Sidang/Rapat/Pengadilan Adat Batak: Sabtu 11 November 1922

SALINAN Rapat adat Luak Angkola dan Sipirok dan Batang Toru, bersidang pada hari Sabtu 11 November 1922. Rapat adat Luak Angkola dan Sipirok dan Batang Toru, bersidang pada hari Sabtu 11 November 1922 di kantor besar Padang Sidempuan yang di hadiri oleh raja-raja , kepala-kepala kuria dan kepala-kepala kampung. Buat memeriksa pengaduan Mangaraja Panusunan kawan kawannya orang kuria Sigalangan mendakwa kepada Baginda Perimpunan orang kampung Sigalangan  yaitu:

Pasar Siteleng yang baru di Padang Sidempoean
Pasar Siteleng yang baru di Padang Sidempoean (photo: http://akhirmh.blogspot.com/)

  1. Mangaraja Enda, kepala-kepala kuria Muaratais, Voorzitter (Ketua) dan Leden (Anggota):
  2. Patuan Natigor Soankupon, kepala-kepala kuria Sipirok
  3. Sutan Dilaut, kepala-kepala kuria Baringin
  4. Baginda Raja, kepala-kepala kuria Batunadua
  5. Mangaraja Adil, kepala-kepala kuria Sabungan
  6. Sutan Lubok Raja, kepala-kepala kuria Simapilapil
  7. Tuangku Sutan Mareden, kepala-kepala kuria Hutarimbaru
  8. Partuan Sariguna, kepala-kepala kuria Tijorkoling
  9. Tinondang Bg. P. S., kepala-kepala kuria Sigalangan
  10. Baginda Kalijunjung, kepala-kepala kuria Pintupadang
  11. Sutan Kumala, kepala-kepala kuria Sayurmatinggi, Sutan Barumun, kepala-kepala kuria Maracar
  12. Sutan Panusunan, kepala-kepala kuria Batangtoru,
  13. Ja Rendo, kepala-kepala kampung Tolang,
  14. Sodogoron, kepala-kepala kampung Tahalak,
  15. Sutan Naga, kepala-kepala kampung Mompang,
  16. Ja Laut, kepala-kepala kamp. Partihaman,
  17. Baginda Sinomba, kepala-kepala kamp. Panjanggar,
  18. Baginda Raja, kepala-kepala kamp. Napa,
  19. Baginda Manaon, kepala-kepala kamp. Panobasan,
  20. Sutan Diatas, kepala-kepala kamp. Sialangundi,
  21. Baginda Soritaon, kepala-kepala kampung Sampean,
  22. Sutan Josia Diapari, kepala-kepala kampung Bunga Bondar,
  23. Sutan Saripada, kepala-kepala kampung Parandolok,
  24. Baginda Mahir, kepala-kepala kampung Mapesong,
  25. Baginda Manobing, kepala-kepala kampung Sabungan Julu,

Setelah dibaca surat pengaduan Mangaraja Panusunan yang tertulis pada 3 November 1922 rapat tanya pada Mngr. Panusunan apa sudah ada vonnis rapat adat Sigalangan didalam perkara ini. jawabnya tidak. Putusan rapat. Karena ini perkara rupanya belum diperiksa di rapat adat Singalangan, maka putus supaya ini perkara diperiksa dahulu di rapat adat Sigalangan dan mengirim vonnis nya ke rapat Luak Angkola dan Sipirok di Padang Sidempuan lebih dahulu daripada 8 December 1922.

Pada hari Sabtu 9 December 1922 diulangi lagi memeriksa perkara yang tersebut diatas serta membayar vonnis rapat adat Sigalangan ddo. 12 November 1922. dimuka rapat dan menimbang seperti dibawah ini.

