Klasifikasi Limbaga (Peribahasa) Simalungun :

Forums Batak Bahasa dan Sastra Bahasa Bahasa Simalungun Klasifikasi Limbaga (Peribahasa) Simalungun :

  • This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated by .
Viewing 0 reply threads
  • Author

    Posts

    • #6856

      Hasiholan Sinaga

      Moderator
      @batakpewarisnusantara76

      1. Ungkapan
      Ungkapan adalah kiasan pendek yang berupa penggalan kalimat. Ciri ungkapan di dalam bahasa Sirnalungun hampir sama dengan ciri ungkapan di dalam bahasa Indonesia.
      Contoh:
      (l) Siganjang dilah ‘panjang !idah’ .
      (2) Boratan rumah ‘keberatan rumah’. (Catatan: Arti yang pas harusnya Mengandung (Hamil)).
      (3) Porkis marodor ‘semut beriring’ .

      2) Tudosan

      Tudosan at au perbandingan ialah perasosiasian antara pokok persoalan dengan benda atau sesuatu. Dengan kata lain, tudosan adalah satuan ligunal yang tetap pemakaiannya, mengandung arti kias, dan tidak berupa perumpamaan, struktumya tetap, dan kata-katanya lugas.
      Contoh:
      (4) Kais-kais ase mangan ‘mengais-kais baru makan’.
      (5) Parsummahni na baruton ‘ orang berpenyakit gondok leher bercemar’ .
      3. Umpasa
      Umpasa atau perumpamaan ialah perbandingan atau persamaan. Umpasa selalu diawali oleh kata-kata songon ‘seperti’ dan laksin ‘laksana’. Ciri umpasa ialah
      (a) bermakna persamaan
      (b) menggunakan kata, antara lain songon ‘seperti’ atau satuan lingual lainnya yang mengandung arti ‘seperti’ (Damanik, 1986:29). Penggunaan kata songofl ‘seperti’ di dalam urnpasa untuk menunjukkan bahwa umpasa tersebut ditujukan kepada manusia.
      Contoh:
      (6) Songon parbuah ni ambotik mengisati namaisat ‘seperti cara pepaya berbuah, buah yang satu mendesak yang terdesak’.
      (7) Songon baliang ni haro, harat ampa Ompung ni ‘Seperti anjing orang Karo, menggigit tuannya’.
      4. Usihan
      Usihan adalah jenis peribahasa yang hampir sarna dengan umparna; isinya bertujuan memberikan suatu teladan yang baik. Usihan sering dipergunakan untuk memberikan contoh kepada anak-anak yang cara dan tingkat berpikirnya masih rendah. Perumpamaan yang dicontohkan juga sangat sederhana serta terdapat di lingkungan sekitar mereka. Misalnya, untuk mengumpamakan cara hidup saling bantu sehingga yang tidak dapat dipisahkan dari yang lainnya, diumpamakan seperi dengan air dengan bems.
      Contoh:
      (8) Song on haratan lansina ‘seperti menggigit cabe’.
      (9) Songon ihan na martolur ‘seperti ikan bertelur’ .
      5. Limbaga
      Limbaga adalah jenis peribahasa yang termasuk ke dalam ibarat. Limbaga berupa perumpamaan yang diperjelas. Limbaga hampir sama dengan umpasa (perumpamaan). Bedanya hanya terletak pada penyelesaian apa yang dikemukakannya. Unsur yang terletak di sebelah kanan merupakan penjelasan dari unsur yang terletak di sebelah kirinya.
      Contoh:.
      (10) Laksani bah parsirukuhan, anggo pat jolma na bonduthon. anggo lang na utahkon ‘Laksana air kumur-kumur, kalau dipakai. dapat ditelan; kalau tidak, dimuntahkan·.
      (11) Seng marsihata-hataan hereh ampah bodat ihrai do hansa marsiganjangon ‘Tak saling menegur (saling ejek) antara kera dan monyet: padahal saling berpanjangan (yang .saru lebih panjang daripada yang lainnya)’.
      6. Saligan
      Saligan atau pepatah adalah jenis peribahasa yang mengandung arti luas, maknanya berupa perumpamaan dan struktur pembentuknya tetap. Yang diumpamakan ialah keadaan atau sifat orang atau barang. Akan tetapi, yang lebih diperhatikan di dalam sa ligan ialah keadaannya.
      Contoh:
      (12) Seng ilampoili abaru ulu ‘bahu tidak pemah lebih tinggi dari pada kepala’ .
      (13) Itandai baliang do ompangni ‘anjing mengenal tuannya’.
      7. Alinan
      Alinan adalah jenis peribahasa yang sukar diartikan karena bersifat teka-teki walaupun bukan teka-teki. Bentuknya seperti peribahasa. tetapi isi (maksudnya) layaknya teka-teki. Alinan termasuk ke dalam peribahasa karena berdasarkan bentuknya. Hampir seluruh peribahasa bahasa Simalungun merupakan potongan pantun (umpasa). Untuk itu. apabila berstruktur pendek. alinan digolongkan dalam peribahasa. sedangkan jika struktur yang lebih luas. alinan termasuk ke dalam umpasa.
      Contoh:
      (14) Modom-modom itoruh harang; gagat-gagat hu sanpalan ‘tidurtidur di bawah kolong,. makan-makan di padang rumput’.
      (15) Mandi/ati rimah-rimah. mangorong anggo adong na roh ‘menjilati remah nasi. menggonggong kalau ada orang datang’.
      8. Ongonan
      Ongonan adalah jenis peribahasa yang berisi olok-olok; biasanya ongonan dipakai untuk mengejekan orang lain. Ongonan mula-mula merupakan alat bagi seseorang untuk mengejek rekannya, tetapi berkembang menjadi pemeo umum masyarakat Simalungun.
      Contoh:
      (16) BoLag songon sapah kariahan ‘Iebar seperti piring kayu orang karihan’ .
      (17) Giniling Raya Losung ‘hasil gilingan orang Raya Lesung’.
      Sumber: LIMBAGA (PERIBAHASA) BAHASA SIMALUNGUN
      Baharuddin, D. Syahrial Isa, Yos Rizal, Ramlan Damanik
      Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
      Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
      Jakarta -1997

       

Viewing 0 reply threads
  • You must be logged in to reply to this topic.

Forums Batak Bahasa dan Sastra Bahasa Bahasa Simalungun Klasifikasi Limbaga (Peribahasa) Simalungun :