Dec 032016
 
Dolok Imun Sipoholan (photo: alexstarshutauruk.wordpress.com)

Horas,,

Mulai dari yang paling dasar, yaitu mengenai sebutan Raja Naipospos pada ompu kita. Menurut adat Batak, tidak ada sebutan Raja untuk perempuan, sedangkan sebutan Nai adalah dimana digunakan untuk menyatakan ibu. Jadi selama ini kita salah menyebutkan Ompu kita dengan sebutan Raja Naipospos, kita seharusnya memanggilnya Raja ni Naipospos. Raja Ni Naipospos sebenarnya hanya gelar, dimana nama aslinya adalah Raja Sidangoldangol.

Kedua, ini adalah perihal mengenai Keturunan dari Raja Ni Naipospos (Raja Sidangoldangol). Jadi mungkin banyak diantara abang, adik, kakak, dan smua pomparan bingung karena mengenai hal ini ada 2 versi. Ada yang menyatakan bahwa anak dari Raja Ni Naipospos ada Lima, tapi saya menyatakan bahwa itu tidak benar. Sebab Keturunan dari Raja Ni Naipospos hanya ada 2, yaitu:
1. Marbun, yang nanti keturunanya menjadi cikal bakal marga Lumban Batu, Banjarnahor, Dan Lumban Gaol.
2. Sipoholon, yang nanti keturunanya menjadi cikal bakal marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang.

Continue reading »

Aug 062016
 

Sampai hari ini dalam Sejarah resmi Kota Medan Guru Patimpus dianggap pendiri kota Medan. Sebenarnya tidak terlalu istimewa, karena dia dianggap adalah pembuka perkampungan awal atau penguasa awal kota Medan. Bisa jadi kebetulan yang menguntungkan karena tanpa campur tangan Belanda maka Kota Medan mungkin tidak seperti sekarang.

Di dunia maya dan jejaring sosial dan blog-blog yang ada, Guru Patimpus menjadi topik kontroversi yang sering dimanfaatkan mereka yang punya kepentingan melawan “Batak’ yakni masalah Marga sesunggunya dan kebenaran sejarah Kota Medan sendiri.

guru patimpus antara Riwayat Hamparan Perak dan Monumen

guru patimpus antara Riwayat Hamparan Perak dan Monumen

1/ Asal usul marga Guru Patimpus.

Tapi dalam tarik ulur Suku Karo yang menolak Batak, selalu memainkan Asal usul dan Marga Guru Patimpus sebagai komiditas provokasi yang terakhir mempermalukan diri sendiri. Pemanfaat isu sejarah sebagai komoditas provokasi dan kepentingan memang sangat di sayangkan dan sangat menyesatkan.

Para penggiat Karo Bukan Batak selalu menuduh pihak Batak Toba sebagai tukang klaim tanpa mencoba memcari data pendamping sebelumnya.

Sangat disesalkan diantara mereka sendiri yang paham akan cerita bahwa Guru Patimpus adalah keturunan Sisingamangaraja I tidak memberikan  informasi yang berimbang supaya menghindari salah kaprah karena minimnya pengetahuan dan keingintahuan.

Kisah Guru Patimpus yang sejatinya bermarga Sinambela sendiri tidak berasal dari Batak Toba atau keluarga Besar Sisingamangaraja. Kisah ini berangkat dari sumber Riwayat Hamparan Perak yang konon kitab aslinya ditulis di Kayu Alim.

Selanjutnya dari kisah itu maka tersambunglah benang merah hubungan sedarah Marga Sinambela Guru Patimpus dengan Sisingaraja I.

Kemudian Ompu Buntilan dalam Sedjarah Batak mengutip kisah ini yang sebagian informasi menyebutkan bahwa pihak Keluarga Guru Patimpus sendiri mengiayakan bahwa leluhur Mereka itu keturunan Marga Sinambela.

Jadi ini murni versi Melayu (Versi Riwayat Hamparan Perak) yang di kutip dan diterima oleh pihak Batak Toba seperti juga ditegaskan oleh Sejarawan Unimed Dr. Phil Ichwan Azhari dalam dikusi di wall FB beliau.

Nah pembangunan Monumen /Patung Guru Patimpus di Petisah oleh beberapa pihak yang menjadi tonggak kontroversi yang lebih besar, dimana di tugu itu telah tertulai Guru Patimpus Sembiring Pelawai (bermarga Sembiring Sub Pelawi).

Informasi peresmian tugu ini sendiri sangat minim. Pernah penulis membaca yang meresmikan tugu ini disebut Gubernur Sumatera Utara wakti itu (Tengku Rizal Nurdin) setelah Walikota Medan tidak bersedia meresmikan dengan alasan yang tidak jelas. tentu inform ini perlu data lain sebagai pembanding kebenarannya.

Tentang Guru Patimpus Sembiring Pelawi sendiri sudah akan diluncurkan bukunya.