  1. Dakwa no. 1 terang dalam pemeriksaan bahasa Baginda Parimpunan marga dalimunte dan perempuan Si Naimat marga Siregar, tidak bersumbang, lagi pun Si Naimat kawin dengan Bgd. Parimpunan kawin yang kedua, kalau betul lah Si Naimat ada salah dalam perkawinan nya, patut di dakwa waktu kawin pertama yaitu kepada Si Susun saudara dari Bgd. Parimpunan. Keputusan rapat Sigalangan no. 1 dikuatkan.
  2. Dakwa no. 2 terang dalam pemeriksaan bahasa Baginda Parimpunan mengawinkan saudaranya Siti Amisa kepada anak Ja Tuba di Pargarutan tidak dengan setahu kahanggi dan bayo-bayo di Sigalangan, hanya dia sendiri yang meuruskan perkawinan itu, jadi terang Bgd. Parimpunan sudah melanggar adat, mehilangkan hak2 adat yang wajib diketahui dan diterima oleh kahangginya dan suku bayo-bayo serta anak buah di Sigalangan. Sebab itu patut Bgd. Parimpunan, berhutang seèkor kerbou (hasala-salaan) dan memberi makan kepada namora-namora suhu bayo-bayo dan anak buah di Sigalangan. Keputusan rapat Sigalangan no 2 di kuatkan didalam 14 hari musti dibayar mulai dihitung pada ini hari.
  3. Dakwa no 3 terang dalam pemeriksaan, bahasa per kawinan Si Datuk anak Malim Marajo Sidadi dan Si Nonggol anak Baginda Parimpunan Sigalangan syah bersumbang. Dan terang perkawinan ini sudah diizin kan dan setahu namora-namora dan suhu’ bayo-bayo di Sigalangan serta Malim Marajo sudah bayar wang jujuran ƒ 200.— (dua ratus rupiah) parbajuan 5 lembar kain lagi sudah membayar utang ƒ 10.— (korbo kurus) dan ƒ 5.— patilaho, dimuka Mangaraja Pinondang kep. kuria Sigalangan Ja Dongan kep. kampung Sitampa, Ja Bila wakil kepala-kepala kampung janji Manaon, Ja Biangkaro Balang laut, Sutan Bolat kepala-kepala ripe Sidadi Ja Hisar, Bondaro Kuning, Ja Lubis bayo-bayo di Sigalangan dan banyak lagi yang lain2 . Timbangan rapat adalah kepala-kepala kuria Sigalangan dan namora-namora kepala-kepala kampung dan suhu bayo-bayo di Sigalangan, sudah salah seperti kata adat, tarsampal tangan ni Sipaniop, yaitu mengijinkan perkawinan Si Datuk dan Si Nonggol, yang merekaitu tahu dan mengaku dimuka rapat, bahasa menurut sepanjang adat, sekali-kali orang tidak boleh kawin sumbang, siapa kawin dengan bersumbang, mesti di ceraiikan, kalau tidak mau berceraii, orang itu dikeluarkan dari pada adat, sebab itu patutlah Mangaraja Tïnondang kep. kuria dan segala namora-namora dan suhu bayo-bayo yang mengijinkan. perkawinan itu, berutang seëkor kerbou dari itu keputusan rapat adat Sigalangan no. 3 itu dibatalkan.

Keputusan Rapat:

Mngr. Pinondang Bg. Tua Sodangdangon kepala-kepala kuria dan namora-namora suhu bayo-bayo di Sigalangan yang mengizinkan perkawinan Si Datuk dan pr. nama Si Nonggol, berhutang seëkor kerbou serta membuat perjamuan memberikan makan segala orang patut2 dan segala anak buah Sigalangan, karena sudah mengijinkan perkawinan yang menyalahi sepanjang adat, yang mana mereka itu wajib menjaga pekerjaan yang menyalahi sepanjang adat, seboleh bolehnya jangan terjadi. Tentang perkawinan si Datuk dengan Si Nonggal syah melanggar adat, sebab bersumbang. Dilangsungkan perjamuan membayar hutang ini pada 8 Januari 1923, di hadiri oleh kepala-kepala kuria Muaratais dan Pintupadang (Torbing balok)  yaitu kuria yang berwatasan dan oleh Sutan Marah Halom Assistent Demang Padang Sidempuan, Mangaraja Adil, Sutan Parimpunan, kepala-kepala kuria Sabungan dan Batangtoru, Sutan Josia, Baginda Manaon, Baginda Sinomba, kepala-kepala kampung Bungabondar, Panobasan, dan Tanyanggan.

Padang Sidempuan, 9 December 1922.

Voorzitter (Ketua) Rapat Luak Angkola dan Sipirok (w.g.)

Mangaraja Enda.

 

Sumber: MEDEDEELINGEN  SERIE B No. 6: Nota omtrent de inlandske rektsgemeenskappen in het gewest Tapanuli, Penerbit: Koninklijke Bibliotheek -1929

Bagikan:

Leave a Reply