Sep 202015
 

Marga Ginting dipercaya (meski tidak ada data pasti) merupakan marga dengan jumlah yang paling besar di Antara Merga Silima.

Masih menurut JH Neumen Ginting dapat di bagi tiga bagian besar:

  1. Ginting Munthe
  2. Ginting  Sini Suka atau 91 (baca: Siwah Sada Ginting – bahasa Indonesia  : Sembilan Satu Ginting)
  3. Ginting Manik

Dipercaya sub Merga Ginting lainnya masih terikat dengan Merga Ginting Diatas.


Kalau di jabarkan lebih luas maka Marga Ginting paling sedikit ada 16 sub merga yang sangat komit untuk Saling menikahi. Itulah alasan kenapa marge Ginting ini sering menyebut mereka adalah satu Marga di Karo yang berasal dari satu darah (seperti di tulis JH Neumen dalam Sejarah Batak Karo 1928) atau satu atau setidaknya paling mengikat persaudaraan bersama Tarigan dan Karo-karo.

  1. Ginting munthe
    Ginting Munthe diberbagai tulisan dan berita dipercaya punya ulayat Asli di Tongging tepian Danau Toba. Tongging secara administrasi masuk dalam Kabupaten Karo akan tetapi budaya dan bahasa Mereka lebih cenderung berbudaya Toba atau Simalungun dan Bahasa Toba dan Bahasa Simalungun sebagai bahasa sehari-hari bukan Budaya dan Bahasa Batak Karo.
    Marga Munthe dari semua puak Batak telah bergabung membentu Forum Komunikasi Marga Munthe Indonesia (FKMMI), yang menyatakan semua marga marga Munthe adalah berasala dari leluhur yang Sama yakni keturunan Raja Naiambaton, sedikit perbedaan pada kelompok ini adalah ada yang mengaku dari Anak Raja Naiambaton bernama Munthe Tua (umumnya yang berasal dari luar Dolok Sanggul) dan ada yang mengaku dari Tamba Tua dan ada yang mengaku Tamba Tua adalah anak Munthe Tua. Diketahui bahwa pada marga Munthe yang ada di Indonesia terdiri dari 9 (sembilan) puak atau daerah. Masing-masing puak atau daerah tersebut adalah (seperti dikutip dari : http://munthe-munthe.blogspot.co.id/2008/12/sejarah-munthe.html:

1. Marga Munthe dari Puak Tongging-Sipitunihuta
2. Marga Ginting Munthe dari Puak Karo
3. Marga Munthe dari Puak Dolok Sanggul
4. Marga Munthe dari Puak Toba
5. Marga Dalimunthe dari Puak Angkola dan Mandailing
6. Marga Munthe dan Dalimunthe dari Puak Labuan Batu
7. Marga Saragih Munthe dari Puak Simalungung
8. Marga Munthe dari Puak Gayo Lut dan Luwes Alas
9. Marga Munthe dari Puak Dairi

Dan Menurut JH Neumen meski beliau tidak menulis terlalu detail hubungan Ginting Munthe dengan Raja Naimbaton akan tetapi keterkaian atau persinggungan dengan Toba dan/atau Samosir tidak terelakkan.

Tengging Ditepian Danau Toba

Inilah tempat asal usul Marga Ginting Munthe yang dipercaya dari cerita-cerita lisan (photohttps://satuceritadalamhidupku.wordpress.com)

2. Ginting Sini Suka atau 91 (Siwah Sada) Ginting

Ginting Sini Suka atau 91 Ginting adalah termasuk sub Merga Ginting yang punya legenda yang melegenda. Dan Legenda itu dikatan didapat dari Pustaka Ginting dimana mereka bersaudara 9 orang Pria dan 1 orang Wanita.

Legenda itu beredar luas dimasyarakat dan di dunia Maya tapi ada sepotong kalimat yang dihilangkan dari Legenda itu yakni Ginting Suka berasal dari Simbolon di Samosir (JH Neumen).

Ya legenda itu persis seperti apa yang di tulis JH Neumen akan tetapi kalimat berasal dari Simbolon di Samosir seperti di bukunya Sejarah Batak Karo (1928-terjemahan) secara misteri bisa hilang di legenda yang kita temukan di dunia maya, bisa dicari dengan mudah dengan menggunakan kata Kunci “Legenda Siwah sada Ginting” di google

Kembali sub merga ini punya kontroversi internal mereka sendiri dari yang mau di Sebut Batak atau Keturunan Si Raja Batak atau tidak salah satu atau tidak keduanya.

Inilah sub merga yang termasuk Ginting Sini Suka atau Siwah Sada Ginting:

Si Suka (termasuk Pahlawan Nasional Letjen Jamin Ginting)
Si Bukit
Si Gurupatih
Si Garamata (ada kabar mereka adalah Keturunan Simarmata)
Si Sugihen
Si Aji Dibata
Si Beras
Si Ajartambun
Si Babo

dan 1 Wanita (turangnya – Saudari Perempuan) bernama Si Beru Bembem

3. Ginting Manik

Ginting Manik dipercaya sebagai Keturunan Manihuruk dari Samosir, Termasuk Ginting yang tua di Tanah Karo.

Sub Merga ini sendiri ada sedikit kontroversi diantara penyandangnya tetapi baiklah juga diselesaikan di internal sub merga yang bersangkutan.

Catatan: Akan ada pihak yang keberatan akan tulisan ini, penulis tidak menafikan jika ada Perangin-angin yang ada di tanah Karo bukan dari Toba, tetapi sejauh yang penulis teliti sejauh ini yang dari Tobalah yang punya kisah yang diwariskan turun temurun. Dan pertanyaan dari kelompok Karo Bukan Batak tentang klaimnisasi dari pihak Toba tentang Merga Perangin-angin ini adalah membabi buta atau hanya kampanye semata.

 

Sub merga Ginting seperti di kutip dari Wikipedia:
Marga Ginting dan cabang-cabangnya:

  1. Ginting Munte di Kutabangun, Ajinembah, Kubu, Dokan, Tanggung, Munte, Rajatengah, dan Bulan Jahe.
  2. Ginting Babo di Gurubenua, Munte, dan Kutagerat.
  3. Ginting Sugihen di Sugihen, Juhar, dan Kutagunung.
  4. Ginting Gurupatih di Buluh Naman, Sarimunte, Naga, dan Lau Kapur.
  5. Ginting Ajartambun di Rajamerahe.
  6. Ginting Capah di Bukit dan Kalang.
  7. Ginting Beras di Laupetundal.
  8. Ginting Garamata di (Simarmata) Raja Tengah, Tengging.
  9. Ginting Jadibata di Juhar.
  10. Ginting Suka Ajartambun di Rajamerahe.
  11. Ginting Manik di Tengging dan Lingga.
  12. Ginting Sinusinga di Singa.
  13. Ginting Jawak di Cingkes (populasi sedikit)
  14. Ginting Seragih di Lingga Julu.
  15. Ginting Tumangger di Kidupen dan Kemkem.
  16. Ginting Pase di …. (lenyap?)

 

Tag:

X arti Karo Bukan BatakX asal usul GintingX bukti Karo Bukan BatakX Karo Bukan BatakX legenda GintingX legenda Ginting ManikX Legenda Ginting MuntheX legenda Ginting Sini SukaX Marga GintingX mengapa Karo Bukan BatakX Parna dan GintingX sejarah GintingX Sejarah Ginting ManikX Sejarah Ginting MuntheX sejarah Ginting Sini Suka