Tugu Manik Raja (Monumen Marga Manik)

This topic contains 0 replies, has 1 voice, and was last updated by  Karles H. Sinaga 8 months, 3 weeks ago.

  • Author

    Posts

  • #6540


    Karles H. Sinaga

    Keymaster

    Sumber: http://manikraja.or.id/

    Penjelasan Tentang Proses Peletakan Batu Pertama Tugu Manik Raja & Pembentukan Punguan Manik Raja Se-Indonesia / Dunia

    Tugu Manik Raja - Monumen Marga Manik
    Tugu Manik Raja/Monumen Marga Manik (photo: http://manikraja.or.id)

    Syalom,
    Izinkanlah saya, baik sebagai Ketua Umum Pengurus Manik Raja dan Boru Se-Jabodetabek maupun sebagai pribadi menyampaikan penjelasan secara lengkap / utuh sehubungan dengan keterlibatan saya dalam proses rencana pembentukan Punguan Manik Raja Se- Indonesia / Dunia dan Pembangunan Tugu Op Si Manik Raja.
    Penjelasan ini harus disampaikan untuk mengklarifikasi dan menepis beberapa issue negatif yang beredar di tengah-tengah keluarga Besar Pomparan Op Si Manik Raja di beberapa daerah khususnya di Jabodetabek dan Sumatera Utara serta daerah lain, yang mencemarkan nama baik saya bahkan keluarga, yang ditiupkan oleh oknum-oknum (atau mungkin sekelompok orang), yang tidak bertangggung jawab.
    Penjelasan ini akan dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu :
    1.    Pembentukan Punguan Manik Raja Se-Indonesia / Dunia
    2.    Pembangunan Tugu Op. Manik Raja
    3.    Klarifikasi terhadap Issue –Negatif yang beredar.

    I. PROSES PEMBENTUKAN PUNGUAN MANIK SE – INDONESIA / DUNIA
    Proses Pembentukan, Punguan Se-Indonesia –dapat di uraikan secara singkat sebagai berikut :
    1.    Setelah melalui pembicaraan pendahuluan dengan ketua Marbona Sumut dan Perwakilan Natua-Tua dari Samosir dan dimatangkan pada pertemuan tanggal 12 Maret 2012 di kediaman kami (dihadiri beberapa pengurus Jabodetabek, Marbona Sumut, dll) sepakat dibentuk Punguan Manik Raja Se-Indonesia sebagai wadah Komunikasi Pomparan Op Si Manik Raja Se-Indonesia yang telah tersebar di Seluruh Indonesia (Desa Na ualu) dan dapat memayungi segala kegiatan/rencana kerja Pomparan ni Op Si Manik Raja, seperti rencana pelestarian dan Pembangunan situs-situs dan Tugu Op si Manik Raja yang ada di Samosir.

    2.    Setelah melalui komunikasi dengan ketua Marbona Sumut dan Natua-tua Kabupaten Samosir untuk mewujudkan rencana tersebut sepakat untuk mengadakan pertemuan atau Rapat Bolon pada tanggal 19 Mei 2012 di desa Lumban Suhi-Suhi Kabupaten Samosir dengan Agenda Rapat :

    a)    Pembentukan Pengurus Punguan Manik Se-Indonesia
    b)    Pasada Tahi Pelestarian dan Pembangunan Situs –Situs Serta Tugu Op Si Manik Raja
    c)    Agenda rapat telah dimatangkan pada pertemuan dan sekaligus perkenalan para peserta yang sudah hadir pada malam tanggal 18 Mei 2012, dan MODERATOR menampung semua pendapat dari peserta dan diserahkan kepada Panitia Perumus (Steering Committee).

    3.    Satu Minggu sebelum rapat bolon tersebut, perwakilan dari Jabodetabek telah mengadakan pertemuan dan telah membentuk Panitia Kecil yang diketuai oleh Sdr. Payaman Manik SH. untuk mempersiapkan Draft AD/ART serta Struktur Organisasi Punguan Manik Se- Indonesia dan sepakat mengusulkan agar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di IBU Kota NKRI. Dalam rangka persiapan pembentukan Punguan Manik Raja se-Indonesia / Dunia saya sudah menjagokan seseorang calon untuk jabatan Ketua Umum yaitu Sdr. Banuaraja SH.

