Mar 222015
 

Kerajaan Aru (Haru) adalah salat satu Kerajaan Besar di Pantai Timur Sumatera diantara tahun 1200 sampai 1500 an.

Letak Kerajaan Aru sampai saat ini masih dalam perdebatan, penulis akan coba mengurai dari sumber Primer yang penulis dapat.

1. Menurut Kita Negara Kertagama tulisan Mpu Prapanca yang ditulis sekitar tahun 1365, dijaman Raja Majapahi Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada Memerintah.

Pupuh XIII ayat 1 :  Terperinci demi pulau negara bawahan, paling dulu M’layu, Jambi, Palembang, Toba dan Darmasraya, pun ikut juga disebut daerah Kandis, Kahwas, Minangkabau, Siak, Rokan, Kampar dan Pane, Kampe, Haru serta Mandailing, Tamihang, negara Perlak dan Padang.

Continue reading »

Mar 072015
 

William Marsden dalam buku History of Sumatera terbit 1784 ada mengintifikasi daerah (suku) ini dengan menulis sebagai :”Carrow”  dalam terbitan 1811 seperti dikutip Juara R Ginting ada perbaikan ejaan sebagai : “Karrau” seperti beliua tulis dalam sebuah artikel dalam buku : Tribal Communities in the Malay World.

Pengertian Karo

Karo dipercaya tidak berasal dari satu garis keturunan tapi merupakan kesatuan yang heterogen berdasarkan asal usil (illustrasi : https://www.facebook.com/groups/bukukaro/)

Continue reading »

Jun 172013
 

Merga dan orang mana yang dulu jika datang ke Karo tidak merubah atau menyesuaikan dengan Merga Karo? Ini tentunya bukan hal sembarangan dan belum pernah terbaca atau mendengar legenda atau mitos yang menyatakan friksi ini ada dahulu sebelum Belanda Masuk, kurang tahu kalau friksi ini dirahasiakan.

Apakah ini adalah karena keterpaksaan? Atau karena kesadaran  atau penyesuaian diri bagi para Perantau? Meski belum ada data valid tetapi saya cendurung melihat sebagai hal untuk kepentingan lebih besar untuk jangka panjang dari sebuah program nenek moyang.

Artikel Sebelumnya: Antitesis Karo Bukan Batak: 1. Pandangan akan Karo

Mengutip Sitor Situmorang (Toba Na Sae) bahwa Marga-marga Toba/Tapanuli semakin tidak terkontrol hingga munculnya ratusan marga sampai saat ini  dan ini sangat kontradiftif dengan Simalungun yang memakai Merga Maropat (SISADAPUR = Sinaga, Saragih, Damanik, Purba),  Merga Silima di Karo (Perangin-angin, Karo-Karo, Sembiring, Ginting, Tarigan), agak berbeda dengan system Silima Suak Pakpak (Klasen, Simsim, Boang, Pegagan, Keppas).

Continue reading »

Jun 132013
 

Pesan Penting Penulis: KITA BERSAUDARA DALAM NKRI, JADI TULISAN INI HANYA PELURUSAN PENGERTIAN, SAKIT HATI DILARANG YA

=======

Dalam KBBI yang di kutip online (artikata.com) menyebutkan bahwa arti kata Batak adalah:

1. petualang; pengembara;

mem·ba·tak (kata Kerja) 1 bertualang, melanglang; mengembara; 2 merampok; menyamun; merampas;

pem·ba·tak (kata Sifat)  perampok; penyamun

2. suku bangsa di daerah Sumatra Utara

3. suku bangsa di daerah Sumatra Utara

Cukup aneh memang karena batak itu dulu sebuah Bangsa dengan Kerajaan seperti di catat Pinto dan Pires. Tapi kenapa artiya jadi ada kata Perampok dan Penyamun dan Merampas?

Continue reading »

Apr 292013
 

Hari ini saya membaca email dari saudara kita bernama Zul bermarga Margolang, yang menanyakan tarambo Marga Margolang (Simargolang) melalui kontak form blog ini.  

