Arti Sebuah Marga Batak: Diantara Habieb Rizieq dan Perampok Pulomas

Bagikan:

Dua hari terakhir ini kita disuguhkan berita tertangkapnya pelaku pembunuhan Sadis Pulomas, yakni Alfins Bernius Sinaga yang bertindak sebagai joki atau sopir, setelah sehari sebelumnya pelaku utama Ramlan Butarbutar (tewas tertembak) dan Erwin Situmorang tertangkap, tinggal Yus Pane yang sedang dalam pengejaran.

Pembunuhan yang sadis, diantara kesadaran atau tidak akan akibat tindakan mengunci berapa orang manusia dalam ruangan yang tidak diperhitungkan ventilasi udaranya. Tapi apapun alasannya tersangka layak mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

Habib Rizieq Shihab dan istri diulosi
Habib Rizieq Shihab dan istri diulosi menjadi Marga Lubis/br. Nasution /batakgaul

Kesadisan ini otomatis akan menjadi beban dan tanggung jawab moral bagi “Orang” Batak umumnya dan terlebih bagi yang semarga atau punya ikatan dekat dengan marga pelaku itu. Dari rasa amarah yang memuncak sampai rasa keprihatinan bagi para korban dan keluarga hingga rasa malu yang besar karena pelakunya secara emosinal masih dekat karena mereka punya marga atau dekat dengan marga tersebut.

Marga itu adalah pengikat spritual dan kekerabatan dan merupakan sebuah bentuk kehormatan bagi seorang Batak dan memberikan marga adalah tanda seorang atau beberapa “Orang” Batak menghormati seseorang.

Marga itu dipakai untuk mengingat akan leluhur dan semua keturunannya, sehingga bagi yang mengerti maka menjaga kehormatan dan perilaku diri yang punya marga itu sama dengan menjaga kehormatan leluhur dan semua keturuannya, yang telah berjuang semasa hidup sehingga kita ada hingga kini.

Mempermalukan marga adalah juga mempermalukan leluhur dan semua keturunannya. Itulah kenapa kelakuan seorang atau beberapa seperti pelaku perampokan Pulomas yang merupakan tindakan pribadi tidak dapat diabaikan “Orang” Batak begitu saja dan terlebih mereka yang semarga atau punya hubungan dekat dengan marga pelaku.

Atas dasar prinsip Sisada Anak Sisada Boru (semua yang semarga dianggap anak bersama pemilik marga) maka wajarlah tanggung jawab moral atas tragedi ini harus ditanggung. Tanggung jawab yang sebenarnya harusnya membuat “Orang” Batak memberi pelajaran dan pesan penting bagi Anak-anaknya, bahwa dalam namanya dalam kehidupannya ada nama leluhur dan banyak orang semarga dan banyak kerabat yang perlu dijaga nama baiknya dan kehormatannya, melalui tindak-tanduk dan perilakunya.

Kemudian tentu tidak salah mendoakan dan mendorong secara moril korban dan keluarganya, agar diberi ketabahan dan kekuatan untuk menjalani dan melawati kesedihan ini.

Yang tidak kalah penting bagi “Orang” Batak yang bisa menjangkau tersangka yakni: alangkah baiknya jika mengingatkan mereka betapa besar kerusakan dan bencana yang telah buat atas kemanusian dan kehormatan marga itu sendiri, sehingga mereka harus menebus dengan membantu aparat penegak hukum untuk lebih cepat dan tepat dalam mempercepat proses keadilan dunia atas kasus ini, dan akan sangat dibanggakan jika Yus Pane bisa diserahkan pada yang berwajib.

Masih dalam rentang waktu yang sama, entah kebetulan atau memang sebuah peringatan seorang yang sering menimbulkan kontroversi yakni seorang Habieb (yang diangkat dan dianggap masih keturunan atau kerabat dari Nabi Muhammad SAW) bernama Rizieq Shihab diangkat menjadi Marga Lubis dan Istrinya diangkat menjadi Br. Nasution, hal yang tidak bisa di tolak karena ini adalah hak bagi “Orang” Batak yang mau menjadi orang tua angkatnya.

Tetaplah kita mengambil dari sisi positifnya bahwa ada seorang yang masih kerabat atau keturunan Nabi Muhammad SAW masih mau dan bangga bermarga Batak. Bahwa yang bisa kita lakukan adalah menerima dengan tangan terbuka bahwa ada warga Batak baru yakni Imam Besar FPI (Front Pembela Islam).

Selanjutnya berharap Marga Lubis yang menjadi Bapaknya and Marga Nasution yang menjadi Moranya (Mertua yang harus menjadi orang paling dihormati di bumi ini-dalam adat Batak), mengingatkan bahwa semua tindak-tanduknya akan mempengaruhi kehormatan dan harga diri khusunya seluruh Marga Lubis dan Marga Nasution, dan umumnya seluruh orang Batak.

Bahwa perlu juga untuk disampaikan, mungkin hal ini adalah termasuk peringatan bahwa dalam pengangkatannya menjadi warga Batak adalah bersamaan dengan perburuan pelaku kejahatan di Komplek Pulo Mas, yang telah mempermalukan Batak secara moral.

Maka kita akhiri tulisan ini dengan mengucapkan selamat bergabung dan terimakasih atas kesedian Habib Rizieq Shihab Lubis (dan diapun senang di panggil Habib Lubis) dan Istri br. Nasution menjadi bagian dari Masyarakat Batak, dan ditunggu kontribusi positif dan membangunnya.

Horas tondi madingin sayur matua bulung. Horas! Horas! Horas!

 

Tag: habib rizieq, habib rizieq medan, habib rizieq lubis, habieb lubis, perampokan pulomas, perampokan sadis pulomas, pelaku pembunuhan pulomas, pelaku pembunuhan sadis pulomas, arti marga, pengertian marga,arti marga batak, definisi marga,

Leave a Reply