    4.    Pada malam tanggal 18 Mei 2012, kira-kira pukul 22.00 WIB Sdr. Jamal Manik, salah seorang Pengurus Marbona Sumut menemui saya dan mengatakan bahwa akar rumput menghendaki saya untuk dipilih menjadi Ketua Umum Pengurus Manik Raja Se-Indonesia. Saya dengan tegas mengatakan tidak bersedia dan sudah mempunyai calon yaitu Sdr. Banuaraja Manik SH, Mantan Dubes RI di Kuba.

    5.    Yang bertindak sebagai MODERATOR RAPAT adalah Sdr. Payaman Manik SH dibantu oleh sdr Maik John Manik. Memang sebelum rapat sudah 2 (dua) kali Sdr. Toga Manik melobby saya agar Sdr. Payaman Manik SH menjadi MODERATOR. Ternyata urutan acara yang telah disepakati pada malam hari sebelumnya, yang seharusnya acara pertama adalah membicarakan dan membahas Pembentukan Punguan Manik Raja Se-Indonesia diubah menjadi acara ke dua. Saya mengusulkan supaya acara tetap sesuai kesepakatan pada malam tanggal 18 Mei 2012, tetapi Pimpinan Rapat tetap pada pendiriannya,

    6.    Dari Suasana Rapat jelas terasa dan kelihatan (fakta) bahwa MODERATOR tidak ada niat yang serius untuk membahas Pembentukan Punguan Manik Raja Se-Indonesia. Draft AD/ART yang telah disiapkan sama sekali tidak dibagikan kepada peserta dan terbuang begitu saja alias masuk keranjang sampah. Hal ini merupakan pelecehan karena tugas yang saya serahkan kepada yang bersangkutan, berupa penyusunan AD/ART dan Struktur Organisasi diabaikan.

    7.    Namun demikian, Acara pembentukan Punguan Manik Raja Se-Indonesia/Dunia masih sempat dilontarkan oleh MODERATOR dan diambil kesimpulan bahwa masalah ini diserahkan sepenuhnya kepada pengurus Punguan Manik Raja Se-Jabodetabek dan Marbona Sumut.

    8.    Pada tanggal 25 Mei 2012, Ketua Marbona Sumut Sdr. Bosman Manik, SH mengatakan ada telepon seseorang dari Jakarta mengatakan bahwa kalau Punguan Manik Se-Indonesia jadi dibentuk, maka Punguan Jabodetabek mencalonkan 2 nama yaitu Sdr. Payaman Manik SH dan Banuaraja Manik, SH. Kalau tidak terpilih salah satu dari nama tersebut diusulkan DPP di Medan.

    9.    Sesuai kesepakatan tanggal 17 Februari 2013 di Medan penyusunan kepengurusan Punguan Manik Raja diserahkan sepenuhnya kepada Pengurus Manik Raja Jabodetabek dengan konsultasi kepada Pengurus Marbona Sumut. Pada tanggal 12 Maret 2013 diadakan Rapat Pembentukan/Penyusunan Pengurus Punguan Se-Indonesia / Dunia. Pada rapat tersebut saya tetap mengusulkan Sdr. Banuaraja Manik SH sebagai Ketua Umum Punguan Manik Raja Se-Indonesia/Dunia dan diterima semua peserta Rapat. Untuk susunan Pengurus selanjutnya terutama Badan Pengurus Harian disepakati diserahkan kepada Ketua Umum terpilih dengan Konsultasi kepada Ketua Umum Punguan Manik Raja JABODETABEK, yang telah menerima mandat dari Marbona Sumut.

    10.    Tanpa konsultasi dengan Ketua Umum Punguan Manik Raja Se-Jabodetabek, Ketua Umum terpilih sudah menunjuk 2 (dua) personil yang kebetulan menduduki jabatan strategis yaitu sebagai wakil Ketua Umum (Sdr Payaman Manik SH ) dan Sekretaris Jenderal (Sdr. Drs. Iskandar Manik). Peristiwa ini sudah merupakan penyimpangan dalam mekanisme pengambilan keputusan dan bahkan bisa dikatakan pelecehan, maka saya mengambil sikap untuk selanjutnya tidak mau terlibat dalam kepengurusan Se-Indonesia/Dunia.

