Dec 222012
 

Jadi sesuai tulisan sebelumnya, sementara saya bekesimpulan bahwa Raja Batak (pinto: King of Batas) itu adalah merupakan Gelar turun temurun, atau nama  panggilan yang ditujukan pada Raja yang punya pusat kerajaan di Panai dengan masyarakat yang di sebut Orang-orang Batak (Pinto: Bataes).

kompleks candi Buddha aliran Vajrayana yang terletak di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Portibi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara

Candi Bahal, Biaro Bahal, atau Candi Portibi I
(milik ferdysiregar.com)

Mungkin dibenak anda muncul pertanyaan kenapa  di sebut Raja Batak dan Orang-orang Batak sepeti pada buku ( “The voyages and adventures of Fernand Mendez Pinto, yang dialih bahasa ke bahasa Ingris oleh H.C Gent terbit tahun 1653).

Pusat Kerajaan dari Raja Batak ada di Pannai, (Pananiu atau Panaiu) yang seperti tertulis sebelumnya ada diperkirakan ada di Padang Lawas.

Dan didaerah ini ada ditemukan komplek candi yang dibangun oleh  sekitar abat 11 bersesuain dengan serangan Rajendra Cola ke Sriwijaya dan Pannai.

Candi yang diperkirakan dibangun jaman Rajendra Cola I, Belum ditemukan apakah bangunan candi adalah tempat untuk pemujaan sahaja dan Pusat Kerajaan Raja Batak sebelum di hancurkan Aceh.Seperti  perkataan Raja Batak (Angeessiry Timorraia) pada Pinto bahwa bagian terbesar dari Kerajaannya sudah di hancurkan oleh Aceh (Pinto Hal. 21)

Jika pusat kerajaan Batak adalah benar di Pananiu (Pane saat ini) maka pastinya tidak lepas dari kawasan Candi Bahal.

Nah, harus ada suatu kejadian atau tempat atau apapun yang membuat orang memberikan julukan atau nama pada suatu rumpun , suku atau Bangsa. Dan merujuk pada pada kata Batak hanya satu kata ditemukan yang bisa dihubungkan dengan Pane dan Kawasan Candi Bahal yaitu bahan pembuat Candi , yaitu Bata Merah, yang membuat bangunan itu unik dan bertahan sampai hari ini setelah lebih dari seribu tahun di bangun.

Sesuai analisis dari ahli Bahasa Batak Prof. Uli Kozok bahwa: aksara Batak mula-mula ada di Mandailing. Dari Mandailing aksara Batak menyebar ke kawasan Toba Timur (perbatasan dengan Simalungun), lalu ke Simalungun dan ke Toba Timur. Dari Toba Timur aksara Batak menyebar lagi ke Pakpak Dairi, sedangkan dari Toba Barat ke Simalungun, sedangkan aksara Karo menunjukkan pengaruh baik dari Pakpak-Dairi maupun dari Simalungun. (Sumber: Kozok, Uli. 2009. Surat Batak: Sejarah Perkembangan Tulisan Batak, Berikut Pedoman Menulis Aksara Batak dan Cap Si Singamangaraja XII. Jakarta: École française d’Extrême-Orient, Kepustakaan Populer Gramedia.) (wikipedia.org).

Dan tentunya wajar jika pusat Peradaban dan Budaya waktu itu adalah Pusat Kerajaan.

Maka kesimpulan saya saat ini bahwa orang Batak dan Raja Batak adalah julukan yang akhirnya menjadi gelar bagi mereka yang menjadi bagian masyarakat suatu kerajaan dan Raja nya yang berhubungan dengan Candi Bahal.

Tapi ini masih spekulatif karena harus ahli bahasa yang menterjemahkan ini, Karen sampai saat ini penulis belum bisa menemukan apakah pada abat ke 16 frasa Bata Merah (Batu Bata) sudah di pakai sebagai material pembuat candi Bahal? Kalau ya teori ini masuk akal kalau tidak teori ini gugur (yakni nama Batak Berhubungan dengan Nama  bahan Pembuat candi Bahal yakni Bata Merah).

Lalu term yang sering digunakan pada jaman dulu seperti  Nicollo La Conti (Italy) menulis Batech, Tomi Pires (Portugal) dalam Suma Oriental menulis Bata, Fernand Mendez Pinto (Portugal) dalam catatan perjalannnya menulis Batas (kadang Bataes),  William Marsden (Inggris) menulis Bata, ada juga menulis Batta, Batae, Pa’Ta dan sekarang dikenal Batak.

Tapi akarnya ini mengandung kata Bata, sangat kontroversi tapi menarik bebarapa Orang menghubungkan dengan Kata Naibata (Simalungun), Dibata (Karo), Debata (Toba) yang artinya adalah Tuhan dalam bahasa Batak tersebut.
dan Pola akan semakin menarik jika kita sebut Na I Bata (Simalungun) dan Di Bata (Karo) seperti mengarah pada satu tempat bernama Bata, meski dari Toba De Bata tidak begitu menunjukkan tempat.

Di Toba sendiri di kenal kayu Batak yang konon di pergunakan untuk membuat Tongkat Panaluan (Tungkot Panaluon).

Masih perlu diteliti lebih dalam.

 Leave a Reply

200 OK

OK

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator, webmaster@batakpewarisnusantara.pewarisnusantara.com and inform them of the time the error occurred, and anything you might have done that may have caused the error.

More information about this error may be available in the server error log.

Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.