlandske rektsgemeenskappen in het gewest Tapanuli, Penerbit: Koninklijke Bibliotheek -1929

Bagikan:

Leave a Reply




Sejarah Batak