Selamat Pada Primordialisme Sang Pemenang Pilkada SUMUT 2013

Bagikan:

Hasil quick count Pilkada Sumut menunjukkan bahwa Pasangan CAGUB dan CAWAGUB Gatot dan Ery Nuradi memanangkan Pilkada 2013 dengan hasil seperti berikut ini:

GUS IRAWAN PASARIBU & SUKIRMAN = 19.52%
EFFENDI SIMBOLON & DJUMIRAN ABDI = 26.71%
CHAIRUMAN HARAHAP & PADLY NURZAL = 9.22%
AMRI TAMBUNAN & RE NAINGGOLAN = 12.41%
GATOT PUJO NUGROHO & TENGKU ERI NURADI = 32.14%

Ini mengingatkan kita kembali bagaimana Pilkada tahun 2008 lalu yaitu dengan perolehan seperti ini:

Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho 28.31%
Tritamtomo-Beni Pasaribu 21.69%
Abdul Wahab Dalimunthe-H.M. Syafii 17.4%
R.E. Siahaan-Suherdi 16.58%
Ali Umri-H.M. Simanjuntak 16.01%

Yah sepertinya pola pikir masyarakat tidak jauh berubah bahkan lebih parah dari lima tahun lalu dimana Pilkada lima tahun lalu pasangan Tritamtomo-Beni Pasaribu masih punya suara significan lebih kepada kecintaan pada PDIP.

Hasil Quick Count Pilkada SUMUT 2013
Hitungan Cepat LSI per Kabupaten/Kota

Jika melihat hasil Pilkada Cagubsu 2013 saat ini, seperti gambar diatas terlihat  Gatot-Eri  memenangkan hitungan cepat di 12 kabupaten Kota, yang umumnya ada di basis Islam dan/atau bukan Batak (Belahan Timur Sumatra Utara), kecuali : Mandailing Natal yang merupakan basis Batak & Muslim.

Lalu Effendi dan Djumiran menang di daerah dengan Basis Batak dan/atau Kristen: yaitu di 16 Kabupaten/Kota umumnya di sebelah Barat Sumatra Utara, kecuali kota Tangjung Balai.

Dari data hitungan cepat LSI, kelihatan bahwa kecendrungan pemilih bukan pada calon atau kemampuan para calon. Tetapi lebih pada Primordialisme  Suku dan atau Primordialisme Agama dan asal yang sangat kental.

Terlihat bagaimana Pasangan Jawa-Melayu-Islam (Gatot-Eri Nuradi) menguasai kawasan Jawa-Melayu-islam di sebelah Timur Sumatera Utara, dan Cagub Batak-Kristen (Effendi Simbolon) menguasai mayoritas wilayah Barat yang dihuni mayoritas Kristen dan Batak.

Juga pasangan nomor 3  CHAIRUMAN HARAHAP & PADLY NURZAL = 9.22% berhasil mengandalkan suara Primordialisme Batak dan Islam di daerah kelahiran Chairuman, yakni memengkan suara di Padang lawas dan Padang lawas Utara.

Juga ada Batak Muslim juga menang di kantong Batak Muslim yaitu GUS IRAWAN PASARIBU = 19.52% di daerah Padang Sidempuan dan Tapanuli Selatan dimana Gus Irawan juga kelahiran Padang Sidempuan.

Yang cukup mengejutkan hanyalah kemenangan Amri Tambunan-RE Nainggolan di Nias Barat.

Jadi kemenangan Gatot dan Eri jauh dari yang kita harapkan sebagai kemenangan karena kwalitas dan kemampuan figure itu sendiri, kemenangan ini hanya karena masih kolotnya Pola Pikir Penduduk Sumatera Utara dalam menentukan pilihan yang semakin menonjolkan Primordialisme dan terkotak kotak akan kedekatan emosial agama+suku dan atau tempat Kelahiran.

Maka saya dalam kesedihan mengucapkan SELAMAT PADA PASANGAN GANTENG (GATOT –ERI) atas kemenangan versi versi hitungan cepat. Saya sedih bukan karena karena yang menang Jawa + Melayu pasangan dari partai agamis di tanah yang mengaku Nasionalis, tapi saya sedih karena yang menang itu hanya karena kekolotan pemilih atas nama Primordialisme di tengah masyarakat yang konon peduli pendidikan, terdidik dan kaya sumber daya alam.

Isu Primordialisme yang mungkin tidak menjadi bagian proyek atau terpikirkan oleh Imcumbent atau malah sengaja dipelihara oleh Imcumbent  untuk tujuan ini. Sehingga dari segi pembangunan Pola Pikir pengguanaan hak pilih masyarakat Sumatera Utara sebenarnya harus saya katakan adalah GATOT alias Gagal Total. Apakah Gatot tidak menyadari hal ini atau memang memelihara hal ini?

Tetapi besar harapan saya GATOP – ERI jika jadi Gubsu dan Cagubsu mampu memperbaiki pola pikir masyarakat yang konon pintar dan pandai dan merubahnya dalam 5 tahun kedepan. Agar masyarakat mampu menilai dan memilih pemimpin karena figure. Hanya itulah sebenarnya kekurangan terbesar dan hal paling krusial yang diperluakan untuk membangun Sumut.

Dan calon pemimpin dari Batak dan pendukungnya, janganlah 5 tahun depan saling berebutan “kue besar”, karena nyatanya dua kali calon-calon Batak terpuruk. Kecuali anda memang orang terkolot yang pernah ada atau anda hanya bertujuan mengumpulkan harta dari dana kampanye yang diselamatkan, ketimbang berjuang menjadi Gubernur untuk memajukan SUMUT.

Dan untuk Anis Matta kemenangan kader PKS anda memang tidak ada hubungannya dengan Korupsi Daging Sapi karena memang masyarakat SUMUT tidak begitu peduli pada Daging Sapi, tetapi masyarakat SUMUT lebih peduli pada SARA (bukan Rani) yang ditunjang oleh Tokoh dan masyarakat Batak yang semakin kolot (atau memanfaatkan kekolotan) dan yang semakin terkotak-kotak oleh -isme.

 

One thought on “Selamat Pada Primordialisme Sang Pemenang Pilkada SUMUT 2013

  • 15 March 2013 at 20:38
    Permalink

    Hal serupa juga pernah terjadi di batam…..saat itu kalau tidak salah ……Pasaribu n sianturi….

    Halo Batak….caraktermu berubahlah

Leave a Reply