Sep 272015
 
Boru Lopian Sinambela - Putri Sisingamangaraja XII

Sampul sebuah novel berjudul : LOPIAN – Sebuah Novel Sejarah Penerbit : CV Yasagung – th 1986 (photo:http://sastrobuku.blogspot.co.id/)

Dalam banyak blog yang mengutip cerita turun-temurun, mengungkapkan Si Singamangara I (Ompu Manguntal) mendapat kutukan dari Namborunya sehingga dia hingga Sisingamangaraja IX tidak memperoleh keturunan perempuan seorang pun.

Dikisahkan Namboru beliau adalah seorang perempuan yang jahat, berseteru dengan Sisingamangara I (Raja Manguntal) karena disebut Si Singamangara terlalu pro kepada pihak miskin dan yang tertindas dan tindakan itu tidak disukai oleh Namborunya itu.

 

Disebut Nama Namboru beliau adalah Nai Napatihan dalam tulisan milik Amang Mudhy Manurung di blog nya.

Nama yang menurut tulisan Amang itu adalah nama yang sama dengan nama Putri Sisingamangaraja X, sebagai generasi Sisingamangara yang pertama berhasil mematahkan kutukan itu, nama itu menurut beliau diberikan sebagai penghormatan atas Namboru Sisimangaraja I itu.

Ditulis dari Blog itu Nai Napatihan akhirnya tewas dalam perang saudara dengan Sisingamangaraja I yang mendapat bantuan dari pasukan Kavalery penungganggang dari Barus.

Siapakah Nai Napatihan atau Nai Palti Raja ini?
Sudah lama penulis bermarga Sinaga ini ingin menulis kan ini. Mungkin hari ini waktu yang tepat untuk membersihkan nama baik Ompung Boru Bona ni Ari dari Semua Pomparan Ompung Palti Raja (I).

Namboru Sisingamangaraja I bernama Nai Napatihan br. Sinambela, dikisahkan menikah dengan Ompu Palti Raja (I) anak sulung Ompu Raja Pande Sinaga (Cucu sulung dari Sinaga) – (lihat Toba Na Sae karya Sitor Situmorang).

Dalam intrik masa lalu yang tidak begitu jelas disebut terjadi perseteruan antara  Sisingamangara I dengan Amangborunya Ompu Palti Raja I. Disebut dalam kisah itu kelompok Sumba ingin melebarkan tanah kekuasaannya hingga ke Tanah Lontung (di Samosir Selatan kini).

Tidak begitu jelas apakah ini termasuk ambisi dari Sisingamangaraja I yang ingin berkuasa atas seluruh tanah yang di tempati keturunan Si Raja Batak dan ingin membangkitkan systems feodal yang telah dilupakan sejak kisah Sianjur Mula-mula di mulai?

Penyerangan dengan kavalery Gajah (sebagain menyebut hanya 1 ekor Gajah Putih hadiah dari Raja Uti dari Aceh) dilakukan terhadap Tanah Lontung, sebenaranya awalnya pihak marga Lontung sudah meminta bantuan Amangborunya Marga Sihombing Silaban dari Dolok Sanggul untuk mempertahanakan Luat (Tanah) Lontung sekarang masuk wilayah Samosir Selatan. Amangboru Sihombing Silaban ini membuat perkampungan/kubu di Silaban Simbolon Samosir Utara sekarang.

Akhirnya Anakboru dari Silaban bernama Piso Somalim Dolok Saribu pun tewas dalam perang yang tak terhindarkan itu.

Dalam blognya Amang Michler Butar-butar menulis bahwa akhirnya bangkitlah Ompu Palti Raja Sinaga (Pande) memimpin adik-adiknya Pomparan Raja Lontung.

Nah ada yang menarik dalam hal ini mengapa Ompu Palti Raja muncul belakangan dan berani melawah Hula-hulanya? Tentu dalam hal adat beliau tidak boleh melawan Marga Sinambela karena Sinambela adalah mertua yang mesti menjadi yang paling hormati dalam adat Batak dan sering disebut sebagai pemberi berkat dan “Tuhan” yang kelihatan.

Tapi adakah beliau awalnya diam karena itu hal itu?

Belum jelas benar isi cerita itu, tapi jikalau melihat apa yang ditulis Amang Manurung di blog nya maka bangkitnya Ompu Palti Raja melawan hula-hulanya bisa jadi karena tewasnya Istrinya Nai Napatihan br. Sinambela yang selanjutnya dikenal sebagai Nai Palti Raja. Tidak ada alasan lain tewasnya Nai Paltiraja kecuali turut mempertahankan tanah Lontung demi anak Cucunya, melawan Paramannya (anak dari saudara lelakinya) sendiri.

Dan mengatakan Nai Napatihan sebagai orang jahat seperti tulisan di awal menjadi tidak releven lagi, karena Nai Napahitan tewas untuk membela anak-anaknya untuk mepertahankan kemerdekaan diatas tanah yang mereka tempati.

Adakah kutuk dari orang jahan dan culas berlaku? Atau kutuk itu sebenarnya tidak ada, ketidaaan kelahiran anak Perempuan dari Si Singamangara I sampai Sisingamangara IX hanya karena karma bukan kutuk yang di dapat dari tewasnya Namborunya?

Bisa jadi ini hanya Karma atas Orang yang dianggap sakti dan turunan Dewa tentu kutukan seorang perempuan biasa tidak akan mempan atas dai.

Dan kutukan dari Nai Palti Raja itu seperti memang tidak ada, dikuatkan dengan penghormatan yang diberikan Oleh Sisingamangaraja X dengan memberi borunya nama yang sama dengan nama Namborunya Nai Napatihan.

Catatan: dalam blog Simare-mare disebut Nai Paltiraja dan Nai Napatihan adalah orang yang berbeda.

Tag: kutukan atas sisingamangaraja, kutukan Pada sisingamangaraja, Namboru Sisingamangaraja, Nai Napahitan, Nai Palti Raja, Ompu Palti Raja, Boru Sinambela, boru Nambela, Istri Ompu Palti Raja,  Nai Hapatia, Perang Batak,