Tentang Sinaga Tanah Jawa (Sinaga Nadihoyong)

Bagikan:

Banyak cerita tentang Sinaga Tanah Jawa beredar di dunia maya, baik blog-blog atau pun media sosial. Dan sepertinya faktor sebagai sebuah Kerajaan paling Besar di awal abad 20 di Tanah yang kini disebut Simalungun, menjadikan ada kebanggaan tersendiri oleh keturunanya termasuk tuan-tuannya, dan kalangan sejarawan Simalungun. Ditambah dengan gemerlapannya cerita tentang Sejarah Kerajaan Nagur, yang sejauh penulis ikuti tak segemerlap data yang mendukung sejauh ini.

Sehingga opini yang terbentuk dan atau ingin sengaja dibentuk sebagai berikut:

  1. Sinaga Tanah Jawa berasal dari Urat Samosir
  2. Sinaga Tanah Jawa tidak ada hubungan dengan Sinaga dari Urat (sering di sebut Sinaga Toba)
  3. Sinaga Tanah Jawa adalah asal Sinaga Urat.
Keluarga Raja Tanah Jawa
Duduk Raja Tanah Jawa 1919 – 1940, Tuan Sang Majadi (1885 – 23 Juli 1940). Jika Dihitung dari Raja Sorgalawan, Tuan Sangmajadi Sinaga adalah Raja ke IX Tanah Jawa, setelah menggantikan abangnya – Tuan Jintar yang mangkat setahun sebelum beliau dinobatkan. Setelah Tuan Sangmajadi mangkat pada 23 Juli 1940, tahta beralih kepada putra tertua beliau yang bernama Tuan Kaliamsjah Sinaga, hingga meletus revolusi sosial 1946. Tampak berdiri pada photo, dari kiri ke kanan, putra-putra Tuan Sang Majadi: Tuan Kaliamsjah Sinaga (Putra Pertama), Tuan Omsjah Sinaga (Putra Ke 3), Tuan Kalam Sinaga (Putra ke 2). (sumber: Flicker.com)

Penulis sudah lama terusik, tapi tentu tidak baik membuat suatu tulisan baik sebagai pelurusan atau bantahan tanpa didasari data yang cukup. Karena tentu cerita-cerita Legenda (turi-turian) sebagai sumber-sumber sejarah Marga-marga Batak menjadi semakin beragam karena begitu mudahnya menjadi penulis di blog-blog atau pun di media sosial. Itu adalah alasan penulis butuh dukungan data, yang tentunya data itu sendiri berasal dari legenda lebih tua.
Hasil penelusuran itu penulis mendapatkan setidaknya tiga data pendukung yang bisa di pelajari dan jadi acuan cukup disandingkan dengan cerita-cerita legenda (Turi-turian), 2 merupakan kisah Simalungun (item 1 dan 2) dan Satu kisah dari Toba (item 3) yakni:

1/ Tulisan 1909 dalam buku: Indische Taal, Land-en Volkenkunde. Deel.51 hal 555 : Sesuai dengan pengakuan dari Tuan Djintar Sinaga Raja Tanah Djawa waktu itu, yang mengatakan bahwa Raja Tanah Djawa berasal dari Jawa, sempat singgah di Minangkabau kemudia diangkat jadi Sinaga di Urat (Samosir kini) sebelum ke Tanah Djawa. Dalam versi ini terlihat bahwa Raja Tanah Djawa tidak membawa marganya dari jawa, tetapi mendapatkan marga itu dari Marga Sinaga yang ada di Urat Samosir.

2/ Tulisan 1922: J Tideman dalam buku SIMELOENGOEN, menulis kan tiga bagian generasi Sinaga yang berbeda kesemuanya berasal dari Urat Samosir, yakni:

2.1/  Tuan Batangio Bernama Dongpati: mengatakan berasal dari Urat bermarga Sinaga Bonor, sementara dalam kisah kisah Sinaga Tanah Djawa diakui bahwa sebelum ada kerajaan Tanah Djawa maka Kerajaan Batangio telah lebih dulu eksis yang sejaman dengan Kerajaan Nagur (seperti menolak halus mengatakan bukan dari Kerajaan Nagur.
2.2/ Leluhur Raja Tanah Jawa diakui bernama Nadi Heong atau Nadi Hoyong (begitulah Tidemen menuliskan), Mengisahkan dia bertempat tinggal di Urat (Samosir) kampong asal Sinaga, dia mempuanya 3 orang putera, yang termuda bernama Si Mula Raja yang kemudian menjadi Tuan Dolok Panribuan lalu Si Muha Raja yang kemudian menjadi Tuan Jorlan Hataran dan satu lagi tak diketahui namanya.
2.3/ Tidemen juga mencatat bahwa, sebelumnya Raja Tanah Jawa dari keturunan Nadi Heong atau Nadihoyong, disebut sudah ada Raja Sebelumnya yang bernama Raja Sitonggang Sinaga dari Klan Lontung (persis dengan Tarombo di Samosir)
.
3) 1933: JC Vergowen, dalam buku yang sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia berjudul: Masyarakat Hukum adat Toba, mengatakan Ketiga keturunan Sinaga menjadi penguasa Swapraja Tanah Jawa.

Nah terlihat dalam catatan diatas bahwa Marga Sinaga itu berasal dari Urat-Samosir kini, dan tentu dalam perjalanannya tidak mengesampingkan adanya orang diangkat bermarga Sinaga berasal dari daerah lain.

Dan mengenai dari manakah sesungguhnya Raja Tanah Jawa berasal maka tentu pihak keluarga atau keturunannya lah yang mengetahui.

Silahkan melanjutkan diskusi di FB group Sejarah Batak.

https://fb.com/groups/Sejarah.Batak/permalink/2025450357699368/

Leave a Reply