Guru Patimpus dalam Literasi: Sinambela atau Sembiring Pelawi

1973:
Judul buku: Sejarah kebudayaan suku-suku di Sumatera Utara
Penulis : Dada Meuraxa
Penerbit: Sasterawan, hal – 808
Tertulis:
GURU PATIMPUS MEMBUKA MEDAN.
Menurut naskah kuno tulisan dikulit alim, Bahasa Karo, torombo Urung XII dapat diketahui sebagai berikut:
Salah seorang cucu Singamangaraja di Bakka telah datang ke Deli. Anaknya bernama Guru Patimpus, diduga penebas pertama rimba.

guru patimpus antara Riwayat Hamparan Perak dan Monumen
guru patimpus antara Riwayat Hamparan Perak dan Monumen

1975:
Judul Buku: Sejarah hari jadinya Kota Medan, 1 Juli 1590
Penulis: Dada Meuraxa
Penerbit: Sasterawan,
Tertulis
Tercatat disitu bahwa Sri Paduka ini datang dari Aceh kira-kira 350 tahun yang lalu. Mengenal sub “Hamparan Perak”, Nota itu menulis bahwa Hamparan Perak itu didirikan Oleh seorang keturunan Si Singamangaraja, yang bernama Guru Patimpus.

1881:
Judul Buku: Karo, dari jaman ke jaman, Volume 1
Penulis : Brahma Putro
Penerbit: Yayasan Massa Cabang Medan, 1981
Tertulis:
Raia-raia Melayu seperti Datuk Sunggai. Datuk Patumbak. Keiuruan Sungai Basah. Keiuruun Buah Orok dan lain-lain masih mangaku orang Karo. dan masih mengetahui asal usulnva. dan megetahui suku merganya. Lain halnya dengan Datuk Amparen Perak yang bermarga Pelawi itu. rnengaku keturunan Sinambela.

1984
Judul Buku: Sejarah sosial daerah Sumatra Utara, Kotamadya Medan
Penulis: Usman Pelly
Penerbit: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional
Tertulis: Dalam daftar trombo raja keturunan XII kota, ia merupakan raja ix, berarti turunan VI dari Guru Patim-
pus dengan urutan keturunan: (l) Si Singamangaraja, (2) Tuan Siraja Hita, (3) Guru Patimpus, (4) Datuk Hafiz Muda……

1992:
Judul Buku: Sejarah Medan tempo doeloe
Penulis : Luckman Sinar (Tengku.)
Penerbit: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni Budaya Melayu
Tertulis:
Salah Seorang cucu Sisingamangaraja di Bakkara, bernama TUAN SI RAJA HITA, pergi merantau ke Tanah Karo dan salah seorang anaknya, GURU PATIMPUS, mendirikan kerajaan di Kampung Durian. Guru Patimpus itu masuk agama Islam atas pengaruh Raja Deli di Kota Bangun, yang menurut riwayat adalah tinggi ilmu agamanya.

1994
Judul Buku: Urbanisasi dan adaptasi: peranan misi budaya Minangkabau dan Mandailing
Penulis: Usman Pelly
Penerbit: LP3ES
Tertulis:
Beberapa sumber menyatakan bahwa Guru Patimpus adalah putera Raja Sisingamangaraja II , pahlawan Batak Toba yang beristeri orang Karo . Kemudian menurut sumber – sumber tersebut , Guru Patimpus kawin dengan seorang Karo

1995:
Judul Buku: La formation d’un paysage ethnique: Batak et Malais de Sumatra nord-est
Penulis : Daniel Perret
Penerbit: Presses de l’Ecole française d’Extrême-orient
Tertulis: Sosok kedua adalah Guru Patimpus. Bagi beberapa orang adalah cucu dari “raja-imam” yang terkenal yang ada di pantai selatan Danau Toba di Bakkara Sisingamangaraja, pendapat lain adalah anggota Merga Sembiring Pelawi yang tinggal di dataran utara Danau Toba, ia adalah salah satu karakter utama dari Riwayat Hamperan Perak.

1997:
Judul Buku: Cultures in Contact: Kertas Kerja
Penulis : Mohd. Ariff bin Yusof, Denys Lombard
Penerbit: Kem. Kebudayaan, Kesenian & Pelancongan|
Tertulis:
Tokoh yang kedua adalah Guru Patimpus . Satu sumber mengatakan beliau adalah cucu seorang raja Batak yang terkenal , iaitu Sisingamangaraja , yang tinggal di kawasan selatan Danau Toba .

2000:
Judul Buku: Sejarah pertumbuhan sastra Indonesia di Sumatera Utara
Penulis : Aiyub, ‎Z. Pangaduan Lubis, ‎D. Syahrial Isa – 2000 – ‎Tampilan cuplikan
Penerbit: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional

2004
Judul Buku: Otobiografi Neken Jamin Sembiring Kembaren: sarjana yang merintis usaha cabai & bumbu giling
Penulis: Neken Jamin Sembiring Kembaren
Penerbit: Pustaka Sora Mido
Tertulis:
Kodya Medan (Pendirinya sendiri adalah Putra Karo sendiri  yakni Guru Patimpus yang bermarga Sembiring Pelawi).

2004:
Judul Buku: Orang Karo diantara orang Batak
Penulis: Martin Luther Peranginangin
Penerbit: Pustaka Sora Mido
Raja Singa Maharja memerintah negeri negeri Bakerah kawin dengan putri dari orang besarnya yang bernama Puang Najeli dan nama orang yang besar itu Jalipa dan dari perkawinan ini lahirlah dua orang putera masing- masing bernama Tuan Manjolong (yang menggantikan

Bagikan:

Leave a Reply