Nah sekarang isu ini tetap di mainkan oleh mereka yang terus memprovokasi yang ujungnya hanya ingin menjelekkan Batak Toba sebagai tukang klaim, tapi tidak mencoba bertanya langsung pada pihak keturunan Guru Patimpus.

2/ Kontroversi kedua adalah Sejarah Kota Medan Sendiri.

Dimana menuru Dr. Phil Ichwan Azhari sejarah kota medan dengan menghubungkan Riwayat Hamparan Perak (RHP) adalah untuk menghindari Belandaisme semata.

Tapi memang tidak bisa dipungkiri Medan dibangun saat Belanda sudah bekerjsama dengan Sultan Deli setelahnya membangun Istana Maimun yang menggerakkan pertumbuhan sangat pesat kota Medan.

Saatnya memang mengkaji kembali sejarah yang ada, agar tidak menjadi penyesat generasi selanjutnya.

Apalagi jaman dunia maya ini kontroversi sejarah tidak bisa dibendung lagi, Internet sudah semakin memudahkan berinteraksi dan mencari sumber informasi yang banyak dan selanjut tinggal mengalisa lebih akuratnya.

Sebenarnya Marga dari Guru Patimpus antara Sinambela dan Sembiring Pelawi juga tidak bisa dikatakan salah satu salah. Ada sumber juga mengatakan bahwa Sinambela di Batak Karo lebih codong padanya ke Sembiring Pelawi ketimbang Karo-Karo dimana umumnya diketahui sebagai padan dari Si Raja Oloan seluruhnya.

Juga ditemukan padan Sinambela dengan Silalahi dimana Silalahi juga adalah Sembiring di Batak Karo.

 

guru patimpus, guru patimpus sinambela, guru patimpus pelawi, guru patimpus sembiring, guru patimpus wiki, Hikayat hamparan perak, riwayat hamparan perak, sejarah kota medan , sejarah guru patimpus, sejarah resmi kota medan, keturunan guru patimpus, 

Sep 272015
 
Boru Lopian Sinambela - Putri Sisingamangaraja XII

Sampul sebuah novel berjudul : LOPIAN – Sebuah Novel Sejarah Penerbit : CV Yasagung – th 1986 (photo:http://sastrobuku.blogspot.co.id/)

Dalam banyak blog yang mengutip cerita turun-temurun, mengungkapkan Si Singamangara I (Ompu Manguntal) mendapat kutukan dari Namborunya sehingga dia hingga Sisingamangaraja IX tidak memperoleh keturunan perempuan seorang pun.

Dikisahkan Namboru beliau adalah seorang perempuan yang jahat, berseteru dengan Sisingamangara I (Raja Manguntal) karena disebut Si Singamangara terlalu pro kepada pihak miskin dan yang tertindas dan tindakan itu tidak disukai oleh Namborunya itu.

 

Continue reading »

Sep 252015
 

Batak adalah sebuah kata atau sebutan sebuah kelompok yang bagi sebagian orang, entah itu mayoritas atau itu minoritas, Mandailing di Malaysia adalah merupakan hal yang melambangkan kekejian, penghianatan, kesesatan atau kenazisan bagi mereka dan segala hal yang buruk bagi mereka. Sebuah tuduhan leluhur mereka pendukung setia Wahabi Paderi, yang mereka tetap jaga hingga kini.

TULISAN INI DITUJUKAN UNTUK MANDAILING BUKAN BATAK DI MALAYSIA SAHAJA, MOHON MAAF UNTUK BATAK MANDAILING DIMANAPUN BERADA JIKA KURANG BERKENAN

Memang salutlah melihat Kaum Mandailing bukan Batak yang tetap gembar-gembor di Malaysia sebagai Etnis tersendiri. Continue reading »

Sep 242015
 

Kronik Barus yang kita coba telusuri disini adalah Kronik Barus dari Hilir berjudul Sejarah Tuanku Badan yang melibatkan sejarah Klan Pasaribu. Berikut tulisan dibuat dalam bentuk perbandingan dimana Kronik Barus mengutip dari tulisan Jane Darkard: A Malay Frontier: Unity and Duality in a Sumatran Kingdom.

Kronik Barus Hilir Menulis:

Pembentukan 4 Raja di Silindung seperti tertulis di Kronik Barus seperti menarik untuk di bahas, disebut 4 Raja Silindung di bentuk oleh Sultan Ibrahimsyah Pasaribu, keempat Raja itu mengangkat Sultan Ibrahimsyah yang kemudian mengaku sebagai Marga Pasaribu sebagai Raja, meski Sultan Ibrahimsyah Pasaribu Menolak hal itu.

Dan keempat Raja Silindung bersumpah akan meberikan persembahan dan menghormati Raja Barus Pasaribu dan percaya bahwa tanaman, ubi dan ternak mereka akan musnah jika melanggar perjanjian ini.

Fakta di Silindung: 
Continue reading »

Sep 202015
 

Marga Ginting dipercaya (meski tidak ada data pasti) merupakan marga dengan jumlah yang paling besar di Antara Merga Silima.

