Dec 032016
 
Dolok Imun Sipoholan (photo: alexstarshutauruk.wordpress.com)

Horas,,

Mulai dari yang paling dasar, yaitu mengenai sebutan Raja Naipospos pada ompu kita. Menurut adat Batak, tidak ada sebutan Raja untuk perempuan, sedangkan sebutan Nai adalah dimana digunakan untuk menyatakan ibu. Jadi selama ini kita salah menyebutkan Ompu kita dengan sebutan Raja Naipospos, kita seharusnya memanggilnya Raja ni Naipospos. Raja Ni Naipospos sebenarnya hanya gelar, dimana nama aslinya adalah Raja Sidangoldangol.

Kedua, ini adalah perihal mengenai Keturunan dari Raja Ni Naipospos (Raja Sidangoldangol). Jadi mungkin banyak diantara abang, adik, kakak, dan smua pomparan bingung karena mengenai hal ini ada 2 versi. Ada yang menyatakan bahwa anak dari Raja Ni Naipospos ada Lima, tapi saya menyatakan bahwa itu tidak benar. Sebab Keturunan dari Raja Ni Naipospos hanya ada 2, yaitu:
1. Marbun, yang nanti keturunanya menjadi cikal bakal marga Lumban Batu, Banjarnahor, Dan Lumban Gaol.
2. Sipoholon, yang nanti keturunanya menjadi cikal bakal marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang.

Continue reading »

Sep 272015
 
Boru Lopian Sinambela - Putri Sisingamangaraja XII

Sampul sebuah novel berjudul : LOPIAN – Sebuah Novel Sejarah Penerbit : CV Yasagung – th 1986 (photo:http://sastrobuku.blogspot.co.id/)

Dalam banyak blog yang mengutip cerita turun-temurun, mengungkapkan Si Singamangara I (Ompu Manguntal) mendapat kutukan dari Namborunya sehingga dia hingga Sisingamangaraja IX tidak memperoleh keturunan perempuan seorang pun.

Dikisahkan Namboru beliau adalah seorang perempuan yang jahat, berseteru dengan Sisingamangara I (Raja Manguntal) karena disebut Si Singamangara terlalu pro kepada pihak miskin dan yang tertindas dan tindakan itu tidak disukai oleh Namborunya itu.

 

Continue reading »

Sep 242015
 

Kronik Barus yang kita coba telusuri disini adalah Kronik Barus dari Hilir berjudul Sejarah Tuanku Badan yang melibatkan sejarah Klan Pasaribu. Berikut tulisan dibuat dalam bentuk perbandingan dimana Kronik Barus mengutip dari tulisan Jane Darkard: A Malay Frontier: Unity and Duality in a Sumatran Kingdom.

Kronik Barus Hilir Menulis:

Pembentukan 4 Raja di Silindung seperti tertulis di Kronik Barus seperti menarik untuk di bahas, disebut 4 Raja Silindung di bentuk oleh Sultan Ibrahimsyah Pasaribu, keempat Raja itu mengangkat Sultan Ibrahimsyah yang kemudian mengaku sebagai Marga Pasaribu sebagai Raja, meski Sultan Ibrahimsyah Pasaribu Menolak hal itu.

Dan keempat Raja Silindung bersumpah akan meberikan persembahan dan menghormati Raja Barus Pasaribu dan percaya bahwa tanaman, ubi dan ternak mereka akan musnah jika melanggar perjanjian ini.

Fakta di Silindung: 
Continue reading »

Sep 062015
 

Dalam tulisan di dunia maya banyak disebut asal usul Sisingamangaraja (I) yang berbeda dengan apa yang diakui dan dipercaya di Batak Toba.

Dari yang tidak ada dasar seperti dia adalah perwujutan Prabu Siliwangi yang moksa dan dia berasal dari Jawa yang nama aslinya Singodilogo atau Singo Mangun di Rejo. Lalu dengan sedikit dasar atas keterkaitan peristiwa sejarah yakni mengataka beliau keturunan Raja Aceh untuk menghislamkan Batak. Atau dihubungkan dengan dia adalah keturunan seorang India bermarga asli Singh, sehingga di namanya Sing Maharaj lama kelamaan jadi Si Singamangaraja.

Continue reading »

Aug 232015
 

Sisingamangaraja adalah seorang Pahlawan Besar dari sebuah Bangsa yang Besar. Bangsa yang dulu di anggap sebahagian orang sebagai primitif, ternyata punya tradisi Ksatria yang tidak dimiliki semua bangsa, dapat terlihat disaat akan perang melawan Belanda, yakni adanya pengumuman dimulainya Perang (Batak Toba : Pulas).