    11.    Setelah mengalami kemelut beberapa bulan, akhirnya dengan lapang dada saya merelakan diri ikut terlibat lagi dalam proses penyusunan kepengurusan. Pada suatu Rapat di Jakarta, susunan kepengurusan diperbaiki dan sifatnya masih terbuka dan bersifat konsep untuk disempurnakan pada Musyawarah Besar yang dibahas dalam suatu rapat komisi Penyusunan Pengurus, AD/ART sebelum dilantik pada Musyawarah Besar yang akan dilaksanakan pada akhir Nopember 2013 sesuai kesepakatan pada Rapat Panitia Pelaksana MUBES tanggal 13 Juli 2013 di kediaman Sdr. Bosman Manik SH di Medan.

    II. PROSES PELETAKAN BATU PERTAMA TUGU MANIK RAJA :
    Adapun proses Peletakan Batu Pertama Tugu Manik Raja dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :
    1.    Pada Rapat Tanggal 19 Mei 2012, timbul beragam pendapat dari peserta yang berasal dari beberapa daerah khususnya P. Samosir. Ada yang mengusulkan di Sioma, di Rianiate, di Simanindo, Salaon dll.

    2.    Walaupun pada pertemuan hari Jumat tgl. 18 Mei 2012 malam telah disepakati untuk menampung semua pendapat, tetapi MODERATOR langsung melontarkan kepada peserta rapat agar lokasi Tugu Op. Si Manik Raja di Rianiate (Si Igarigar atau Maltoruan). Para peserta menyatakan setuju. Namun demikian saya tidak keberatan atas keputusan tersebut. Bahkan saya siap memberi sumbangan sebesar 10 juta rupiah.

    3.    Pasca Rapat Bolon Tanggal 19 Mei 2012, setelah rencana pembangunan Tugu Op Si Manik Raja tersiar di beberapa daerah, muncul berbagai pendapat dan banyak pihak yang resisten terhadap keputusan Rapat Bolon. Hal ini bisa dimaklumi karena yang hadir pada Rapat tanggal 19 Mei 2012 masih sangat terbatas, terutama perwakilan para perantau yang berasal dari Ambarita, Simanindo, Salaon, Ranggurnihuta serta daerah lain. Adapun perbedaan pendapat yang sangat menonjol pada Rapat tersebut terutama dari aspek Sejarah/napak tilas Op si Manik Raja yang dikaitkan dengan ULAYAT / GOLAT MANIK RAJA. Resistensi selanjutnya karena lokasi yang telah ditetapkan / diproses ternyata dibeli dengan harga 60 juta rupiah (luas ± 4000 m2). Bahkan AKSES ke lokasi pun harus dibeli dari marga lain. Memang benar bahwa tanah tersebut dimiliki oleh mara Manik, dimana salah satu pemilik (sebagai ahli waris) adalah Sdr. Toga Manik.
    Resistensi ini bisa dimaklumi karena sebagian beranggapan bahwa masih ada beberapa daerah yang terkenal dengan ULAYAT / GOLAT MANIK RAJA seperti Salaon, Sioma, Ambarita dll yang mereka anggap berkaitan erat dengan sejarah Op si Manik Raja sehingga tidak perlu membeli.

    4.    Semakin banyak masukan tentang penelurusan sejarah Manik Raja, termasuk napak tilas Op Silau Raja yang tidak bisa dipisahkan dari Op Si Manik Raja (termasuk Marga Malau, Ambarita, dan Gurning) mendorong pentingnya pengumpulan bahan-bahan /materi bersejarah tersebut termasuk diantaranya marga dari Paniaran Op Silauraja (harus melibatkan marga Malau, Ambarita dan Gurning) dan paniaran Op Si Manik Raja. Salah satu natuatua yaitu Drs. Butar Manik (mantan Ketua Manik Raja Bandung) telah berkali-kali berkomunikasi dengan saya sendiri juga dengan Sdr. Toga Manik dan Payaman Manik SH, bahwa perlu dipertimbangkan tentang lokasi dan ditelusuri sejarah Op. si Manik Raja.

    5.    Mengingat DINAMIKA yang terus berkembang setelah Rapat Bolon, timbullah pemikiran untuk mengadakan Musyawarah Besar (MUBES). Untuk tujuan tersebut telah dibentuk Panitia Pelaksana Mubes, dimana saya ditunjuk sebagai Ketua. Dalam rangka Sosialisasi Pelaksanaan Mubes, Panitia telah mensosialisakan ke Propinsi Kabupaten/Kota dengan Surat No. 003/PMRB-P/WI/2013 tertanggal 29 Mei 2013.