Mata Halasan yang selalu di Asah di Aek Toba

Piso Gading/Mata Halasan – Pedang Pusaka Kerajaan Margolang – Asahan (photo: http://hermanangkola.wordpress.com/

Saya cukup terkejut, belum pernah saya mendengar Marga ini atau bertemu dengan orang bermarga Margolang (Simargolang). Coba-coba saya cari di Google ada beberapa Blog yang menulis marga ini. Blog pertama yang saya buka memberikan informasi bahwa marga ini telah hilang dari dari Tarombo Toba.

Akhirnya saya coba telusuri google dengan kata Kunci Simargolang ketemulah Tulisan dari Bapak Nazaruddin Margolang, S.IP.,M.Si di Blog: Dulu Simargolang adalah Raja turun Temurun di daerah Asahan dan Labuhan Batu sekarang.

Karena kampungnya tidak ada lagi di daerah Toba maka Boleh dikatakan kampung asal dari marga ini sendiri adalah di Kabupaten Asahan dan Batu Bara Sumatera Utara.

Menurut Sumber lain  Simargolang adalah pendiri Tangjung Balai, di hikayatkan bahwa Sultan Iskandar Muda melakukan perjalanan (atau penyerangan) ke Johor dan Malaka pada tahun 1612 M. Dalam perjalanan menuju tujuan tersebut, rombongan raja ini beristirahat di sebuah kawasan, di hulu sebuah sungai yang sekarang kita kenal dengan Asahan. Selesai beristirahat di hulu sungai ini, kemudian perjalanan dilanjutkan ke sebuah daerah yang berbentuk tanjung, yaitu daerah pertemuan antara Sungai Asahan dengan Sungai Silau. Di tanjung tersebut, Sultan Iskandar bertemu dengan Raja Simargolang. Sebagai tempat menghadap kepada raja, di daerah tersebut kemudian dibangun sebuah pelataran atau balai sehingga di sebut nama Tempat itu Tanjung Balai.   Continue reading »

Apr 012013
 

Batak memang fenomenal, sehingga sumber nama ini saja jadi menyita perhatian banyak khalayak.

Fernao Mendes Pinto adalah sumber terbanyak yang penulis dapat hingga saat ini yang menulis raja Batak.

Inilah Photo Fernao Mendes Pinto (atau dikenal juga sebagai Fernand Mendes Pinto yang bertatap muka langsung dengan Raja Batak 1539 dan terlibat dalam Penyerangan ke Aceh)

Benarkah Batak itu di Rekontruksi Misionaris Jerman? Atau Misionaris Lainnya? Seperti berita ini yang mengutip pernyataan Dr. Phil Ichwan Azhari, lihat disini.

Kita tidak bisa membantah karena dia membuat pernyataan berdasarkan arsip-arsip yang ada di Wuppertal, Jerman dan berdasarkan penelitiannya (atau orang lain) yang tidak menemukan tulisan atau kata Batak di Pustaha-Pustaha Batak ( yang sering disebut Lak Lak), meski tidak disebutkan juga apakah semua Pustaka Lak Lak yang jumlahnya ribuan itu sudah selesai diteliti semuanya atau belum.

Hinga hari ini masih sering menjadi pertanyaan yang sulit di Jawab, yang juga menjadi fenomena Batak.  Batak yang sering diidentikan dengan label negative, malah mengejutkan para petualang dimana ditemukan suku pedalaman yang tidak buta huruf. Fenomena itu tentunya karena Batak yang tidak buta huruf ini malah tidak ditemukan hingga saat ini mencatatkan sejarahnya sendiri.

 Pustaka Lak-Lak yang kita kenal sejauh ini, bukanlah berisi Sejarah tetapi mantra-mantra, Antronomi, pengobatan dan lain-lain.

Sedikit lari dari Jalur dalam tradisi Batak, menyebut nama adalah tindakan kurang ajar atau penghinaan. Continue reading »

Mar 212013
 

Pandangan marga pendatang dari Toba yang 5 generasi Ompung (kakek) saya sudah tinggal di Simalungun dan Saya lahir di Tanah Karo dan Besar di Perkampungan Karo di Tanah Deli.

