Sultan Deli 4: Struktur Kerajaan Melayu Deli diantara Sultan, Orang Kaya (Sibayak) dan Datuk-datuk – Sebuah Rintisan Sisi Lain Sejarah Sunggal

Bagikan:

Disinilah penulis menekankan seperti bagian sebelumnya tentang pentingnya mengetahui sejak kapan gelar Orang Kaya Sunggal (dalam Bahasa Karo: Sibayak) berganti menjadi Datuk Sunggal.

Dalam catatan Jhon Anderson dalam Mission to East Coast ada tersebut Sebayak Lingga, sebagai saudara Orang Kaya Sunggal yang tinggal di Gunung. Menarik mengkaji ini, kenapa ada sebutan Sebayak dan kenapa ada sebutan Orang Kaya yang sebenarnya pengertiannya adalah sama, Sebayak (kini dikenal Sibayak) adalah Orang Kaya, “Si” merujuk pada Orang dan “Bayak” = Kaya.

Catatan: Mari jadikan bagian ini sebagai Rintisan yang sangat perlu di validasi ulang oleh sejarawan, Penulis tidak mempunyai banyak referensi saat terjadinya Kerajaan Melayu Deli Modern yang ditandai dengan pernjanjian konsesi lahan perkebunan dengan Belanda dan selanjutnya mengikat dan Melibatkan Sunggal.

Apakah ini tanda Bahwa saat itu Orang Kaya Sunggal yang dengan jelas disebut John Anderson sebagai Batak bersuku Karo-karo (sekarang adalah salah satu dari Merga Silima Karo), sudah mulai masuk sebagai bagian dan berbudaya Melayu? Atau ada kesalahan atau kesengajaan penerjemahan, baik dari pihak Datuk sunggal atau dari pihak John Anderson, untuk lebih mudah bagi mereka mengenal Diri dan mengetahui posisi masing-masing?

Memang John mempertegas bahwa Orang Kaya Sunggal adalah Jabatan tertinggi di daerah itu, dan begitu juga 4 Sibayak yang dikenal di Karo adalah pemegang tertinggi jabatan di daerahnya masing-masing.

Nama jabatan ini sangat Vital, karena Datuk harusnya tidak berkuasa seperti Sultan, dan Datuk adalah bukan di bawah Sultan Langsung.

Dalam Catatan John Anderson disebut Di Bawah Sultan Ada beberapa Menteri dan Ulama (lihat tulisan sebelumnya) tetapi tidak ditemukan penulis menyebut Datak.

Dalam artikel yang saya dapat Datuk ada di lapis ketiga struktur Kerajaan Melayu.

Bagan Tingkat Kebangsawanan Melayu di Sumatera Utara dan Hubungannya dengan Rakyat
Bagan Tingkat Kebangsawanan Melayu di Sumatera Utara dan Hubungannya dengan Rakyat (sumber : http://mabmi.weebly.com/jatidiri.html)

Akan tetapi dari sumber-sumber sejarah yang ada termasuk dari keluarga Datuk Sunggal Sendiri, tidak ditemukan mereka menyebut satupun leluhur mereka sebagai Sibayak (Sebayak) atau Orang Kaya. Semua dimulai dengan sebutan Datuk, secara tidak langsung akan meletimasi posisi Sultan Deli sebagai yang lebih tinggi.

Tidak ada satu tulisan pun mengatakan atau mengakui Sibayak (Orang Kaya) Sunggal, sepertinya semua sejarawan termasuk Karo hanya mengakui Kesibayaken seperti yang di sebut Joustra. Jadi hanya 5 Sibayak (kadang disebut enam) yang diakui yakni: Sibayak Kuta Buluh (Marga Perangin-angin), Sibayak Barus Jahe (Marga Karo-karo Barus), Sibayak LIngga (Marga Karo-Karo Lingga), Sibayak Sarinembah (Marga Sembiring Meliala), dan Sibayak Suka (Marga Ginting Suka).

Dan dibawah Sibayak ada Urung, maka semakin jatuhlah Posisi dari Orang Kaya Sunggal dalam sejarah karena diakui bahwa Sunggal itu termasuk dalam Urung Kesultanan Deli (yang otomatis tidak merupakan daerah independen), tanpa diteliti lebih lanjut sejak kapan Sunggal menjadi bagian Deli merujuk Catatan John Anderson bahwa tahun 1823 Sunggal masih daerah merdeka. Dan sejak kapan disebutu Urung.

Sedangkan Sejarawan Melayu Tengku Lukman Sinar mencoba mendamaikan sejarah dengan mengatakan Bahwa Sultan Deli mereprentasikan seluruh Deli pada Belanda dan dimana Datuk Sunggal ditempatkan sebagai Ulun Janji (pemegang kedaulatan asli).

Sementara dari versi Sejarah Serdang jauh sebelumnya, yakni kasus pengangkatan Raja Serdang Pertama Tuanku Umar (Karena pertikainn dalam keluarga Kesultanan Deli) 1723M, Raja Urung Sunggal (juga tidak ada mempertanyakan kenapa Sibayak Sunggal sudah disebut sebagai Urung). Seorang Raja Urung Sunggal dibantu oleh Raja Urung Sinembah (Marga Barus) dan Raja Urung Tanjong Morawa (Marga Saragih Dasalak) dibantu Uleebalang Lumu dari Aceh mampu merajakan seorang Raja di Serdang yang tentunya hal ini melawan Sultan Deli saat itu (Meski masih dalam situasi pertikaian). Jadi siapakah Raja Urung Sunggal hingga mampu mengangkat Raja yang setara dengan Deli? Nah Posisi Sibayak Sunggal seperti dicatat John Anderson dan posisnya sebagai Kalimbubu (Raja) bagai keluarga Sultan dalam Adat Batak Karo bisa jadi menjawab itu.

Jadi penulis berharap seperti judul ini adalah sebuah rintisan untuk melihat Sejarah Deli dan Sunggal dari sudut yang berbeda untuk menempatkan sejarah pada tempatnya dan pada waktunya juga.

Bahwa Sunggal menjadi bagian Kerajaan Deli setelah Belanda Masuk adalah juga bagian sejarah yang tidak bisa di bantahkan.

Masukan dan pencerahan ditunggu.

 

Tag: datuk hitam sunggal, Datuk Sunggal, kisah datuk sunggal, panglima gocah pahlawan, sejarah datuk sunggal, sejarah kesultanan deli, sejarah labuhan deli, sri paduka gocah pahlawan, sultan deli medan, sultan deli pertama, sultan deli yang pertama, tuanku panglima gocah pahlawan, Datuk Badiuzzaman Sri Indera Pahlawan Surbakti,

Leave a Reply