    6.    Panitia Pelaksana Mubes mengadakan Rapat di Medan pada tanggal 13 Juli 2013. Pada Rapat tersebut masih terjadi perdebatan yang sangat tajam antara kubu yang pro dan kontra terhadap lokasi yang telah ditentukan di Rianiate. Sdr. Bosman Manik S.H, Ketua Marbona Sumut sempat menjelaskan bahwa ada 3 (tiga) nara sumber (PANIROI) dengan bahasa yang bernada sama mengatakan bahwa lokasi TUGU MANIK RAJA sebaiknya di SALAON, namun apabila ada KESEPAKATAN (DOS NI ROHA) dimanapun lokasi Tugu Manik Raja tidak menjadi masalah.

    7.    Pada Rapat Panitia Mubes tersebut telah dibentuk alat-alat kelengkapan MUBES serta penunjukan personil-personil agar MUBES dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

    Adapun kelengkapan MUBES yang dibentuk adalah :

    a).    Komisi AD/ART dan Struktur Organisasi Punguan Manik Se- Indonesia / Dunia
    b).    Komisi Tarombo, Menelusuri pihak mana yang menjadi BONA GORDANG dan HULA-HULA (Paniaran ni Op Si Manik Raja) serta Tulang (Paniaran ni Op Si Lauraja, yang melibatkan marga Malau, Ambarita dan Gurning.
    c).    Komisi Pelestarian dan Pembangunan Situs-Situs dan Tugu Op si Manik Raja (Termasuk penyempurnaan desain Tugu dan RAB) sehingga ada Proposal yang disebarluaskan ke Seluruh Propinsi / Kabupaten. Peletakan Batu Pertama baru dilaksanakan setelah MUBES.

    8.    Sangat disayangkan bahwa NOTULEN RAPAT tanggal 13 Juli 2013 belum dibagikan oleh Sdr. Gosmen T. Manik selaku Sekretaris Panitia MUBES (pembuat Notulen). Apa MOTIFNYA? Biar dia sendiri yang menjawab. Saya hanya mengharapkan supaya Sdr. Gosmen T. Manik jujur dalam kasus ini.

    9.    Pada tanggal 14 Juli 2013, Sdr Drs. D.S Manik, MM menghubungi saya via handphone, mengajak saya ke Pematang Siantar bersama kawan-kawan dari Jakarta untuk bertemu dengan Sdr. Maik Jon Manik. Saya jawab, saya tidak ada waktu, sebab tidak begitu penting untuk bertemu dan semuanya tentang rencana MUBES telah tuntas dibicarakan – Kebetulan memang Sdr. Maik Jon Manik berhalangan hadir pada pertemuan Tanggal 13 Juli 2013.

    10.    Pada tanggal 17 Juli 2013, saya dikontak Sdr. Maik Jon Manik via handphone mengusulkan supaya pekerjaan fisik Tugu Manik Raja segera dimulai, dan tidak perlu menunggu setelah MUBES. Saya katakan bahwa segala hal-hal yang menyangkut Pembangunan dan acara peletakan Batu Pertama baru bisa dilaksanakan setelah MUBES. Sdr Maik John menjawab kalau di tunggu sampai MUBES selesai boleh jadi rencana akan tertunda alias gagal.

    11.    Setelah saya hubungkan dengan proses pembentukan Punguan Manik Raja, maka ada faktor psikologis yang mengganggu pikiran saya. Pada Rapat Panitia Pelaksana Mubes Se-Indonesia tanggal 18 Agustus 2013 di SMAN31 saya ambil keputusan untuk mundur sebagai Ketua Panitia Pelaksana MUBES. Posisi saya sebagai Ketua Panitia MUBES diganti oleh Sdr Payaman Manik SH, dan saya duduk sebagai Penasehat

    12.    Satu minggu kemudian, nama ke-Panitiaan berubah bentuk menjadi Panitia Peletakan Batu Pertama dan Pengukuhan Pengurus Punguan Manik se-Indonesia / Dunia. Dengan perubahan tersebut Acara MUBES yang sejatinya membicarakan dan mencari kesepakatan (DOS NIROHA) telah dikubur dalam-dalam. Perubahan tersebut dilakukan semena-semena tanpa konsultasi dan pembahasan dalam Rapat Sampai detik ini Panitia Pelaksana MUBES belum di bubarkan. Peristiwa ini sudah merupakan PENYELEWENGAN.