Dalam tulisan ini dengan mengedepankan Moto Portal ini: Setara-Serasa-Selaras maka saat saya akan memulai tulisan dari Karo. Mengutip pepatah dari Toba: Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul yang artinya: “Jenek nge ersenina si jeneken dengga nge sada kuta” yang artinya: “meski dekat saudara semarga masihlah lebih dekan saudara Sekampung (Tetangga)”. Continue reading »

Mar 082013
 

Hasil quick count Pilkada Sumut menunjukkan bahwa Pasangan CAGUB dan CAWAGUB Gatot dan Ery Nuradi memanangkan Pilkada 2013 dengan hasil seperti berikut ini:

GUS IRAWAN PASARIBU & SUKIRMAN = 19.52%
EFFENDI SIMBOLON & DJUMIRAN ABDI = 26.71%
CHAIRUMAN HARAHAP & PADLY NURZAL = 9.22%
AMRI TAMBUNAN & RE NAINGGOLAN = 12.41%
GATOT PUJO NUGROHO & TENGKU ERI NURADI = 32.14% Continue reading »

Feb 042013
 

Rute perjalanan Marcopolo ke Sumatera

Rute perjalanan Marcopolo ke Sumatera (SUMBER: The Travels of Marco Polo: The Complete Yule-Cordier Edition Oleh Marco Polo,Sir Henry Yule,Henri Cordier; Dover Publication. 1993 )

Dalam legenda Puteri hijau dikisahkan bahwa dirinya adalah Puteri yang sangat cantik jelita, dengan tubuhnya mengeluar pamor warna kehijauan. Dan kecantikannya terkenal sampai ke seantero Nusantara dan telah membuat kepincut Sultan Aceh yang ingin meminangnya.

Tetapi pinangan itu ditolak (dengan alasan yang tidak Jelas) sehingga membuat Sultan Aceh merasa tersinggung, lalu menyerang Benteng Putri Hijau .

Diluar dugaan Benteng itu ternyata sangat kuat, sehingga Sultan Aceh gagal menembusnya. Kekuatan benteng itu menggambarkan bahwa Putri Hijau  itu terkait pada sebuah kerajaan yang cukup besar artinya Putri Hijau bukan dari kalangan masyarakat bawah.

Akhirnya Pasukan Sultan Aceh berhasil menguasai Benteng. Setelah pasukan Aceh menembaki Benteng dengan ribuan Koin Emas yang membuat pasukan Benteng Putri Hijau kacau balau dan saling berebutan koin emas.

Dan selanjutnya dalam legenda Putri Hijau ada dua Versi dimana versi pertama mengatakan dia dibawa Saudaranya yang berbentuk Ular Naga yang bernama Ular Simangombus dan kini bersemayam di sekitar Pulau Berhala. Akan tetapi dalam versi lainnya dia sempat di tawan Sultan Aceh sebelum akhirnya hilang di bawa badai di Selat Sumatra. Continue reading »

Jan 292013
 

 Sianjur Mula-Mula adalah kampung dari Saribu Raja dengan ketiga saudara lelakinya yakni Limbong  Mulana, Sagala Raja dan Silau Raja dengan kelima saudarinya yakin Boru Pareme,  Boru Bidding Laut, Nai Ambaton, Nai Suanon, Nai Rasaon.

Hariara Maranak Situs bersejarah Pomparan Raja Lontung

Hariara Maranak Situs bersejarah Pomparan Raja Lontung, yang pagarnya sempat dirusak orang tak di kenal beberapa waktu lalu (photo milik: deltapariranews.com)

Di dekat Sianjur Mula-mula itu ada tempat yang bernama Ulu Darat, dimana dipercaya saat itu sebagai hutan keramat. Mitos pusuk buhit menyebutkan bahwa dibawah tempat itulah posisi kepala dari Naga Padoha berada, yang dalam legenda dianggap sebagai penjaga Banua Tonga (Bumi). Ekornya ada di laut setelah di benamkan oleh Boru Deak Parujar (baca Legenda Boru Deak Parujar).

Di hutan inilah tempat persembunyian Saribu Raja dan Boru Pareme yang telah melakukan perkawinan sedarah. Begitulah juga Si Raja Lontung dengan istrinya (yang merupakan ibunya sendiri) Boru Pareme bersembunyi. Dalam bayangan intaian saudara-saudaranya yang menginginkan darah Si Raja Lontung dan Boru Pareme yang sedang hamil juga bersembunyi di daerah itu. Daerah kramat yang dipercaya tidak akan di masuki oleh saudara-saudaranya. Continue reading »