Dec 032016
 
Dolok Imun Sipoholan (photo: alexstarshutauruk.wordpress.com)

Horas,,

Mulai dari yang paling dasar, yaitu mengenai sebutan Raja Naipospos pada ompu kita. Menurut adat Batak, tidak ada sebutan Raja untuk perempuan, sedangkan sebutan Nai adalah dimana digunakan untuk menyatakan ibu. Jadi selama ini kita salah menyebutkan Ompu kita dengan sebutan Raja Naipospos, kita seharusnya memanggilnya Raja ni Naipospos. Raja Ni Naipospos sebenarnya hanya gelar, dimana nama aslinya adalah Raja Sidangoldangol.

Kedua, ini adalah perihal mengenai Keturunan dari Raja Ni Naipospos (Raja Sidangoldangol). Jadi mungkin banyak diantara abang, adik, kakak, dan smua pomparan bingung karena mengenai hal ini ada 2 versi. Ada yang menyatakan bahwa anak dari Raja Ni Naipospos ada Lima, tapi saya menyatakan bahwa itu tidak benar. Sebab Keturunan dari Raja Ni Naipospos hanya ada 2, yaitu:
1. Marbun, yang nanti keturunanya menjadi cikal bakal marga Lumban Batu, Banjarnahor, Dan Lumban Gaol.
2. Sipoholon, yang nanti keturunanya menjadi cikal bakal marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang.

Continue reading »

Jun 132013
 

Pesan Penting Penulis: KITA BERSAUDARA DALAM NKRI, JADI TULISAN INI HANYA PELURUSAN PENGERTIAN, SAKIT HATI DILARANG YA

=======

Dalam KBBI yang di kutip online (artikata.com) menyebutkan bahwa arti kata Batak adalah:

1. petualang; pengembara;

mem·ba·tak (kata Kerja) 1 bertualang, melanglang; mengembara; 2 merampok; menyamun; merampas;

pem·ba·tak (kata Sifat)  perampok; penyamun

2. suku bangsa di daerah Sumatra Utara

3. suku bangsa di daerah Sumatra Utara

Cukup aneh memang karena batak itu dulu sebuah Bangsa dengan Kerajaan seperti di catat Pinto dan Pires. Tapi kenapa artiya jadi ada kata Perampok dan Penyamun dan Merampas?

Continue reading »

Apr 012013
 

Batak memang fenomenal, sehingga sumber nama ini saja jadi menyita perhatian banyak khalayak.

Fernao Mendes Pinto adalah sumber terbanyak yang penulis dapat hingga saat ini yang menulis raja Batak.

Inilah Photo Fernao Mendes Pinto (atau dikenal juga sebagai Fernand Mendes Pinto yang bertatap muka langsung dengan Raja Batak 1539 dan terlibat dalam Penyerangan ke Aceh)

Benarkah Batak itu di Rekontruksi Misionaris Jerman? Atau Misionaris Lainnya? Seperti berita ini yang mengutip pernyataan Dr. Phil Ichwan Azhari, lihat disini.

Kita tidak bisa membantah karena dia membuat pernyataan berdasarkan arsip-arsip yang ada di Wuppertal, Jerman dan berdasarkan penelitiannya (atau orang lain) yang tidak menemukan tulisan atau kata Batak di Pustaha-Pustaha Batak ( yang sering disebut Lak Lak), meski tidak disebutkan juga apakah semua Pustaka Lak Lak yang jumlahnya ribuan itu sudah selesai diteliti semuanya atau belum.

Hinga hari ini masih sering menjadi pertanyaan yang sulit di Jawab, yang juga menjadi fenomena Batak.  Batak yang sering diidentikan dengan label negative, malah mengejutkan para petualang dimana ditemukan suku pedalaman yang tidak buta huruf. Fenomena itu tentunya karena Batak yang tidak buta huruf ini malah tidak ditemukan hingga saat ini mencatatkan sejarahnya sendiri.

 Pustaka Lak-Lak yang kita kenal sejauh ini, bukanlah berisi Sejarah tetapi mantra-mantra, Antronomi, pengobatan dan lain-lain.

