Nasution Diantara: Pulungan, Pohan, Batara Pinayungan Bahagian 3

Bagikan:

3/ Sibaroar adalah Sutan Pinayungan keluarga Pagaruyung dan Kerajaan Kota Pinang.

Ada sumber lain menyatakan bahwa Si Baroar itu adalah keturunan dari Pagaruyung yang bukan dari Sultan Iskandar Muda, tapi dia adalah Sutan Pinayungan penguasa kota Pinang.

Dalam BIJDRAGE TOT DE KENNIS VAN DE AFDEELING ASAHAN, 1926, M. Hamerster Assistant Resident, menyebut Radja pertama Kota Pinang adalah Batara Pinayungan atau Batara Sinomba, dari Pagarujung, yang terusir karena melakukan insest dengan saudara tirinya Putri Lenggagani (atau Legan).

Melalui Mandailing, dia dan saudara tirinya dan saudaranya Batara Payung (atau Kumala) pergi ke Otang Momo (Pinang Awan), di mana dia mendirikan sebuah kamp dengan bersama marga Tombak Dasopang.

Batara Payung inilah yang  tinggal di Mandailing, di mana dia menjadi nenek moyang panguasa Mandailing (Si Baroar-pen).

Batara Sinomba tinggal di Otang Momo sampai kematiannya, itulah kenapa dia dipanggil Marhum Mangkat di Otang Momo.

Anaknya mendirikan cabang di Aer Merah. Di bawah raja ini datang intervensi dari pihak Kesultanan Aceh pada saat penolakan terhadap kedua putranya oleh seorang wanita darah kerajaan yang dikandung (istri gahara) diserang oleh selir (gundik), yang tertulis dalam sejarah Asahan.

Ketiga anak laki-laki “Marhum Mangkat Di Jambu” menetap sesuai dengan sebuah kesepakatan, setelah mengembalikan kedua bersaudara tersebut dari Aceh; yang tertua, Tengku Raja Tohir, di Kumbul Humbul (ini menjadi nenek moyang para pangeran Bila dan Paneh), yang termuda, Maharaja Awan di Sungai Tasik   atau Pinang Awan (ini menjadi nenek moyang para pangeran Kota Pinang) dan yang ketiga, Sutan Segar Alam, di Sungei Toras (yang menjadi nenek moyang radja Kampung Raja).

Inilah berturut-turut penguasa Kota Pinang hingga 1926

  1. Maharaja Awan/Marhum Mangkat di Tasik
  2. Marhum Mangkat di Hadungdung;
  3. Marhum Tuan ;
  4. Marhum Muda;
  5. Marhum Mangkat di Pulau Biramata ;
  6. Sultan Mustafa Yang Dipertuan Besar (Mangkat di Kota Pinang);
  7. Sutan Ismail Yang dipertuan Sakti;
  8. Sutan Yang Dipertuan Mamur Perkasa Alasyah.

Dari sini sulit mengatakan Bahwa Batara Payung/Batara Pinayungan/Batara Sinomba adalah Si Baroar itu sendiri mengingat tahun 1846 Si Baroar sudah berkuasa sebanyak 12 Generasi sementara Batara Pinayungan (mengikut Generasi Kota Pinang) hingga tahun 1926 (Jarak 80 tahun) masih berkisar 10 Generasi. Kemungkinan terbesar adalah Batara Payung bergabung dalam kelompok Nasution Si Baroar (Nasution Dahulet).

Anwar Nasution
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution tak canggung mengenakan pakaian khas Raja Pagaruyung, Batusangkar, Sumatera Barat. Bak raja dan ratu, Anwar bersama sang istri, Yuna Anwar, duduk di singgasana raja Istana Silunduang Bulan, Sabtu dua pekan lalu. Keduanya siap menerima gelar sangsoko adat. (caption dan Photo: Gatra.com)

Salah seorang Nasution yang mengaku keturunan Batara Pinayungan adalah mantan ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution, yang di terima dengan suka cita oleh keluarga Istana Pagaruyung.

Adakah kisah Batara Payung ini yang membuat ada kisah Si Baroar yang penuh misteri itu menjadi punya hubungan ke Pagaruyung (untuk “mendaimaikan” seperti yang di tullis TJ Willer dalam artikel sebelumnya)? Tapi hal ini tidak dicatat dalam tulisan Siboeloes-Boeloes dan Siroempak-roempak Willem Iskandar.

Atau Batara Pinayungan inilah Raja Mandailing sebagai keturunan ke 4 dari Si Baroar? Hal ini lebih cocok Karena yang di kuasai Si Baroar adalah tempat bernama Panyabungan (Ketika sabung ayam ditampilakan. Dan anaknya ke 4 yang menjadi Raja Mandailing.

Masih banyak pertanyaan yang perlu di analisa disini.

Leave a Reply