Marga Berutu Keturunan Koda? Perlawanan Budaya Gaya Pakpak

Saya pertama kali membaca Marga Berutu (Barutu atau Brutu) dari India Belakang (Thondal) adalah dari artikel yang konon mengutip Bapak Kadim Berutu mantan pejabat teras di SUMUT. Dalam bukunya Silsilah Berutu dan perkembangannya tahun 2003, photonya Tarombonya seperti terlampir. dia mengembangkan teori dari India Tindi Radja Manik. Saya coba cari dari Arsip lama tidak ada pernyataan itu, semua di hubungkan dengan Lontung, termasuk jaman kolonial, yang temukan adalah, legenda Batara Guru (yang dikenal di Toba) juga  yakni salah satu Legenda yang menyatakan Manusia mempunyai tiga Leluhur (Saya akan tulis sesuai Tulisanya aslinya):
1. Orang putih (Eropa) adalah keturunan Napbi Setan
2. Mereka yang berbicara Batak Napbi Hadji
3. yang muslim dari Napbi Mëhëmat.

Struktur Silsilah Marga Berutu
Struktur Silsilah Marga Berutu (Photo: Fb.com)

Selangkapnya disini: https://batak.web.id/2020/05/batara-guru-penciptaan-manusia/.

Jadi saya Singkat saja. Entah dari mana di dapat Bapak Kadim Berutu menghubungkan Hadji ini dengan Koda, sementara ketiga manusia awal diatas disebut berasal dari Ciptaan Batara Guru.

Pendapat-pendapat yang terangkup dalam beberapa diskusi didapat seperti ini.

1. Padan Sinaga (Orang bernama Sinaga ompung kami)
Sinaga tidak punya padan, hanya keturunan Sinaga yang punya Padan, misalnya di Simalungun ada KETURUNAN Sinaga yang berpadan dengan Sipayung, maka ini tidak mengikat Sinaga diluar keturunan yang mengikat pada itu. Kemudian di Toba ada Padan diantara Suhut ni huta (Sinaga, Situmorang dan Pandiangan), sebagian menyebut Pande juga punya padan di ketiga marag lontung itu. Maka Perlu di tanya dengan Siapa Berutu itu marpadan?

2. Sitolu Tali I : Kisah Persaudaraan di Toba
Dalam pembangunan Tugu Marga Pandiangan menurut masukan harus dibangun urat bona pasogit yang di dasari Sitolu Tali di harira maranak yakni tiga marga Lontung Sinaga, Situmorang dan Pandiangan. Sitolu tali adalah nama kerajaan (Kampung) Berutu. Kebetulan atau tidak? (Catatan Marga lain juga banyak punya kisah persaudaraan Sitolu Tali). Dan Sitolu tali hanya kampung Berutu, Padang dan Solin punya kampung berbeda. hal ini sesuai dengan buku Sebayang Dari Raja Lambing Hingga Kini yang di tulis oleh Dr. Amir Mirza Sebayang.

3. Sitolu Tali II: Persetujuan Padang dan Solin
Adakah Tarombo Kadim Berutu itu telah didiskusikan dan disetujui oleh Pihak Marga Padang dan Solin, Sebayang, Selian dan Pinem, karena ketiga marga ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Lihat Point 4.

4. Parube Hadji (Mertua) dan Si Hadji (Bapak).
Ini yang menarik, Parube Hadji disebut mertua dari Ketiga Marga Itu (Menurut buku Sebayang) dimana 3 keturunan Lontung menikahi 3 puteri Parube Hadji yakni:
Marga Situmorang lahir Sori Tandang => Leluhur Marga Padang dan kemudian Pinem.
Marga Sinaga lahir Sori Gigi => Marga Berutu
Marga Pandiangan lahir Punguten Sori => Marga Solin, Sebayang dan Selian.
Sementara di Silsilah itu Hadji itu jadi seorang Bapak.

Catatan: Parube Hadji disebut Keturunan Borbor (Saribu Raja) marga keturuanannya adalah Sitakar, Padang Batang hari dan Tondoen ( Tinedung) (Van Vuuren 1910)

5. Pendatang ke Tanah Pakpak
Keduanya menyebut Leluhur Berutu itu Pendatang, Versi India Belakang (Tondal) menyebut dari Hindia Belakang, versi Sebayang menyebut dari Samosir.