Sedikit lari dari Jalur dalam tradisi Batak, menyebut nama adalah tindakan kurang ajar atau penghinaan. Continue reading »

Feb 042013
 

Rute perjalanan Marcopolo ke Sumatera

Rute perjalanan Marcopolo ke Sumatera (SUMBER: The Travels of Marco Polo: The Complete Yule-Cordier Edition Oleh Marco Polo,Sir Henry Yule,Henri Cordier; Dover Publication. 1993 )

Dalam legenda Puteri hijau dikisahkan bahwa dirinya adalah Puteri yang sangat cantik jelita, dengan tubuhnya mengeluar pamor warna kehijauan. Dan kecantikannya terkenal sampai ke seantero Nusantara dan telah membuat kepincut Sultan Aceh yang ingin meminangnya.

Tetapi pinangan itu ditolak (dengan alasan yang tidak Jelas) sehingga membuat Sultan Aceh merasa tersinggung, lalu menyerang Benteng Putri Hijau .

Diluar dugaan Benteng itu ternyata sangat kuat, sehingga Sultan Aceh gagal menembusnya. Kekuatan benteng itu menggambarkan bahwa Putri Hijau  itu terkait pada sebuah kerajaan yang cukup besar artinya Putri Hijau bukan dari kalangan masyarakat bawah.

Akhirnya Pasukan Sultan Aceh berhasil menguasai Benteng. Setelah pasukan Aceh menembaki Benteng dengan ribuan Koin Emas yang membuat pasukan Benteng Putri Hijau kacau balau dan saling berebutan koin emas.

Dan selanjutnya dalam legenda Putri Hijau ada dua Versi dimana versi pertama mengatakan dia dibawa Saudaranya yang berbentuk Ular Naga yang bernama Ular Simangombus dan kini bersemayam di sekitar Pulau Berhala. Akan tetapi dalam versi lainnya dia sempat di tawan Sultan Aceh sebelum akhirnya hilang di bawa badai di Selat Sumatra. Continue reading »

Dec 212012
 
Menurut Peta ini hanya Panai dan Sriwijaya yang ditaklukkan oleh Colamandala

Sriwijaya ditaklukan menyusul Panni oleh Rajendra Cola dari India
Sumber : wikipedia.org ilustrasi oleh : Dr. Kiernan

 

 

 

 

 

 

 

Inilah Biodata Si Raja Batak (Raja yang berkuasa di tahun 1539*  menurut buku “The voyages and adventures of Fernand Mendez Pinto, yang dialih bahasa ke bahasa Ingris oleh H.C Gent yang diterbitkan tahun 1653, adalah seperti berikut ini:

  1. Gelar                     : Raja Batak
  2. Nama                    : Angeessiry Timorraia
  3. Saudara Ipar         : Aquarem Dabolay
  4. Dewa                    : Quiay Hocombinor, Ginnasserod (Dewa Kesedihan)
  5.  Armada                 : 15 Ribu Orang (Terdiri dari 8 ribu orang Batak, dan selebihnya dari              Menancabes, Lusons, Andraquires, Jambes dan Bournees, 40   Gajah, 12 Kereta dengan pasukan kecil dinamakan Fauleions,
  6. Pusat Kerajaan      : Pananiu (Panaiu)
  7. Nama Kerajaan     : Kerajaan Batak (menurut Tomi Pires dalam Suma Oriental posisinya ada diantara Pase dan Aru (haru).
  8. Xabandar (Panglima Perang) : Hermon Xabandar
  9. Kota Penting : Jacur (Nagur-Simalungun) dan Lingua (Lingga – Benteng Putri Hijau?)

    Pusat kerajaan yakni Pananiu kemungkinan besar berhubungan erat dengan Kerajaan Panai seperti data dari Prasasti Rajendra Cola: Panai ditundukkan oleh Kerajaan Cola setelah mereka menundukan Sriwijaya. “Pannai, dengan kolam air, adalah Negara kedua yang ditaklukkan oleh armada angkatan laut (Colamandala – red). Pannai telah diidentifikasi sebagai Pani atau Panei, sebuah kota di pantai timur Sumatera (Wikipedia.org – Sastri, p 215). Jadi klaim bahwa Panai adalah tunduk pada Sriwijaya bisa dipatahkan.

Continue reading »