Nasution Diantara: Pulungan, Pohan, Batara Pinayungan Bahagian 2

Bagikan:

2/ Asal Usul Si Baroar keturunan Sultan Iskandar Muda dari Aceh (TJ Willer – 1846)

Mandailing awal disebut oleh TJ Willer – 1846 dihuni oleh pendatang Toba, tapi sumber-sumber tertulis pernyataan itu sudah tidak ditemukan. Kampung Gunung Tua dan Kota Siantar disebut 12 generasi lalu yang di gantikan oleh penguasa sekarang yang menghubungkan dirinya dengan Melayu Minangkabau.

Jadi dalam Legenda yang ada Marga Pulungan, Lubis dan kemungkinan besar Nasution itu sudah ada lebih dulu  dari Si Baroar.  Termasuk jugalah kampong Si Baroar dibesarkan bernama Dori Soit dimana Namora Paimahon (disebut marga Rangkuti) sudah ada.

Willer menilai, meskipun Legenda itu tidak masuk akal tapi tetap harus diterima, karena aturan bangsawan yang sekarang berkuasa didasarkan padanya.

Willer juga menyebut Sibaroar (ditulis: Na Baroar – sepertinya sebuah spekulasi mengingat sebagian Minang percaya leluhurnya adalah Iskandar Zulkarnaen-pen), dan seperti banyak cerita beredar di tempat lain, yakni Sultan Iskandar Muda dari Aceh mengambil Istri di banyak tempat termasuklah seorang Wanita Bunian (yang tak terlihat) yang menyukainya, sengaja menunjukkan diri menunjukkan di Singkuang Batang Gadis, sehingga tempat itu disebut Si ambil dan perempuan itu di sebut Boru Si ambil.

Willem Iskandar/Sati Nasution
Dilahirkan dengan nama Sati Nasution, gelar Sutan Iskandar, nama yang tertulis dalam akta kelahiran (acte van bakenheld), Surat, belsit, piagam dan surat nikah, Willem Iskander (Nama sesudah ia dibaptis di Arnhem, 1858) lahir di Pidoli, Mandailing Natal. Ia generasi ke 11 dari Klan Nasution. Ia anak bungsu dari empat bersaudara (Photo dan Caption: wikipedia.org)

Hal ini menyebabkan kemarahan dari Orang-orang Bunian yang terkenal berilmu dan di kutuklah Boru Si Ambil bahwa dia akan jadi Wanita terakhir yang melahirkan bagi Sultan Iskandar Muda, dan Boru Siambil akan menderita dan mengembara, hingga usai hukuman dan setelah itu anak itu kelak akan jadi berserak kesemua Tanah di area Batang Gadis Mengalir ke Api dan Pedang (apakah ini di penuhi dengan Perang Paderi?-pen).

Kekerabatannya dengan Pihak Pagaruyung disebut sebagai berasal dari Ayah yang sama yakni Sultan Iskandar Muda dari Ibu yang berbeda. Boru Siambil di bawa ke Pagaruyung, Di mana dari Boru Si Ambil disebut melahirkan anak Lelaki Bernama Si Baroar dan dari Perempuan Minangkabau melahirkan seorang Perempuan yang kemudian secara turun temurun memerintah Pagaruyung (menjadi pertanyaan menarik apakah sejak jaman ini Matriliniel di kenal di Minang? – Pen). Karena menurut Willer Sultan Iskandar Muda memerintah semua keturunan-nya dibanyak tempat untuk jadi penguasa (Raja).

Tetapi kemudian ditulis, kedua wanita itu saling bertentangan beserta anak-anaknya sehingga sebagai orang asing Boru Siambil tertindas, dan membawa pulang anaknya berharap keluarga dan kerabatnya mau menerimanya (Manusia Bunian-pen). Tapi kisah ini tidak dicatat dalam tulisan Si Boeloes-Boeloes dan Si Roempak-roempak Willem Iskandar yang memulai dari kisah penemuan Si Baroar oleh Sutan Pulungan.

Apa daya Boru Siambil, keluarganya tidak mau menerimanya, akhirnya jadilah mereka di temukan Raja Pulungan, dan seperti cerita yang bereda dia tidur di kandang Anjing (kemungkinan di bawah rumah tangga Raja Pulungan-pen) yang dia panggil ayah tapi tak peduli padanya, saat ibunya pergi bekerja, sehingga ibunya meledeknya Si Baoar (Bau kandang Anjing). Dan Selanjutnya kisah nya sudah beredar di dunia maya.

Leave a Reply