Jan 092015
 

Kaum Sumba semakin sering mengganganggu Lontung. Perlombaan kepemilikan tanah dan perluasan tanah di samosir (sekarang namanya) semakin memanas. Atau keinginan untuk jadi Raja di Tanah Batak.

Ompu Palti Raja I yg marboru Sumba, br. Sinambela Namboru dari Raja Manguntal yakni Ompu Sisingamangaraja I, dibuat pusing.

Akankah dia melawan hula-hulanya? Dia tak ingin melanggar norma. Masakkan melawan Hula-hula Naibata na di idah (Simalungun).

Ompu Palti Raja I siangkangan kaum Lontung pum memimpin rapat, ya bagaimana menghadapi dilema ini.

Maka Langkah yg paling Bijak adalah meminta Bantuan Amang borunya Sihombing (Silaban), dan diberilah tanah di sekitar perbatasan untuk pemukiman Sihombing.

Dengan harapan pihak Sumba tidak menyerang Saudara mereka Sihombing yg menjaga Tanah Hula-hulanya Raja Lontung.

Sehingga pihak Lontung mengharap meski ada konfrontasi menjadi Sumba dgn Sumba, bukan Sumba dgn Lontung yg bisa sangat fatal.

Amangboru yg sangat dihormati Pomparan Lontung ini menyanggupi. Maka di dimintalah bantuanAmang borunya Ompu Piso Somalim Dolok Saribu.

Ompu Piso Somalim Doloksaribu pun menyanggupi tugas dari hula-hulanya Sihombing.

Apa Lacur, Sumba terus mendesak tewaslah Ompu Somalim Dolok Saribu.

Bangkitlah Ompu Palti Raja, dgn restu Ompung br. Nambela yg tak ingin anak-anak terhina dan terusir karena ulah ibotonya, mengumpulkan dan memimpin saudara-saudaranya.

Harga diri dan tanah leluhur harus dipertahankan, kehormatan dan kebanggaan harus diwariskan.

Si Piso Somalim Doloksaribu

Makam Si Piso Somalim Doloksaribu di Desa Hatoguan kec. Palipi- Kabupaten Samosir (Photo: Putranagatimbul.blogspot.com)

Pasukan Sumba datang dengan Gajah Betina (Gajah Putih dari Lingga -gayo? Pemberian Raja Uti? Masih tanda tanya ya, blm ada kepastian).

Dibangunlah Parit dalam dan ditutupi. Dicarilah anak kerbau dan di biarkan lapar lalu dipasangi tanduk besi tajam (dan beracun?).

Ompu Palti Raja berpikir jika Gajah cepat dibunuh yg dianggap Sumba sebagai pemberian Raja Uti, maka perang akan cepat dgn meninggalkan sedikit korban.

Dan tiba harinya datanglah pasukan Sumba dgn Gajahnya menyerang, terjebaklah dia dalam parit, dilepaslah Anak kerbau lapar, dikejar anak kerbau itulah Gajah ingin menyusui hingga tanduknya melukai Gajah dan matilah gajah itu kehabisan darah (keracunan?).

Mundurlah pasukan Sumba, karena menganggap kesaktian mereka kalah.dan dibuatlah perjanjian tanah Sumba dan Lontung di Samosir hingga hari ini.

Ompu Palti Raja dan Kaum Lontung berhasil menunjukkan bahwa kesaktian itu adalah perpaduan niat baik, ketulusan, ketenangan dan Strategi jiku yg didukung ilmu pengetahuan dan kekuatan lawan (intelejen)

Parparik sinumba ni Gaja Naso Harbangan manuk Sabungan adalah gelar yang disematkan pada Beliau.

Jayalah Pomporan Lontung Si Sia Sada Ina, Pasiahon boruna Simamora Sihombing. (Cat. Sihombing-lah siabangan kalau dari Raja Sumba).

sumber utama:
http://scalatoba.blogspot.com/2010/10/asal-mula-nalontungon-si-raja-lontung.html

 

Tag : piso somalim, ompu paltiraja, Ompu PaltiRadja, Ompu Palti Radja, Ompu Palti Raja, Toga Sinaga, Boru Nambela, Awal SIhombing di Samosir, Awal Silaban di Samosir, Doloksaribu,