Masih menurut JH Neumen Ginting dapat di bagi tiga bagian besar:

  1. Ginting Munthe
  2. Ginting  Sini Suka atau 91 (baca: Siwah Sada Ginting – bahasa Indonesia  : Sembilan Satu Ginting)
  3. Ginting Manik

Dipercaya sub Merga Ginting lainnya masih terikat dengan Merga Ginting Diatas.

Continue reading »

Sep 062015
 

Dalam tulisan di dunia maya banyak disebut asal usul Sisingamangaraja (I) yang berbeda dengan apa yang diakui dan dipercaya di Batak Toba.

Dari yang tidak ada dasar seperti dia adalah perwujutan Prabu Siliwangi yang moksa dan dia berasal dari Jawa yang nama aslinya Singodilogo atau Singo Mangun di Rejo. Lalu dengan sedikit dasar atas keterkaitan peristiwa sejarah yakni mengataka beliau keturunan Raja Aceh untuk menghislamkan Batak. Atau dihubungkan dengan dia adalah keturunan seorang India bermarga asli Singh, sehingga di namanya Sing Maharaj lama kelamaan jadi Si Singamangaraja.

Continue reading »

Aug 232015
 

Sisingamangaraja adalah seorang Pahlawan Besar dari sebuah Bangsa yang Besar. Bangsa yang dulu di anggap sebahagian orang sebagai primitif, ternyata punya tradisi Ksatria yang tidak dimiliki semua bangsa, dapat terlihat disaat akan perang melawan Belanda, yakni adanya pengumuman dimulainya Perang (Batak Toba : Pulas).

Photo Sisingamangaraja XII

Lukisan Sisingamangaraja XII pada uang keluaran BI nomila Rp. 1000 (photo: wikipedia.org)

Pengumuman perang terhadap Belanda (Batak Toba: pulas) dilakukan pada tanggal 16 Februari 1878 yang diakhiri dengan perlawanan yang tidak kenal menyerah sampai pada akhir hayatnya pada tanggal  17 Juni 1907. Perlawanan panjang yang meresahkan Belanda dimana hanya menganggap melawan kepala suku “primitif” sahaja butuh hampir 30 tahun untuk mengalahkannya.

Kepahlawanan dan kebesaran dirinya pun mengundang kontroversi asal usul yang menjalar dan bertebaran di dunia maya. Umumnya keegoisan dan sukuisme berlebihan sesama penduduk nusantara telah membuat hal yang sebenarnya masih kabur menjadi seperti sudah terang benderang.

Berikut adalah Asal-usul Sisingamangaraja pertama yang penulis kutip dari berbagai sumber dimulai dari Manuscrip kuno yang dimiliki CM Pleyte. Continue reading »

Mar 222015
 

Kerajaan Aru (Haru) adalah salat satu Kerajaan Besar di Pantai Timur Sumatera diantara tahun 1200 sampai 1500 an.

Letak Kerajaan Aru sampai saat ini masih dalam perdebatan, penulis akan coba mengurai dari sumber Primer yang penulis dapat.

1. Menurut Kita Negara Kertagama tulisan Mpu Prapanca yang ditulis sekitar tahun 1365, dijaman Raja Majapahi Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada Memerintah.

Pupuh XIII ayat 1 :  Terperinci demi pulau negara bawahan, paling dulu M’layu, Jambi, Palembang, Toba dan Darmasraya, pun ikut juga disebut daerah Kandis, Kahwas, Minangkabau, Siak, Rokan, Kampar dan Pane, Kampe, Haru serta Mandailing, Tamihang, negara Perlak dan Padang.

Continue reading »

Mar 142015
 

Dalam sejarah dan perjalan Adat dan Budaya selama ini, Perangin-angin tidak akan bisa dipisah dari Marga Sinaga Toba. Meski jika lebih diselidiki ternyata semua keturunan Guru Tetea Bulan kecuali Marga Manik adalah masuk klan Perangin-angin jika dahulu merantau ke Tanah Karo.
Cat.: Menurut sebuah sumber Manik ke Karo ada pada Marga Ginting Manik

Jejak Marga Sinaga yang tertua yang pindah ketanah Karo menjadi merga Perangin-angin sendiri paling tidak terjadi diantara 11 – 12 generasi lalu (sesuai informasi jumlah generasi Girsang), berdasarkan Legenda Kerajaan Silima Kuta dimana sebelum Klan (Purba) Girsang menantu Sinaga Raja Nagasaribu berkuasa maka sebelumnya klan Sinaga lah yang berkuasa yang karena sesuatu hal yang pindah ke Tanah Karo dan menjadi merga Perangin-angin. Adakah dia Perangin-angin itu atau dimargakan Perangin-angin, maka semua belum jelas di tambah tidak membudanya penulisan Tarombo atau Silsilah di Tanah Karo.

Continue reading »