    13.    Pengunduran diri saya dari Ketua Panitia Pelaksana MUBES telah saya beritahukan kepada Ketua MARBONA Sumut, Sdr Bosman Manik SH sekitar akhir Agustus 2013. Sdr Bosman Manik mengatakan bila Jabodetabek tidak seia-sekata biarlah Marbona Sumut yang melaksanakan, tetapi bukan pembangunan TUGU MANIK RAJA melainkan MONUMEN MANIK RAJA. Dari istilah tersebut memang ada perbedaan yang mendasar antara Tugu dan Monumen (lihat Kamus Bahasa Indonesia dan Kamus Lain) Setelah mendengar perubahan rencana, bukan Pembangunan Tugu melainkan Monumen, saya mempunyai analisis bahwa sdr Bosman Manik SH masih ingat apa yang pernah disampaikan kepada saya sekitar bulan Juni 2012, bahwa ada Hahani Uhum marga Pasaribu menemuinya dan mengatakan : Apabila marga Manik membangun Tugu, tempatnya di SALAON. Marga Pasaribu tersebut siap menunjukkan lokasi nya. Informasi ini diulangi lagi pada rapat tanggal 13 Juli 2013. Artinya Lokasi TUGU MANIK RAJA masih perlu ditelusuri lebih jauh.

    14.    Pada awal Nopember 2013, ada Undangan dari Marbona SUMUT, akan ada acara Peletakan Batu Pertama MONUMEN MANIK RAJA di Rianiate. Beberapa hari menjelang hari H tanggal

    15.  Nopember 2013 ada Undangan Via SMS dari MARBONA SUMUT tentang acara peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Manik Raja dan Pengukuhan Pengurus Manik Se-Indonesia/ Dunia.

    16.    Setelah saya analisis, pembatalan “MUBES” langsung ke Acara Peletakan Batu Pertama, karena ada prediksi yang berlebihan dari sekelompok teman-teman bahwa apabila MUBES dilaksanakan, lokasi yang sudah diproses (Si Igarigar) akan batal ternyata benar dan diakui oleh Sdr. Toga Manik. Itulah sebabnya mereka secara emosional memaksakan KEHENDAK sehingga melupakan falsafah DALIHAN NATOLU. Oleh karena itu pada tanggal 10 Nopember 2013, Pengurus Manik Raja Se-Jabodetabek mengeluarkan Pernyataan Sikap dan disusul Pernyataan tanggal 16 Nopember 2013, tidak mengakui Peletakan Batu Pertama dan Pengukuhan Pengurus Punguan Manik Raja Se-Indonesia/Dunia, karena sudah menyimpang dari Kesepakatan Rapat tanggal 13 Juli 2013 di kediaman Sdr Bosman Manik SH, Ketua MARBONA SUMUT.

    III. KLARIFIKASI TERHADAP ISSUE YANG BEREDAR
    Sebagai akibat dari kemelut yang terjadi akhir-akhir ini ada beberapa issue yang berkembang di tengah-tengah Pomparan Op Si manik Raja yang dilontarkan oleh pihak-pihak tertentu :
    1.    Saya di cap sebagai penghambat rencana Pembangunan Tugu Op Si Manik Raja, karena ada kepentingan, yaitu seorang yang bernama Ir. RUBEN MANIK memiliki aset/tanah di SIOMA, di dolokni Ambarita. Sungguh suatu FITNAH yang LUAR BIASA dan sama sekali tidak MENGANDUNG KEBENARAN. Dengan tegas saya nyatakan bahwa saya TIDAK MEMILIKI SEJENGKAL TANAH di Sioma. Issue ini sudah meluas ke Seluruh Wilayah R.I. Khususnya di Medan, Pematang Siantar, dll. Perlu saya jelaskan bahwa sejak awal saya SETUJU DIMANAPUN LOKASI TUGU OP SI MANIK RAJA TERMASUK DI RIANIATE, namun kita harus menyadari bahwa masih banyak pihak yang RESISTEN terhadap keputusan tersebut. Untuk menampung dan mendengar aspirasi yang berkembang (aspek sejarah, silsilah) telah disepakati untuk melaksanakan MUBES untuk mencapai KEBERSAMAAN (DOS NI ROHA) sesuai keputusan rapat tanggal 13 Juli 2013. Semua ini mempunyai tujuan agar Tugu yang dibangun betul-betul mempunyai arti dan simbol PERSATUAN DAN KESATUAN bukan untuk PERPECAHAN. Tetapi yang terjadi adalah PENGINGKARAN terhadap keputusan Rapat tanggal 13 Juli 2013 sehingga ada kesan PAJOLO GOGO PAPUDI UHUM.

