Jun 192013
 

Berikut alasan mengapa Benteng Putri Hijau harus diratakan dengan tanah dan di bangun Perumahan menulis penelusuran nalar negative saya:

Kondisi Benteng Putri Hijau sisi selatan sebelum dibangun Perumahan (photo: BentengIndonesia.com)

Kondisi Benteng Putri Hijau sisi selatan sebelum dibangun Perumahan (photo: BentengIndonesia.com)

1. Jika Benteng Putri Hijau adalah Situs Kerajaan Aru – seperti banyaknya tulisan di blog dan portal, maka:

1.1 Bagi “Deli” (Maaf dalam hal ini sedikit nakal) tidak akan masalah karena pewaris Aru sudah tidak jelas, tidak jelas lagi siapa pemiliknya, dan menghancurkan banteng ini maka “Deli” akan lebih aman eksistensinya karena jelas pada sejarah mereka adalah wakil aceh di SUMUT.

1.2   Gerakan Karo Bukan Batak akan semakin besar gaungnya jika banteng Putri Hijau terbukti secara Ilmiah adalah situs Kerajaan Aru, dan ini bisa menghawatirkan dari Kaum Batak yang berpikir kerdil bahwa Karo benar-benar lepas dari Batak atau hanya memikirkan faktor Ekonomi menjelang Pemilu 2014 atau Pilkada Gubsu 2013 lalu, hal ini diwakili Bupati Deli Serdang yang punya otoritas dan bisa di anggap mewakili Kaum Toba yang memang kebetulan dari Batak Toba.

2. Jika Benteng Putri Hijau adalah Benteng Kerajaan Batak dalam Hal ini mengutip:

–  Tomi Pires dalam Suma Oriental, bahwa Kerajaan Batak itu antara Kerajaan Pase dan Kerajaan Aru. Dimana Aru menurut Pires ada sebagian di Tanah Minangkabau dengan sungai sangat besar yang bisa dinavigasi (cenderung pada sungai Siak Saat ini yang bisa dilayari dari Selat Malaka Ke Pekan Baru). Continue reading »

Feb 042013
 

Rute perjalanan Marcopolo ke Sumatera

Rute perjalanan Marcopolo ke Sumatera (SUMBER: The Travels of Marco Polo: The Complete Yule-Cordier Edition Oleh Marco Polo,Sir Henry Yule,Henri Cordier; Dover Publication. 1993 )

Dalam legenda Puteri hijau dikisahkan bahwa dirinya adalah Puteri yang sangat cantik jelita, dengan tubuhnya mengeluar pamor warna kehijauan. Dan kecantikannya terkenal sampai ke seantero Nusantara dan telah membuat kepincut Sultan Aceh yang ingin meminangnya.

Tetapi pinangan itu ditolak (dengan alasan yang tidak Jelas) sehingga membuat Sultan Aceh merasa tersinggung, lalu menyerang Benteng Putri Hijau .

Diluar dugaan Benteng itu ternyata sangat kuat, sehingga Sultan Aceh gagal menembusnya. Kekuatan benteng itu menggambarkan bahwa Putri Hijau  itu terkait pada sebuah kerajaan yang cukup besar artinya Putri Hijau bukan dari kalangan masyarakat bawah.

Akhirnya Pasukan Sultan Aceh berhasil menguasai Benteng. Setelah pasukan Aceh menembaki Benteng dengan ribuan Koin Emas yang membuat pasukan Benteng Putri Hijau kacau balau dan saling berebutan koin emas.

Dan selanjutnya dalam legenda Putri Hijau ada dua Versi dimana versi pertama mengatakan dia dibawa Saudaranya yang berbentuk Ular Naga yang bernama Ular Simangombus dan kini bersemayam di sekitar Pulau Berhala. Akan tetapi dalam versi lainnya dia sempat di tawan Sultan Aceh sebelum akhirnya hilang di bawa badai di Selat Sumatra. Continue reading »