Sultan Deli 3: Fakta Sejarah Sultan Deli sebagai Sultan dan “Datuk” Sunggal tahun 1823 menurut John Anderson

Bagikan:

Menurut catatan Jhon Anderson tahun 1823 dalam Mission to east Coast, Sultan Deli sudah menguasai Pulau Brayan dan masih dalam sumber yang sama, maka disebut Wilayah Deli:

1/ Barat Daya Sungai Bubalan
2/ Timur Laut dengan Laut (Selat Malaka)
3/ Barat Daya dengan Sungai Tuan
4/ Tenggara dengan Kerajaan Kuat Batak Siantar.

Istana Sultan Delli - Labuhan Deli
Istana Sultan Delli – Labuhan Deli (photo: Tropenmuseum.com)

Sultan Deli memiliki kekuasaan meliputi Deli, Bulu China, Langkat, Percut, dan tempat lain yang berhasil di intervensinya.

Sultan disebut mempunyai 6 Menteri yakni: Noquadeh Unguh, Tindal Timbaloo, Wauk-wauk, Salin, Tomanis, Daula, Wakil: Datu Daris Pengulu Kampung.

Dalam hal Agama Sultan mempunyai Lima Ulama: Kali sebagai Imam Masjid, lalu: Imam, Kalif, Bilal, Pengulu Mesjid. Dibawah mereka berlima banyak Ulama yang panggil Haji karena sudah menunaikan Ibadah Haji ke Mekah.

Tidak ada penulis dapatkan bahwa Sunggal adalah daerah kekuasaan Sultan Deli saat itu, dimana di sebut Sunggal punya penduduk tidak lebih dari 20ribu orang Batak dari Suku Karo-karo. Sunggal disebut dipimpin oleh Orang Kaya Sunggal (Hal ini perlu ditekankan Bukan Datuk) yang independen di ketahui tidak punya atasan, yang baru saja tahun lalu berperang dengan Sultan Panglima Deli.

Saat akan bertemu Orang Kaya Sunggal (inilah sebutan waktu itu hingga penulis menulis Judul “Datuk” dalam tanda kutip), John disambut oleh Datu Melala (Sembiring) seorang sepupu dari Orang Kaya Sunggal yang berusia sekita 20 tahun dan penghisap opium dengan penyambutan yang tidak ramah. Dan memintanya untuk mengganti celana panjangnya dengan sarung. John Menceritakan bagaimana dia terus berhati-hati dengan orang ini meski akhirnya tidak ada waktu menyampaikan hal ini pada Orang Kaya Sunggal.

Orang Kaya sunggal saat itu disebut orang yang enak di pandang, penuh rasa hormat dan berusia sekitar 45 tahun tapi penyuka Opium, Menurut John Anderson ada kecemburuan diantara Sultan Deli dan Orang Kaya Sunggal.

Orang Kaya Sunggal punya tiga orang Putra yakni: Sedul Hamed, Dahil, Mahini. Mereka disebut oleh anak Muda yang gagah. Tapi Orang Kaya Sunggal merasa tidak bisa mengontrol Anaknya dengan mengatakan bahwa” … ketika saya menyuruh ke kanan mereka ke kiri….”. Dan dia menyanjung apa yang John lakukan dan tidak setuju bagaimana Sultan Deli ingin memanfaatkan kesempatan/peluang.

Dia memberi John Kepala Anak Sapi yang baru disembelih dan memberi daging Rusa segar. Menurutnya penduduk Sunggal mayoritas adalah Batak dari ras sangat berkulit gelap.

Disitu disebut hanya sedikit penduduk Muslim dan mayoritas tidak beragama.  Catatan menarik John menyebut Melayu sangat kasar sangat berbeda dengan Batak.

Dato/Datuk Sunggal 1870
Dato/Datuk Sunggal 1870 (photo: http://tembakaudeli.blogspot.co.id/)

Jadi saat ini belum dapat Penulis dapat data adakah Orang Kaya Sunggal waktu itu sudah memeluk Agama Islam atau belum. Akan tetapi sangat detail dikatakan bahwa Mayoritas penduduk Sunggal adalah Batak yang tidak beragama dan sangat sedikit yang beragama Islam. Jika Orang Kaya Sunggal adalah seorang Muslim harusnya tidak luput dari data John Anderson atau Orang Kaya Sunggal tidak menyatakannya waktu itu 1823 dan tetapi sangat jelas disebut tidak tunduk pada siapa pun. Tapi data dari keluarga atau sejarah dari pihak keluarga meyakini bahwa Datuk Sunggal sudah Islam sejak awal, atau jauh sebelum kedatangan Anderson ini.

Dalam hal ini yang tidak kalah penting dicatat adalah belum ada gelar Datuk Sunggal waktu itu, tapi yang ada adalah Gelar Orang Kaya Sunggal yang mempunyai dua orang “Bawahan” dengan gelar yakni Datuk Melala dan Tuanku Melala.

Melala dalam hal ini penulis yakini sebagai pihak perempuan dari Datuk Sunggal (Anak Beru yakni dari klan Marga Sembiring).

Daftar Pustaka: Mission to east cost of Sumatera, John Andesorn, 1823, Caledonian Mercury Press

Tag: sultan deli medMission to the east coast of Sumatra: in M.DCCC.XXIII,an, tuanku panglima gocah pahlawan, sri paduka gocah pahlawan, panglima gocah pahlawan, sejarah datuk sunggal, datuk sunggal, datuk hitam sunggal, kisah datuk sunggal, sultan deli yang pertama, sultan deli pertama, sejarah labuhan deli, sejarah kesultanan deli

Leave a Reply