Legenda Batak: Juaro Gandong

Cerita-cerita pendek termasuk Legenda Batak sejarah Juaro Gandong, sebuah narasi Angola. Dia menerima permintaan dari saudara iparnya, sebuah mimpi yang didapatnya padanya, tak berdaya, yang padanya dia dengan rumit menyatakan keinginannya untuk bersetubuh dengannya.

Pakaian Pengantin Batak Angkola
Pakaian Pengantin Batak Angkola (Photo: http://kamisukubatak.blogspot.com/)

Dia memenuhi keinginannya. Namun, ketika dia hamil, terungkap bahwa Juara Gandong telah melanggar hukum adat negara itu. Karena itu, ia dihukum mati dan dimakan. Adik perempuannya yang cantik mencukur rambut di kepalanya dan dia menjadi budak kepala desa.

Begitulah, perhatikan penulis di akhir cerita, dengan mereka yang, seolah-olah, bersalah karena malu. Rasa malu yang sebenarnya tidak dilakukan di sini, karena wanita itu bukan bagian dari marga atau keluarga Juaro Gandong. Tetapi di Angkola, kakak laki-laki tidak diizinkan menikahi adik istri atau berlatih bersama dengannya, dan hukum ini telah dilanggar Juaro Gandong.

Dalam kisah Mandailing kita juga diberi tahu beberapa karya puitis, jika ada yang memberi mereka nama itu. Mereka dibedakan dari bahasa biasa dengan menggunakan banyak ekspresi dan kata-kata indah dari bahasa Andung.

Ini termasuk: nyanyian roh, yang telah diturunkan dalam diri seseorang; sebuah lagu singka Angkola, di mana dua orang bernyanyi satu sama lain; ratapan dari seorang gadis, bahwa anak-anak berhati-hati dan mati tua, tanpa ada yang membawanya ke istri karena dia terlalu pemilih, dan lagu ratapan lain dari seorang gadis yang sudah menikah.

Yang paling penting bagi kami adalah lagu-lagu yang disebutkan di sini pertama dan terakhir. Yang pertama berisi kontribusi pengetahuan tentang cara menyulap semangat di Angkola. Yang terakhir menunjukkan kepada kita bagaimana adat istiadat pernikahan sering kali memiliki pengaruh buruk pada keadaan masyarakat.

Legenda Batak Di terjemahkan dari :
BIJDRAGEN TAAL LAND- EN VOLKENKUNDE NEDERLANDSCH INDIE.
Rotterdam, 22 December 1865 ditulis oleh G. K, NIEMANN.

Bagikan:

Leave a Reply