Sidang/Rapat/Pengadilan Adat Batak: 26 Maret 1924

SALINAN Rapat/Pengadilan adat Luak Angkola dan Sipirok en Batangtoru, yang bersidang pada hari 26 Maret 1924, buat mamariksa pengaduan: Ja Soaduan kampung Simatorkis Jae, kuria Huta Imbaru dd. 10 December 1923, minta banding dari kaputusan rapat adat kuria Huta Imbaru yang bersidang pada 2/12—’23 dia akan membayar lagi jujuran bininya nama Si Joru yang dia sudah ceraikan, sajumblah ƒ 200.— (dua ratus rupiah) kepada Sutan Habiaran guru sekola di Pargarutan, kuria Batunadua, yang dihadiri oleh raja-raja kapala kuria, kapala kampung, yaitu:

Terminal bis jarak jauh di Padang Sidempoean
Terminal bis jarak jauh di Padang Sidempoean (photo http://akhirmh.blogspot.com/)

  1. Mangaraja Enda, kepala-kepala kuria Muara’tais, Voorzitter (Ketua) dan Leden (Anggota):
  2. Mangoraja Adil, kepala-kepala kuria Sabungan
  3. Partuan Gorga Pinajungan, kepala-kepala kuria Losungbatu
  4. Mangaraja Pinondang, kepala-kepala kuria Sigalangan
  5. Partuan Soriguna, kepala-kepala kuria Pijor Koling
  6. Partuan Natigor Soangkupon, kepala-kepala kuria Sipirok
  7. Sutan Dilaut, kepala-kepala kuria Baringin
  8. Sutan Kumala, kepala-kepala kuria Sayur Matinggi
  9. Sutan Lubuk Raja, kepala-kepala kuria Simapil-apil
  10. Mangaraja Sodogoron, kepala-kepala kampung Tinjoman,
  11. Ja Soaloön, kepala-kepala kampung Simapil-apil
  12. Sutan Naga, kepala-kepala kampung Mompang
  13. Mangaraja Sodogoron, kepala-kepala kampung Tahalak
  14. Sutan Dajat, kepala-kepala kampung Sibangkuo
  15. Ja Pinajungan, kepala-kepala kampung Padang Lantjat
  16. Bontang Bosi, kepala-kepala kampung Sibiobio
  17. Sutan Josia Diapari kepala-kepala kampung Bungabondar
  18. Mangaraja Parjanjian, kepala-kepala kampung Sibadoar
  19. Sutan Soripada, kepala-kepala kampung Parandolok,

Rapat telah membaca surat pengaduan Jasoaduön dan vonnis rapat adat kuria Huta Imbaru yang tersebut serta rapat minta kepada Simendakwa dan Siterdakwa atau ada lagi saksi2 dan surat2 yang akan diperiksa dalam perkara mereka itu, maka Simandakwa dan Siterdakwa, manyarahkan saksinya yang akan diperiksa buat panamba saksi yang telah di periksa dalam rapat adat kuria Huta Imbaru yaitu.

  1. Mangaraja Salagundi, manarangkan lebih dulu bersumpah betul kira2 sudah ada lima tahun lamanya sakarang, sudah di bicarakan jujuran Sijoru di Pargarutan, ialah Ja Rajo bapa deri Jasoaduën masih ada katinggalan utang 2 ekor kerbau 2 ekor jawi, uang tunei ƒ 80.— jumblah jadi ƒ 200.— berjanji dalam 1 bulan Ja Rajo musti bayar, tapi sampe sekarang belum dibayar.
  2. Simanap kampung Simatorkis manarangkan lebih dulu bersumpah, betul kira2 sudah 5 tahun lamanya, sekarang, waktu dibicarakan jujuran Si Joru di Pargarutan, masih katinggalan utang lagi, yang saya tidak ingat brapa banyaknya, tapi kami tidak mau aku bayar waktu itu.
  3. Sirajap kampung Simatorkis, manarangkan lebih dulu bersumpah, betul kira2 sudah ada 5 tahun lamanya sekarang, saja ada turut di kampung Sosopan Pargarutan membayar uang jujuran Sijoru banyaknya ƒ 160.— parabur ƒ 20.— kapada sutan Habiaran saudara dari Joru, lain dari itu saja tidak tahu lagi apa-apa. Sutan Habiaran ada meunjukkan satu surat tolak ddo. 17/6—’23, yang diberikan Ja Soaduön kapada Sijoru, tanda Ja Soaduon ceraikan kepada di Joru. Rapat tanyah pada Ja Soaduön, tempo Si Joru diceraikannya manurut adatkah apa tidak, apa betul, itu surat tolak tersebut yang dia berikan buat tolah (ceraikan) kapada Si Joru?

Jawab Ja Soaduon: Si Joru saya ceraikan tidak menurut adat hanya saya ceraikan pada Si Joru dengan surat tolak saya, itulah dia itu surat yang tertulis pada 17/6—’23 yang diunjukkan Sutan Habiaran sekarang. Kaduwa belah fihak menerangkan di muka rapat, tidak ada lagi yang akan di terangkan mereka itu.

Timbangan rapat:

Terang dari uang jujuran yang ƒ 200.— belun lagi Jo Soaduon bayar, dan Ja Soaduön ceraikan Si Joru tidak manurut sepanjang adat, patut Ja Soaduon berutang membayar jujuran. Keputusan rapat. a. Ja Soaduön membayar uang jujuran Si Joru yang ketinggalan banyaknya ƒ 200— (dua ratus rupiah) didalam tempo 3X 7 hari  yaitu 21 hari kapada Sutan Habiaran. b. Ja Soaduön membayar lagi dalam tempo yang tersebut utang seékor kerbau atau uang ƒ 40.— (ampat puluh rupiah), kepada rapat haijuran namanya.

 

Padangsidempuan, datum als boven.

Oleh Voorzitter (Ketua) tersebut (w.g.) Mangaraja Enda

 

Sumber: MEDEDEELINGEN  SERIE B No. 6: Nota omtrent de inlandske rektsgemeenskappen in het gewest Tapanuli, Penerbit: Koninklijke Bibliotheek -1929

Bagikan:

Leave a Reply