    2.    Saya dicap ambisi menjadi ketua Manik Se-Indonesia /Dunia. Saya sudah mengaririt Sdr. Banuaraja Manik SH, sebelum Rapat Bolon di Lbn Suhi –Suhi 19 Mei 2012. Pada pertemuan waktu membuat kesepahaman di Medan tanggal 17 Februari 2012, semua kawan-kawan di Medan mendorong saya untuk menjadi Ketua Umum Punguan Manik Raja se-Indonesia namun dengan tegas saya menolak. Obsesi saya hanya agar Punguan Manik Raja Se-Indonesia/Dunia bisa merupakan suatu organisasi yang mendapat dukungan dari AKAR RUMPUT, dan orang-orang yang duduk di kepengurusan mempunyai INTEGRITAS yang tinggi karena organisasi ini adalah organisasi MARGA yang menyngkut falsafah DALIHAN NA TOLU agar bisa menjadi panutan bagi Pomparan Op Si Manik Raja.

    3.    Saya telah diberitahukan disebagian besar Wilayah R.I., telah dilengserkan dari Jabatan Ketua Umum Punguan Manik Raja Sejabodetabek, sesuai dengan surat Badan Penasehat tanggal 30 Januari 2014, dimana surat Badan Penasehat tersebut telah melanggar AD/ART Punguan Manik Raja Se-Jabodetabek. Hal itu TIDAK BENAR SAMA SEKALI, sebab yang berhak menurunkan saya dari Jabatan Ketua Umum Punguan Manik Raja Jabodetabek adalah RAPAT BOLON. Untuk menanggapi surat Badan Penasehat tersebut pengurus Punguan Manik Raja Se-Jabodetabek telah melaksanakan rapat pengurus yang dihadiri oleh BPH dan Pengurus Wilayah pada tanggal 1 Februari 2014. Kesimpulan rapat bahwa surat tersebut ditolak dan seluruh Pengurus Wilayah mendukung kepemimpinan Ketua Umum melanjutkan sampai masa bakti 2016.
    Memang benar saya mengajukan Surat Pengunduran diri dari Jabatan Ketua Umum Manik Raja dan Boru Se-Jabodetabek pada Rapat tertanggal 2 Desember 2012, namun semua peserta rapat yang dihadiri 13 (tiga belas) orang tidak menyetujui Pengunduran diri saya. Juru bicara peserta Rapat Sdr. Toga Manik dan Ibu yang saya hormati Ny. Ir. T.B. Manik tetap memohon supaya saya tetap meneruskan kepengurusan sampai akhir masa bakti 2016.
    Setelah saya renungkan sejenak maka permohonan tersebut saya terima. Disepakati Surat Pengunduran diri dan foto copy-nya dikumpulkan (ditarik dari peserta rapat) dan dikembalikan kepada Ketua Umum, dan tidak boleh disebarluaskan (Off The Record), sehingga persoalannya dianggap selesai.

    Dengan adanya Surat Pernyataan Sikap Punguan Manik Raja dan Boru Jabodetabek yang tidak mengakui Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu dan Pengukuhan Pengurus Se-Dunia yang telah menyimpang dari prosedur, maka masalah pengunduran diri diungkit kembali dan diplintir sedemikian rupa, bahkan fotocopy surat PENGUNDURAN DIRI disebarkan sampai Sumatera Utara dan Samosir menjelang dan waktu Peletakan Batu Pertama. Walaupun sudah sepakat tidak perlu disebarluaskan (off the record) ternyata ada salah seorang yang melanggar kesepakatan yaitu Sdr. Drs. Marolop Manik yang ternyata menyimpan asli surat pengunduran diri. Apa motifnya biar dia sendiri yang menjawab.
    Demikianlah saya sampaikan penjelasan ini kepada seluruh Pomparan Op Si Manik Raja dimanapun berada dan semoga tidak terjebak dengan Pembentukan Opini yang bisa menyesatkan bagi kita semua. Dengan perputaran jarum jam kita harus sabar menunggu suatu kebenaran.

    Tuhan memberkati

    Salam
    IR. RUBEN MANIK
    Ketua Umum

    Horas! Mejuah-juah! Njuah-Juah!

You must be logged in to reply to this topic.