Photo Sisingamangaraja XII

Lukisan Sisingamangaraja XII pada uang keluaran BI nomila Rp. 1000 (photo: wikipedia.org)

Pengumuman perang terhadap Belanda (Batak Toba: pulas) dilakukan pada tanggal 16 Februari 1878 yang diakhiri dengan perlawanan yang tidak kenal menyerah sampai pada akhir hayatnya pada tanggal  17 Juni 1907. Perlawanan panjang yang meresahkan Belanda dimana hanya menganggap melawan kepala suku “primitif” sahaja butuh hampir 30 tahun untuk mengalahkannya.

Kepahlawanan dan kebesaran dirinya pun mengundang kontroversi asal usul yang menjalar dan bertebaran di dunia maya. Umumnya keegoisan dan sukuisme berlebihan sesama penduduk nusantara telah membuat hal yang sebenarnya masih kabur menjadi seperti sudah terang benderang.

Berikut adalah Asal-usul Sisingamangaraja pertama yang penulis kutip dari berbagai sumber dimulai dari Manuscrip kuno yang dimiliki CM Pleyte. Continue reading »

Jan 092015
 

Kaum Sumba semakin sering mengganganggu Lontung. Perlombaan kepemilikan tanah dan perluasan tanah di samosir (sekarang namanya) semakin memanas. Atau keinginan untuk jadi Raja di Tanah Batak.

Ompu Palti Raja I yg marboru Sumba, br. Sinambela Namboru dari Raja Manguntal yakni Ompu Sisingamangaraja I, dibuat pusing.

Akankah dia melawan hula-hulanya? Dia tak ingin melanggar norma. Masakkan melawan Hula-hula Naibata na di idah (Simalungun).

Ompu Palti Raja I siangkangan kaum Lontung pum memimpin rapat, ya bagaimana menghadapi dilema ini.

Maka Langkah yg paling Bijak adalah meminta Bantuan Amang borunya Sihombing (Silaban), dan diberilah tanah di sekitar perbatasan untuk pemukiman Sihombing.

Continue reading »

Sep 132013
 

Sisingamangaraja XII dan Nommensen berjuang dan bertentangan dan berlawanan satu sama lain adalah demi Bangsa Batak (dimana saat ini telah melebur menjadi Bangsa Indonesia).

Catatan: Tulisan ini Murni tidak ingin menyinggung Agama Lain, maaf atas ketidaknyamanannya.

Apa yang dilakukan oleh Sisingamangaraja XII bukan untuk menolak kabar baik atau pembaharuan yang mengarah pada kemajuan. Yang di pahami dari sisi manusia Sisingamangaraja XII adalah adanya ancaman akan eksistensi dan masa depan Bangsa Batak, tidak layak kita menyalahkan pandangannya karena semua manusia mempunyai pandangan berbeda, dan semua manusia punya rencana dan cita –cita, terlebih itu terjadi bukan untuk kepentingannya semata. Continue reading »

Sep 062013
 

Jadi tulisan sebelumnya sudah secara singkat menulis bagaimana Misi Nommensen bisa mengahiri Kebudayaan dan Peradaban yang dipercaya adalah yang terbaik yang pasti merupakan harga diri dan kehormatan Bangsa Batak.

Contoh kecil saja pengobatan ala medis yang dikenalkan Nommensen sudah sangat ampuh mempengaruhi opini masyarakat akan pengobatan tradisional lewat Datu, dimana Datu dalam melalukan ikut harus melakukan sebuah Ritual sementara Nommensen hanya memberi minum obat. Continue reading »

Aug 302013
 

Sampai hari ini banyak sekali orang yang menurut Prof. Uli Kozok mencoba mendamaikan Sisingamangarja XII dan Nommensen.

Sisingamangaraja adalah Pandeta Raja (Highest Priest) menurut pihak luar, yang secara geneologis adalah bermarga Sinambela, yang membawahi beberapa Parbaringin (Para Pendeta Batak), dimana Parbaringin membawahi Beberapa Bius (Yang di Pimpim oleh Raja Bius yang merupakan Pemilik Ulayat dan Turun Temurun), Dan Bius adalah gabungan beberapa Huta sebagai Unit terkecil. Dan Huta adalah Kampung yang berbenteng. Begitulah Struktur Pemerintahan Masyarakat Batak Toba menurut Sitor Situmorang (Toba Na Sae).

Continue reading »

Aug 262013
 

Danau Toba seperti Bidadari yang semakin tua dan tidak mampu merawat diri, dimulai suhu yang semakin panas akibat penebangan hutan, bau menyengat  akibatnya peternakan Babi yang kabarnya limbahnya dibuang ke Danau Toba dan juga bau dari  keramba apung yang menyebar di beberapa tempat kawasan Danau Toba.

Para Pejuang yang terusik, yang tak mau berhenti dan tak habis akal, memikirkan cara untuk membuka hati para Pemangku jabatan untuk turun dan memperhatikan dan mengambil tindakan dan kebijakan untuk menyelamatkan Danau Toba, ya 3 Putra Batak yang berhasil menggondol penghargaan atas andil-nya memperjuangkan lingkungan semakin gerah melihat sikap Pemerintah ini yang terkesan melakukan pembiaran. Continue reading »