Dec 212012
 
Menurut Peta ini hanya Panai dan Sriwijaya yang ditaklukkan oleh Colamandala

Sriwijaya ditaklukan menyusul Panni oleh Rajendra Cola dari India
Sumber : wikipedia.org ilustrasi oleh : Dr. Kiernan

 

 

 

 

 

 

 

Inilah Biodata Si Raja Batak (Raja yang berkuasa di tahun 1539*  menurut buku “The voyages and adventures of Fernand Mendez Pinto, yang dialih bahasa ke bahasa Ingris oleh H.C Gent yang diterbitkan tahun 1653, adalah seperti berikut ini:

  1. Gelar                     : Raja Batak
  2. Nama                    : Angeessiry Timorraia
  3. Saudara Ipar         : Aquarem Dabolay
  4. Dewa                    : Quiay Hocombinor, Ginnasserod (Dewa Kesedihan)
  5.  Armada                 : 15 Ribu Orang (Terdiri dari 8 ribu orang Batak, dan selebihnya dari              Menancabes, Lusons, Andraquires, Jambes dan Bournees, 40   Gajah, 12 Kereta dengan pasukan kecil dinamakan Fauleions,
  6. Pusat Kerajaan      : Pananiu (Panaiu)
  7. Nama Kerajaan     : Kerajaan Batak (menurut Tomi Pires dalam Suma Oriental posisinya ada diantara Pase dan Aru (haru).
  8. Xabandar (Panglima Perang) : Hermon Xabandar
  9. Kota Penting : Jacur (Nagur-Simalungun) dan Lingua (Lingga – Benteng Putri Hijau?)

    Pusat kerajaan yakni Pananiu kemungkinan besar berhubungan erat dengan Kerajaan Panai seperti data dari Prasasti Rajendra Cola: Panai ditundukkan oleh Kerajaan Cola setelah mereka menundukan Sriwijaya. “Pannai, dengan kolam air, adalah Negara kedua yang ditaklukkan oleh armada angkatan laut (Colamandala – red). Pannai telah diidentifikasi sebagai Pani atau Panei, sebuah kota di pantai timur Sumatera (Wikipedia.org – Sastri, p 215). Jadi klaim bahwa Panai adalah tunduk pada Sriwijaya bisa dipatahkan.

Continue reading »

Dec 142012
 

Kabupaten-kabupaten di Sumatera Utara yang diwarnai, memiliki mayoritas penduduk Batak. (wikipedia.org)

Cerita ini kita mulai aja dari Si Marcopolo yang sekitar taon 1292 saat bertandang ke Sumatra Timur (Pantai Timur dan Barus) dan jumpa sama orang yang cerita adanya masyarakat pedalaman yang disebut sebagai “Pemakan daging manusia”.

Nah sebutan itu selanjutkan direkatkan pada Masyaratak Batech (Batak) yang cocok dengan catatan Niccolò Da Conti, si orang Venezia (sekarang Italia), yang juga bertandang ke Sumatra Tahun 1421 yang menulis catatan tentang Batak (Batech) dalam sebuah descirpi singkat: “Dalam bagian pulau, disebut Batech kanibal hidup berperang terus-menerus kepada tetangga mereka “. (Wikipedia.com).
Catatan Si Conti inilah masih bertahan sebagai bukti dokumen tertua ditemukan penulis (mungkin yang lainnya juga kan) yang menyebutkan kata Batech ( Batak). Continue reading »