Bentuk-bentuk Sastra Lisan yang Terkenal Pada Masyarakat Karo

Forums Batak Bahasa dan Sastra Bahasa Bahasa Karo Bentuk-bentuk Sastra Lisan yang Terkenal Pada Masyarakat Karo

  • This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated by .
Viewing 0 reply threads
  • Author

    Posts

    • #6857

      Hasiholan Sinaga

      Moderator
      @batakpewarisnusantara76

      Bentuk-bentuk sastra lisan yang terkenal pada masyarakat Karo, antara lain, sebagai berikut.

      a) Ndungndungen, dapat disamakan dengan pantun, biasanya terdiri atas 4 baris bersajak abab. Dua baris pertama berisi sampiran dan dua baris terakhir merupakan isi. Setiap baris umumnya terdiri atas tiga atau empat kata dan setiap baris mempunyai suku kata 7-10.

      b) Bilang-bilang, yang berupa ‘dendang duka’, biasanya didendangkan dengan ratapan oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa, seperti ibu yang telah meninggal dunia; meratapi kekasih idaman hati yang telah direbut orang lain atau pergi mengembara ke rantau orang.

      c) Cakap lumat atau ‘bahasa halus’ yang penuh dengan bahasa kias, pepatah-petitih, perumpamaan, pantun, tekateki, dan lain-lain. Cakap lumat biasanya dipergunakan oleh bujang dan gadis bersahut-sahutan pada masa pacaran di malam terang bulan; atau oleh orang-orang tua pemuka adat dalam upacara, misalnya upacara meminang gadis. Kepintaran bercakap lumat ini dapat mengalihkan hutang menjadi piutang, seharusnya kalah tetapi menang, seharusnya
      menolak lamaran jadinya menerima lamaran.
      Sungguh asyik mendengar pemuka-pemuka adat berbahasa halus bersahut-sahutan dalam upacara adat, terkadang lupa perut lapar dan hari sudah sore atau larut malam.

      d) Turi-turian atau ‘ceritera’ yang berbentuk prosa; misalnya mengenai asal-usul marga, asal-usul kampung, ceritera binatang, ceritera orang-orang sakti, ceritera jenaka, dan lain-lain. Biasanya diceriterakan oleh orang tua-tua pada malam hari menjelang tidur.

      e) Tabas atau ‘mantra’; umumnya hanya para dukun yang mengetahuinya. Konon kabarnya kalau mantra itu sudah diketahui oleh orang banyak maka keampuhannya akan hilang.

      Sumber: Bahasa Karo
      Henry Guntur Tarigan dan  Djago Tarigan
      Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
      Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
      Jakarta 1979

Viewing 0 reply threads
  • You must be logged in to reply to this topic.

Forums Batak Bahasa dan Sastra Bahasa Bahasa Karo Bentuk-bentuk Sastra Lisan yang Terkenal Pada Masyarakat Karo