Apr 012013
 

Batak memang fenomenal, sehingga sumber nama ini saja jadi menyita perhatian banyak khalayak.

Fernao Mendes Pinto adalah sumber terbanyak yang penulis dapat hingga saat ini yang menulis raja Batak.

Inilah Photo Fernao Mendes Pinto (atau dikenal juga sebagai Fernand Mendes Pinto yang bertatap muka langsung dengan Raja Batak 1539 dan terlibat dalam Penyerangan ke Aceh)

Benarkah Batak itu di Rekontruksi Misionaris Jerman? Atau Misionaris Lainnya? Seperti berita ini yang mengutip pernyataan Dr. Phil Ichwan Azhari, lihat disini.

Kita tidak bisa membantah karena dia membuat pernyataan berdasarkan arsip-arsip yang ada di Wuppertal, Jerman dan berdasarkan penelitiannya (atau orang lain) yang tidak menemukan tulisan atau kata Batak di Pustaha-Pustaha Batak ( yang sering disebut Lak Lak), meski tidak disebutkan juga apakah semua Pustaka Lak Lak yang jumlahnya ribuan itu sudah selesai diteliti semuanya atau belum.

Hinga hari ini masih sering menjadi pertanyaan yang sulit di Jawab, yang juga menjadi fenomena Batak.  Batak yang sering diidentikan dengan label negative, malah mengejutkan para petualang dimana ditemukan suku pedalaman yang tidak buta huruf. Fenomena itu tentunya karena Batak yang tidak buta huruf ini malah tidak ditemukan hingga saat ini mencatatkan sejarahnya sendiri.

 Pustaka Lak-Lak yang kita kenal sejauh ini, bukanlah berisi Sejarah tetapi mantra-mantra, Antronomi, pengobatan dan lain-lain.

Sedikit lari dari Jalur dalam tradisi Batak, menyebut nama adalah tindakan kurang ajar atau penghinaan. Continue reading »