Habonaron Do Bona dalam Hal Padi yang Terlalu Subur

Habonaron do Bona adalah falsafah kehidupan Batak Simalungun ataupun disebut juga Simalungun yang secara harfiah bisa di sebut Kebenaran adalah pangkal atau pokok.

Jadi habis naik Gareta Horbo kemarin (masih ingat nya klien kan?), sampailah kami lalu dari bukit Panggi menunjuk Paya-paya Hinalang (Kec. Purba). Hamparan Padi yang lagi tumbuh sangat subur. Samaku sih biasa karena kami juga petani, sekarang aja setelah merantau mengerti ke indahan hamparan persawahan padi nan hijau itu.

Nagori Hinalang kecamata Purba dengan Perladangannya
Nagori Hinalang kecamata Purba dekat Danau Toba dengan Perladangannya (photo: google.com)

Lalu kami turun ke sawah, Panggi tunjuk padi, lalu bicara padaku: “lihat Sihol (panggilanku), padi ini terlalu gemuk”. Ya kutengok daunnya menutupi semua bagian batangnya, tidak kelihatan lagi sakit suburnya, panggi bicara sambil menyibak daunnya, Batangnya pun besar2.

Lalu Panggi melanjut :”Daun ini harus di pangkas, kalau nggak nanti padi ini tak berbuah.”

Di contohkanlah sama Panggi, daun padi itu di pangkas kira-kira seperti waktu aku kecil pangkas tentara 010. Sekeliling batang tak ada daun, bagian atas sedikit di tinggalkan. Benar tidaknya ukurannya inilah tergambar dalam memoriku puluhan tahun lalu.

Memang kadang jika terlalu subur kita perlu memangkan daun yang terlebih menutupi Bona dengan sombongnya agar habonaron padi itu terlihat dengan menghasilkan buah yang limpah.

Didiskuikan di FB Batak Simalungun Online.

Bagikan:

Leave a Reply