Aug 232015
 

Sisingamangaraja adalah seorang Pahlawan Besar dari sebuah Bangsa yang Besar. Bangsa yang dulu di anggap sebahagian orang sebagai primitif, ternyata punya tradisi Ksatria yang tidak dimiliki semua bangsa, dapat terlihat disaat akan perang melawan Belanda, yakni adanya pengumuman dimulainya Perang (Batak Toba : Pulas).

Photo Sisingamangaraja XII

Lukisan Sisingamangaraja XII pada uang keluaran BI nomila Rp. 1000 (photo: wikipedia.org)

Pengumuman perang terhadap Belanda (Batak Toba: pulas) dilakukan pada tanggal 16 Februari 1878 yang diakhiri dengan perlawanan yang tidak kenal menyerah sampai pada akhir hayatnya pada tanggal  17 Juni 1907. Perlawanan panjang yang meresahkan Belanda dimana hanya menganggap melawan kepala suku “primitif” sahaja butuh hampir 30 tahun untuk mengalahkannya.

Kepahlawanan dan kebesaran dirinya pun mengundang kontroversi asal usul yang menjalar dan bertebaran di dunia maya. Umumnya keegoisan dan sukuisme berlebihan sesama penduduk nusantara telah membuat hal yang sebenarnya masih kabur menjadi seperti sudah terang benderang.

Berikut adalah Asal-usul Sisingamangaraja pertama yang penulis kutip dari berbagai sumber dimulai dari Manuscrip kuno yang dimiliki CM Pleyte.

Lenonard Y. Andaya dalam Buku Leave of The Saame Tree – Trade and Ethnicity in the Straits of Melaka mencatat tulisan yang paling lengkap tentang Sisingamangaraja adalah dari naskah Batak ada dan dikumpulkan oleh CM Pleyte.

Dalam legenda ini berbau mitos ini Dewa Batara Guru menjatuhkan buah jambu jatuh ke tanah. Hal ini ditemukan dan dimakan oleh istri kepala desa Bakkara, dan dia menjadi hamil. Setelah tiga tahun berlalu dan bayi belum lahir, roh menginformasikan pada ibu bahwa empat tahun lagi akan berlalu sebelum bayi itu lahir.

Perempuan itu akan tahu kapan saatnya bayi itu lahir dengan ditandai ada gempa bumi, petir, dan hujan badai berat, roh akan mengisi alun-alun desa, dan harimau dan macan kumbang akan merobek satu sama lain.

Saat tanda-tanda alam itu terjadi Sisingamangaraja lahir dengan dengan kulit hitam, lidah berbulu. Setalah lahir ari-arinya ditanam di bawah rumah, tetapi sambaran petir pada saat itu melesat dan membawa ari-arinya ke sorga.

Utusan Batara Guru kemudian membawa naskah pada anak itu dengan gambar-gambar astrologi untuk tujuan ilmu nujum, hal-hal mengenai penanaman dan tenun, kalender, yang hukum, dan buku pegangan mantra.

Sisingamangaraja menegaskan mengenai kekuatan supranatural nya secara terbuka menyatakan, “Saya seorang keturunan para dewa”.

Legenda lain kemudian ditambahkan untuk menegaskan kembali atribut supranatural yang dimiliki Sisingamangaraja itu.

Pada tahun 1870, de Haan (164 Bab 5) diberitahu bahwa Sisingamangaraja bisa pergi tujuh bulan tanpa makanan dan tiga bulan tanpa tidur karena para dewa menyediakan setiap kebutuhannya.

Mohammad Said dalam buku Sisingamangaraja XII hal (124) juga mencatat adanya pengakuan Sisingamangaraja (I) sebagai anak (pen: keturunan) Si Raja Batak.

Jadi menurut apa yang yang di kumpulkan oleh CM Pleyte dari naskah Toba dan di gabungkan pada Tarombo yang di percaya oleh Masyarakat Batak Toba dan pengakuan Sisingamangaraja XII sendiri, maka dia adalah asli Batak dan inilah silsilah (Tarombo) Sisingamangaraja seperti di tulis Sitor Situmorang dalam buku Toba Na Sae, beliau dilahirkan oleh boru Pasaribu (terbalik dengan kronik dari Barus – kita akan bahas pada bagian selanjutnya).

  1. Si Raja Batak
  2. Raja Isombaon
  3. Tuan Sori Mangaraja
  4. Tuan Sorba Dibanua
  5. Si Raja Oloan
  6. Toga Sinambela
  7. Raja Bona Ni Onan
  8. Raja Manghuntal / Sisingamangaraja I
  9. Raja Tinaruan / Sisingamangaraj II
  10. Raja Itubungna / Sisingamangaraja III
  11. Sori Mangaraja / Sisingamangaraja IV
  12. Ampallongos / Sisingamangaraja V
  13. Amangulbuk / Sisingamangaraja VI
  14. Ompu Tuan Lombut / Sisingamangaraja VII
  15. Ompu Sotarunggal / Sisingamangaraja VIII
  16. Ompu Sohalompoan / Sisingamangaraja IX
  17. Ompu Tuan Na Bolon / Sisingamangaraja X
  18. Ompu Sohahuaon / Sisingamangaraja XI
  19. Patuan Bosar / Sisingamangaraja XII

 

Bersambung…………….

Asal-usul Sisingamangaraja : 2. versi Kronik Barus

Politisasi Dari Kronik Barus Hilir : Sejarah Tuanku Badan dan Keempat Raja Silindung

TAG:asal usul sisingamangaraja, asal usul sisingamangaraja xii, Asal Usul Raja manguntal, Asal usul Raja manghuntal, kelahiran Sisingamangaraja, kelahiran Sisingamangaraja XII, kelahirah singamangaraja, asal-usul singamangaraja, kontroversi sisingamangaraja, kontroversi sisingamangaraja xii,