6. Hanya Anak dan Boru punya hak tanah
Dalam adat Batak hanya Anak dan boru yang punya hak waris Tanah. Jadi versi Sebayang maka mereka sebagai pendatang dapat tanah dari Mertuanya (Kula-kula) klan Borbor (Saribu Raja). Sementara versi Kadim Berutu mereka seperti orang pertama dan otomatis jadi penguasa. agak sulit menerima karena bagaimana mereka punya budaya sangat berbeda dengan leluhurnya.

7. “Kewajiban mengganti Marga”
Semua Marga Lontung yang menumpang di Kampung Naimarata itu wajib meninggalkan Sinaga, itulah kenapa ada Marga Manjorang, Maibang, Mandalahi, Berutu, Padang dan Solin tidak menggunakan marga Induk. Di Simalungun malah Keturunan Manjorang, Maibang dan Mandalahi tetap memakai Marg Sinaga.

8. Silsilah, ada beberapa saya Lihat Berutu punya Silsilah hingga Sinaga, tapi jangan harap Sinaga tahu silsilah Berutu, rata-rata orang yang bisa menghubungkan Silsilahnya ke Samosir adalah orang masih ingat silsilahnya lalu di cocokan dengan ingatan orang orang Samosir baru di terima. Tidak mudah menerima seseorang jadi anak kalau tidak bisa menunjukan silsilah, makanya disitulah maka Perangin-angin tidak bisa di masukan dalam Tarombo Marga Sinaga karena mereka tidak dapat menunjukkan silsilah, kalau pun ada maka tidak ada keseragaman jadi tidak bisa dibuat dalam tarombo, meski banyak yang mengaku dari Sinaga (di luar Benjerang maksudnya karena Benjerang = Simanjorang). Lagian Marga Perangin-angin adalah persadaan.

9. Tujuan
Saya lihat dari suadara kita Berutu ini tujuannya utamanya bukan mau pemekaran tapi lebih pada mau menunjukan Pakpak (Berutu) itu mandiri tidak dibawah bayang-bayang Toba (Sinaga), makanya selalu mau nonjolkan perbedaan, baiknya hanya segelintir orang yang buat pernyataan tidak ada hubungan Sinaga dan Berutu, tapi memang di Sumbul menurut informasi yang saya dapat Sinaga dan Berutu sudah ada yang berumah tangga, lalu sesama Berutu juga ada kok.

10. Tindakan dari Sinaga Toba dan yang marahap Toba.
Nah tak usah bilang-bilang lagi kembali ke adat Urat, karena di Urat itu anak paling kecil, kalaupun dikatakan itu asal, itu asal Sinaga. Ompung-ompung kami yang merantau dulu sudah menyesuakan adat dengan dimana dia tinggal, tak perlu fanatisme berlebihan menjadikan Urat sebagai kiblat semuanya, apalagi kalau cerita warisan langsung dikunci: kami siampudan nya punya tanah di Urat. Ini hanya jadi sumber pertengkaran.

11. Tindakan perlu dari Berutu pomparan Sinaga asal Pakpak
Kurang tahu aku Manduamas itu masih budaya Pakpak atatu sudah campuran, intinya yang dari Pakpak pakailah adat Pakpak kemanapun berada, tak perlu ikut-ikutan adat Toba kecuali terpaksa (karena tak orang Pakpak yang bisa membantu apa boleh buatlah, ujungnya kan dana juga akan jadi pertimbangan mendatangkan dari kampung.
Catatan: Tapi terus terang Orang Toba yang paling siap membantu kerja adat di banding yang lain-lain sejauh pengamatanku meski pada orang yang tidak di kenal sama sekali. Asal ngaku Sinaga atau boru atau bere yang tak dikenal pun langsung di bantu, meski sudah bertahun tahun jadi tetangga yang tidak dikenal. Ini kelebihan orang Batak Toba.

12. Bagaimana kelanjutannya?
Terserah marga Berutu, jika menganggap Sinaga itu padan, maka di perjelas Sinaga dari Garis mana itu Padan, pantang mengatakan Sinaga sejajar sama Berutu, maaf Ompung Kami Sinaga itu tidak punya Padan, keturunannyalah yang punya padan. Kalau pun mau pernyataan seperti itu cukup katakana Semua berutu marpadan sama Sinaga dan ada juga yang asli dari Sinaga. Hingga mengenai siapa yang Berutu asli atau pertama kali, belajarlah dari Perangin-angin tidak ada yang tertarik membahas siapa Aslinya Perangin-angin karena marga itu Persadaan.

Horas, Mejuah-juah, Njuah-njuah.

Silahkan lanjut diskusi di FB

Bagikan:

Leave a Reply