Jun 112013
 

Dalam berbagai diskusi yang saya dapat seperti inilah persepsi kita

Hau Hamijon  i Humbang Hasudutan

Salah satu warga Desa Pandumaan yaitu Tohap Pandiangan di pohon kemenyan miliknya (photo : kompasiana.com)

1. Setua Si Raja Batak yang maksimal kira-kira 25 generasi sampai hari ini mengikut Tarombo Toba, dilawan kabar lainnya bahwa Munte (belakangan sudah mengerenkan diri menjadi Munthe-jangan lupa pake H sudah hampir 30 generasi lalu ada juga Selian yang katanya  di Alas sudah ada 26 generasi).

2. Setua Karo karena Karo berasal dari Kerajaan Aru yang konon lebih tua dari point satu di atas, tapi Sifat Bajak Laut Aru (Tomi Pires – Suma Oriental) tidak kelihatan dalam kehidupan Saudara kita Karo (dan semoga memang tidak ada he .. he.. he.. canda kdkd) dan belum bisa dibuktikan sungai mana di Sumut yang bisa dilayari yang sampai membelah Sumatra (Tomi Pires – Suma Oriental), meski ada yang tulis sungai Babura. Kenyataan sungai di Riau yang bisa dilayari hingga Pekan Baru ke Selat Malaka dan sebaliknya hingga hari ini.

3. Setua Nagur, tapi jejak Nagur yang tertulis pengelanan asing yang saya temukan ada ditahun 1400-an, meski kabar dari Simalungun ada dari tahun 500 masehi.

4. Setua Mandailing, yang katanya nenek moyangnya punya kerajaan Holing (kalingga) sudah berdiri lebih tua dari item 1 diatas dan disebut sebut dalam kita Negara Kertagama.

5. Kemudian ada pengakuan keturunan Mpu Bada dari Pakpak yang mengatakan bahwa nenek moyang mereka petani Kapur Barus sejak Ribuan tahun lalu. Lebih masuk akal ini tetapi muatannya tetap lebih tua dari items 1 diatas. Continue reading »